Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Seberapa Efektif Influencer Gaming dalam Kampanye Marketing?

By
MLR
 •
July 22, 2020

Pada suatu masa, gamer dianggap sebagai sekelompok pemimpi yang introvert dan orang-orang penyendiri yang berjuang untuk beradaptasi dengan perubahan dunia. Stereotip itu mulai bergeser. Sekarang, berbagai kalangan usia menyukai game. Mulai dari anak kecil, dewasa, hingga lansia memiliki sosok influencer gaming favorit mereka yang setia menghadirkan konten-konten tontonan menarik di platform video di internet.

Dunia yang kita tinggali sekarang berubah menjadi surga bagi para gamer, apalagi dengan munculnya kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), augmented reality (AR), dan pertumbuhan marketing mobile gaming yang meningkat pesat. Saking pesatnya, Tech Jury bahkan memperkirakan jika pertumbuhan revenue industri gaming akan mencapai total $180 biliun di tahun 2021.

Selama bertahun-tahun, industri gaming menjadi teka-teki rumit bagi banyak marketer. Tak sedikit marketer gagal memecahkan misteri industri gaming. Di ranah pasar niche yang berkaitan erat dengan game-game besar, industri gaming secara tradisional merupakan ladang usaha yang tidak dapat diprediksi serta membuat frustasi banyak orang hingga akhirnya kita tiba di masa sekarang.

Yang membuat para marketer frustasi menghadapi misteri industri gaming berpusat pada satu pertanyaan mendasar: bagaimana Anda bisa memanfaatkan dan memaksimalkan visibilitas brand di industri game yang sangat kompetitif? Jawabannya mudah, kuncinya terletak pada influencer gaming.

Baca Juga: Memahami Influencer Marketing

Kenal lebih dekat dengan Influencer Gaming

Belakangan ini banyak marketer akrab dengan model pemasaran berbasis Influencer Marketing. Brand-brand besar telah mengalihkan pandangannya pada selebritas media sosial di berbagai platform untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Alasannya, sebagian karena biaya yang dikeluarkan bisa relatif lebih murah jika dibandingkan dengan distribusi iklan tradisional seperti televisi, sebagian lainnya karena beralihnya atensi para audiens menuju era digital. Yang dibutuhkan para marketer adalah kerja sama dengan partner yang tepat dan produk/jasa yang ditawarkan akan mereka promosikan.

Influencer media sosial bisa menghasilkan banyak uang dalam satu unggahan post dan mereka yang memiliki banyak audiens mampu menghasilkan sekitar $250.000 atau lebih, terutama bagi para influencer gaming di YouTube.

Kebanyakan dari influencer gaming dengan audiens besar memulai karier mereka seperti gamer remaja pada umumnya, duduk berjam-jam sambil memainkan game. Tentu banyak orang tua yang merasa keberatan dengan hal itu, tapi mengingat beberapa remaja ini nyatanya bisa bekerja sama dengan Red Bull seperti Tyler “Ninja” Blevins dalam promosi pembuatan produk edisi terbatas Red Bull Ninja, pandangan terhadap pekerjaan influencer mulai berubah ke arah yang lebih positif.

Bersamaan dengan YouTube, panggung terbesar bagi infulencer gaming dan industri gaming adalah Twitch, sebuah platform live streaming di mana para pengguna dapat langsung menghubungkan konsol game, komputer atau smartphone mereka ke video yang disiarkan selama bermain game. Kedengarannya sederhana, bukan? Namun, proses yang mereka tempuh cukup lama dan nama-nama influencer gaming besar bisa dengan cepat berubah.

Sebuah peneliatian menunjukan bahwa 80% dari 10 besar influencer di tahun 2018 bahkan tidak pernah berada dalam daftar tersebut di tahun 2017. Titel influencer nampaknya bukanlah titel yang permanen. Ini menunjukkan jika terdapat kompetisi yang sengit di ranah influencer gaming. Dengan audiens global yang tak terbatas pada bahasa dan wilayah siaran serta kompetisi sengit, influencer gaming hadir membawa banyak potensi marketing yang jika diramu dengan tepat mampu mendongkrak leads.

Jadi, bagaimana caranya merancang model kampanye marketing yang tepat dengan influencer gaming?

Marketing di industri gaming

Dengan kesuksesan beberapa nama besar influencer gaming, tak mengherankan jika banyak generasi yang lebih muda ingin mengikuti jejak mereka. Tiba-tiba gaming menjadi sesuatu yang umum dan bukan lagi ranah eksklusif bagi para penyendiri yang asyik dengan dunia mereka sendiri.

Walaupun gaming telah menjadi sesuatu yang umum, banyak marketer merasa masih kesulitan mencari langkah yang tepat. Padahal marketing di industri gaming tidaklah sesulit yang dipikirkan. Daripada memeras otak guna mencari cara baru menarik orang untuk berinteraksi, kita hanya perlu memanfaatkan apa yang telah diketahui mengenai marketing di era modern seperti sekarang.

Dengan memperhatikan alasan utama tumbuhnya industri gaming, kita dapat melihat pola pertumbuhan yang sama dengan digital marketing secara keseluruhan. Setelah kita memahami kondisi ini, akan jauh lebih mudah untuk memanfaatkan potensi industri game.

1. Masa depan gaming ada di mobile

Menurut Go Globe, Mobile Game menyumbang 51% revenue global industri gaming. Angka itu membuat industri mobile gaming jauh lebih tinggi daripada rata-rata pendapatan perkapita negara Costa Rica secara keseluruhan. Variety bahkan mengungkapkan jika gamer usia 18-35 tahun menghabiskan waktu 48 menit setiap harinya untuk bermain game.

Data-data tersebut sangatlah besar dan menarik untuk dipecahkan berbagai brand. Lewat kerja sama dengan seorang influencer gaming yang relevan dengan brand dan produk, kita dapat membangun brand awareness dan meningkatkan presentase leads dengan cepat. Cerita keberhasilan sebuah brand mampu menarik leads fantastis dapat kita ikuti dari Brawl Stars.

Brawls Stars adalah game buatan Supercell. Dalam kampanye marketing peluncuran game ini, Supercell bekerja sama dengan 10 influencer untuk mempromosikan game sebelum diluncurkan resmi ke pasaran. Kesepuluh influencer gaming tersebut berhasil mendapatkan 5 juta registrasi baru setelah mengumumkan tanggal rilis mereka. Semenjak saat itu, game tersebut telah dimainkan banyak influencer dan sekarang menjadi mobile game terpopuler yang dimainkan banyak orang di YouTube.

2. Meningkatnya popularitas kaum wanita di industri gaming

Kalau sebelumnya dunia gaming sering dikaitkan dengan banyak pemain pria, sekarang dunia gaming juga milik perempuan. Sebanyak 45% gamers adalah wanita dan pada kenyataannya, mobile gamers populer adalah wanita paruh baya. Bagi para brand yang ingin memulai kampanye marketing di industri gaming, hal tersebut adalah berita baik. Sejumlah besar Gen X dan Milennial yang online untuk bermain game merupakan golongan yang telah memiliki pendapatan sendiri.

Ambil contoh, duo YouTuber Rose dan Rosie yang memiliki 840.000 pengikut di platform mereka. Keduanya tak hanya membahas topik gaya hidup, tapi juga bermain game lewat seri Let’s Play Games, di mana Rose dan Rosie menyiarkan diri mereka bermain game di live stream untuk penonton setia mereka.

Sementara banyak gamer pria lebih tertarik pada game bergenre balap mobil atau pertarungan, perusahaan yang berfokus pada kebutuhan wanita berkesempatan untuk mencari partner yang memiliki audiens yang lebih beragam.

3. Integritas brand adalah hal yang menarik

Ketika Social Point Games ingin mempromosikan game mereka Monster Legends, mereka memilih influencer gaming Mark Fischbach, alias Markiplier di YouTube. Fischbach dikenal kerap memanfaatkan platform-nya untuk kegiatan sosial. Lewat beberapa kampanye live streaming, ia berhasil mengumpulkan ribuan dolar untuk didonasikan kepada pihak yang membutuhkan termasuk ke organisasi Save the Children. Dengan lebih dari 23 juta subscriber di channel YouTube-nya, ia tentu memenuhi syarat sebagai influencer.

Langkah Social Point Games menggaet Markiplier dinilai tepat, karena perusahaan tersebut dan influencer yang mereka pilih adalah pasangan yang sempurna. Perusahaan tersebut sangat menyadari nilai kesadaran sosial di era modern, memahami bahwa hampir 90% konsumen akan beralih ke brand lain berdasarkan tujuan sosial. Ketika Fischbach mengumumkan dia akan menyumbangkan $10.000 untuk lembaga Miracle Foundation, banyak orang yang tertarik untuk mengecek review-nya terhadap Monster Legends.

Setiap brand tentu ingin dikenal banyak orang. Jika kita dapat menciptakan kesadaran untuk tujuan baik selama kampanye pemasaran, brand akan dengan cepat mendapatkan reputasi yang sangat baik dan membuat para konsumen tertarik. Ini adalah langkah yang tepat membangun kepercayaan dengan audiens baru yang potensial.

Baca Juga: Apa itu Hyperlocal Influencer Marketing

Satu per satu kisah sukses brand bekerja sama dengan influencer gaming di industri gaming punya kesamaan yakni inklusif. Walau marketer dilatih untuk mengejar pasar niche, marketing di industri gaming melibatkan semua orang. Dengan membuat identitas brand yang lebih inklusif dan ramah, kita akan menarik lebih banyak perhatian dan menumbuhkan kepercayaan audiens yang lebih besar terhadap brand.

Siapakah pihak yang tepat untuk membantu mencapai tujuan tersebut? Influencer gaming. Jika kita dapat bekerja sama dengan influencer gaming yang tepat, kita memiliki kesempatan untuk menyukseskan brand dan membuka berbagai bonus di perjalanan dalam mencapai tujuan tersebut.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles