Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Bagaimana Cara Mengukur Keberhasilan Social Media Marketing Secara Efektif?

By
iMarketology
 •
May 26, 2020

Membuat kampanye pemasaran melalui media sosial merupakan salah satu hal penting yang perlu dilakukan oleh marketers. Alasannya, karena melalui media sosial, brand dapat berkomunikasi secara dua arah dengan para audiensnya, hingga mencapai beragam objektif yang dibutuhkan demi mengembangkan bisnis mereka.

Namun agar mengetahui apakah kampanye pemasaran melalui media sosial tersebut berjalan efektif atau tidak, maka para marketers harus bisa mengukur kesuksesannya. Lalu bagaimana cara mengukur keberhasilannya?

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Dua tipe pengukuran keberhasilan kampanye pemasaran lewat media sosial

Ada dua tipe pengukuran keberhasilan kampanye pemasaran lewat media sosial, yaitu:

1. Ongoing Analytics

Ongoing analytics berguna bagi brand agar selalu dapat mengikuti perkembangan dan pembicaraan audiens di media sosial. Dengan begitu kita dapat mengetahui bagaimana tanggapan masyarakat terhadap kampanye yang dijalankan.

2. Campaign-Focused Metrics

Campaign-Focused Metrics berguna bagi brand dalam memahami dampak dari kampanye pemasaran yang dilakukan. Dengan melakukan metode ini, membuat para pemasar dapat mengetahui apakah campaign yang mereka jalankan tersebut berhasil mencapai objektif yang telah ditentukan atau tidak.

Dan agar brand dapat mengukur secara efektif keberhasilan dari kampanye marketing yang mereka jalankan, maka mereka perlu untuk menggabungkan kedua metode pengukuran ini.

Baca Juga: Durasi dan Tipe Video Pemasaran yang Efektif di Media Sosial

5 langkah untuk mengukur keberhasilan

1. Tentukan tujuan yang ingin dicapai

Sebelum memulai segala aktivitas kampanye pemasaran lewat media sosial, sebaiknya brand terlebih dahulu menentukan tujuan-tujuan apa yang ingin dicapai. Misalnya, apakah ingin meningkatkan brand awareness ? Atau, malah mendorong penjualan ?

Langkah berikutnya, brand juga perlu menentukan channel media sosial apa saja yang akan mereka gunakan dalam kampanye pemasaran yang dijalankan.

Dalam menentukan channel ini, brand perlu mengidentifikasi dengan jeli kira-kira media sosial mana yang benar-benar dapat efektif untuk mencapai objektif yang telah mereka tentukan. Karena semakin banyak jenis media sosial yang dipakai, maka akan semakin bertambah pula sumber daya finansial, manusia, dan waktu yang diperlukan untuk melakukan kampanye pemasaran tersebut.

Kemudian, penting pula bagi brand untuk membuat daftar yang berisi hal-hal yang ingin mereka capai dari setiap usaha atau aktivitas yang mereka lakukan di media sosial. Karena tentunya banyak hal yang akan dilakukan brand melalui media sosial yang mereka kelola, seperti; mempublikasikan berita dan informasi, berkomunikasi dua arah dengan audiens, membentuk komunitas, dan lain sebagainya.

2. Menentukan ukuran

Setelah menentukan tujuan, langkah berikutnya adalah menentukan keberhasilan pencapaian objektif.

Sebagai contoh:

Apabila ingin mengetahui tingkat awareness, maka brand bisa menggunakan pengukuran seperti pertumbuhan jumlah pengikut (followers), jangkauan konten di media sosial (reach), eksposur konten di media sosial (views), dan lain sebagainya.

Apabila ingin mengukur tingkat keterlibatan audiens (engagement) di media sosial, maka jumlah like, komentar, dan share bisa digunakan sebagai ukuran.

Tentunya, semua ukuran di media sosial yang digunakan seperti jumlah followers, like, komentar, share dan lain sebagainya masih valid digunakan apabila brand tidak pernah membeli follower dan keterlibatan followers media sosialnya. Sehingga semua terjadi secara organik.

3. Melakukan pengukuran

Dalam melakukan pengukuran ini, brand dapat melihatnya dengananalytics tools yang telah disediakan secara gratis oleh masing-masing platform media sosial yang digunakan. Namun, apabila masih merasa kurang dengan fitur yang disediakan oleh platform media sosial tersebut, brand bisa juga menggunakan berbagai layanan berbayar yang mungkin menyediakan fitur analisis yang lebih lengkap.

4. Melakukan pengawasan dan pelaporan

Setelah itu, hal yang perlu dilakukan oleh brand dalam mengukur efektivitas kampanye pemasaran ini adalah dengan rutin melakukan pengawasan dan pelaporan.

Ada dua hal penting yang harus terjawab atau tersajikan pada laporan tersebut, yaitu:

  • Bagaimana hasil pengukuran pada laporan tersebut dibandingkan dengan target yang diharapkan tercapai?
  • Bagaimana hasil pengukuran pada laporan tersebut dibandingkan dengan hasil pengukuran kompetitor?

5. Melakukan penyesuaian dan kembali ke langkah pertama

Langkah terakhir yang penting dilakukan adalah melakukan identifikasi dan menganalisis kampanye pemasaran yang dijalankan. Sehingga dapat mengetahui hal-hal apa yang membuat kampanye tersebut berhasil dan bagian mana dari kampanye tersebut yang tidak memiliki performa yang baik. Dengan begitu, brand dapat melakukan penyesuaian yang diperlukan pada kampanye pemasaran berikutnya dan kemudian kembali ke langkah pertama.

Beberapa hal yang perlu diidentifikasi dalam tahap ini antara lain:

  • Apakah tujuan - tujuan yang ditentukan sudah tepat?
  • Apakah ukuran - ukuran yang ditentukan untuk mengukur keberhasilan pencapaian tujuan sudah tepat?
  • Apakah konten - konten digital yang digunakan sudah tepat untuk mendukung pencapaian tujuan kampanye pemasaran?

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles