Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Apa itu Hyperlocal Influencer Marketing?

By
MLR
 •
June 24, 2020

Tak bisa dipungkiri lagi jika platform media sosial yang paling diminati di Indonesia adalah Instagram. Masyarakat Indonesia senang menggunakannya kapan pun mereka memiliki waktu luang, mulai dari mengantri bayar di kasir mini market hingga pergi menuju suatu tempat tujuan.

Instagram, beserta Facebook dan Twitter serta sederetan platform baru, telah menjadi lahan yang tepat untuk memasarkan barang atau jasa melalui sosok influencer. Dari sosok-sosok tersebut muncullah taktik pemasaran baru di era digital. Seiring berjalannya waktu, influencer marketing semakin diminati. Beberapa tahun setelahnya, apa yang pernah menjadi alternatif pemasaran taktis berubah menjadi kanal resmi dan utama untuk menggaet konsumen secara daring atau laring.

Baca Juga: Memahami Influencer Marketing

Selagi para pengguna media sosial semakin mengenal pemasaran berbasis influencer atau influencer marketing, muncul kecenderungan lain. Ternyata tak semua influencer dengan pengikut besar berdampak signifikan terhadap kampanye pemasaran yang digagas. Justru influencer micro (dengan kisaran pengikut di angka 10.000 hingga 100.000) dinilai lebih efektif dari segi engagement. Dengan bahasa yang lebih sederhana, influencer micro mampu mendapatkan nilai engagement sekitar 60% lebih tinggi daripada influencer dengan pengikut yang lebih banyak. Alasannya, karena mereka dinilai lebih memahami pengikut mereka serta mendapatkan level kepercayaan yang tinggi. Apalagi jika mereka juga turut menjadi hyperlocal influencer.

Hyperlocal influencer adalah tipe influencer micro yang tak hanya memiliki ketertarikan yang sama dengan sejumlah pengikut mereka, tapi juga yang tinggal di daerah yang sama. Berikut pembahasan lebih lengkap bagaimana mengenali hyperlocal influencer, bagaimana mereka dapat membantu campaign marketing, dan mengapa mereka dianggap sebagai kanal yang penting dalam influencer marketing.

Apa yang membuat Hyperlocal Influencer Marketing berbeda?

Jawabannya sederhana; karena mereka paling vokal dalam menyuarakan pesan di  komunitas mereka. Influencer tipe ini bisa memiliki perkerjaan lain seperti seniman lokal, pekerja relawan, pelatih olahraga, dan sebagainya. Jumlah pengikut influencer tipe ini sangat beragam, biasanya berkisar dari 800 hingga 5.000. Orang-orang ini bukanlah influencer profesional atau bahkan mencoba menjadi seorang influencer. Mereka didefinisikan oleh posisi mereka di sebuah komunitas atau pekerjaan yang mereka miliki.

Yang membuat hyperlocal influencer berbeda adalah kemampuan mereka untuk menyampaikan informasi mengenai brand atau produk pada level yang lebih intim dalam area-area yang kerap diabaikan oleh kampanye berskala besar. Misalnya saja, bayangkan kita memiliki usaha tempat yoga di sebuah kota kecil. Bagaimana cara mempromosikan tempat itu?

Kita bisa menggunakan jasa yogi atau pelatih yoga terkenal di daerah tersebut. Mereka kemudian dapat membagikan informasi ini secara lebih personal ke target pemirsa yang tepat dan memiliki kemungkinan besar akan mencoba tempat yoga tersebut. Ibaratnya, influencer tradisional dengan jumlah pengikut besar adalah pukat memancing, sementara hyperlocal influence marketing merupakan umpan pancingan yang lebih efektif.

Dengan kata lain, influencer dengan jumlah pengikut besar seringkali membagikan informasi ke sejumlah pengikut yang terlalu besar, sementara hyperlocal influencer memastikan informasi brand atau produk disampaikan hanya pada orang-orang yang membutuhkan barang atau jasa yang kita sediakan.

Bagaimana cara memanfaatkan Hyperlocal Influencer secara efektif dalam campaign?

Perumpamaan tempat yoga yang sebelumnya telah dibahas hanyalah satu dari sekian cara lain yang dapat kita gunakan dalam memanfaatkan jasa hyperlocal influencer dalam kampanye pemasaran. Walau demikian, agar lebih efektif, kita juga membutuhkan beberapa perangkat lain ke dalam strategi hyperlocal marketing yang mencakup:

  • Optimisasi Google My Business
  • Strategi kata kunci berbasis lokasi
  • Kontak informasi terkini
  • Konten yang membahas isu lokal
  • Stretegi SEO lokal yang baik dan landing page per daerah yang spesifik

Tentu saja kita tak bisa menaruh harapan seratus persen terhadap beberapa hyperlocal influencer dan berharap hal tersebut dapat berhasil. Tetapi perlu juga memastikan perhatian pemirsa terhadap konten si influencer juga didukung oleh bukti bahwa kita peduli dengan komunitas di mana mereka terlibat.

Untuk merealisasikan hal tersebut, kita butuh membentuk sebuah strategi konten yang mewakili kepedulian komunitas yang disasar. Seperti, meminta influencer-influencer hyperlocal untuk berkontribusi atau merespon konten yang kita buat dapat menjadi strategi yang efektif.

Keberadaan hyperlocal influencer bagi para pengikutnya adalah hal yang penting sebab mereka dapat menginspirasi banyak orang untuk terlibat dalam kampanye marketing yang kita jalankan.

Mereka adalah suara yang dipercayai khalayak ramai, sehingga dan kemungkinan kampanye marketing diabaikan sangatlah minim. Dengan mengajak para influencer ini bekerja sama, maka kita telah menjamin informasi terkait brand menyasar target market yang tepat.

Konsep “Komunitas” dan kata “Lokal” yang bergeser

Walaupun dari sisi geografis, lokasi merupakan elemen penting dari hyperlocal influencer marketing, tetapi jika bicara dari sisi level komunitas lokal, ada pergeseran definisi yang signifikan. Dengan bertambahnya penggunaan pencarian di perangkat komunikasi, konsep komunitas lokal berubah dari "sekelompok orang yang disatukan oleh lokasi yang sama" menjadi "sekelompok orang yang disatukan oleh ketertarikan, hobi, serta pengalaman yang sama". Jika dilihat dari pergeseran definisi tersebut, maka hyperlocal influencer di masa mendatang berkemungkinan besar tak hanya terpatok pada lokasi semata, tapi satu porsi komunitas yang hubungannya sangat erat.

Pernyataan ini didukung oleh sebuah penelitian dari Mitchell yang menemukan jika 74% dari generasi milenial dan Gen Z tidak menentukan definisi “komunitas” hanya berdasarkan letak geografis. Bagi orang-orang yang sebagian besar memiliki kekuatan membeli dalam perekonomian sekarang ini, apa yang disebut “lokal” adalah sebuah tempat di mana sebuah relasi lahir.

Baca Juga: Berbagai Tipe Influencer Marketing Campaign Berdasarkan Tujuan Pemasaran

Meski sekilas kedengarannya hyperlocal marketing merupakan tren yang singkat, yang terjadi justru sebaliknya. Lewat pergeseran kata komunitas lokal yang menembus batasan letak geografis, brand kita dapat membangun hubungan personal yang lebih efektif, langsung menyasar orang-orang yang memiliki ketertarikan tetentu.

Ingin bekerja sama dengan influencer ternama di Indonesia? Silakan klik link berikut!

Feature Image by Priscilla Du Preez on Unsplash

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles