Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Berbagai Tipe Influencer Marketing Campaign Berdasarkan Tujuan Pemasaran

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 26, 2020

Jika bicara soal pemasaran suatu produk, salah satu hal atau pilihan yang saat ini sedang hangat adalah influencer marketing. Strategi pemasaran ini sendiri tercatat penting dan relevan, terutama jika kegiatan pemasaran berada di tahap menarik awareness dari target yang disasar.

Karakteristik influencer media sosial sebagai channel sementara ini terbukti ampuh untuk memperkenalkan brand, bahkan membuat audiens si influencer melakukan aksi tertentu yang diharapkan.

Tapi, akan disayangkan jika kita menggunakan strategi ini hanya sekadar ikut-ikutan, sehingga tidak mendapatkan hasil optimal. Maka itu, kita perlu mengidentifikasi tujuan pemasaran secara matang, agar campaign yang dijalankan tidak salah langkah, dan mencapai hasil yang diharapkan.

Terkait hal itu, ada beberapa tipe influencer marketing yang bisa kita maksimalkan, sesuai dengan hasil akhir yang diharapkan.

Baca Juga: Memahami Influencer Marketing

Tujuan: Meningkatkan Brand Awareness

Channel Takeover

Soal ini, biasanya kita bekerja sama dengan puluhan, bahkan ratusan influencer untuk menyebarkan beragam pesan unik, hingga seolah-olah berbagai channel media sosial itu diambil alih oleh brand.

Tujuan dari strategi ini adalah untuk bisa meningkatkan kemungkinan menjangkau sasaran audiens yang lebih luas lagi. Di sisi lain, tipe ini juga bisa mengusik rasa penasaran masyarakat untuk mencari tahu lebih banyak tentang campaign yang berlangsung, sehingga makin banyak orang yang lebih mengenal brand atau apapun yang ditawarkan dalam kegiatan pemasaran terkait.

Contoh brand yang melakukan channel takeover ini adalah Shopee. Dalam campaign bertajuk "10/10 Big Discount Sale" itu, mereka bekerja sama dengan 200 influencer dan menghasilkan lebih dari 300 konten bersponsor di Instagram. Beragam konten itu pun mencapai hasil memuaskan.

Memahami Influencer Marketing

Creative Challenge

Pernah dengar "Keke Challenge"? Aktivitas itu diikuti banyak orang di media sosial. Sekarang, bayangkan jika brand Anda yang melangsungkan challenge itu, dan diikuti bahkan sampai jutaan pengguna media sosial. Tentu kita mendapatkan keuntungan dari banyaknya orang yang mengenal dan membicarakan campaign tersebut.

Manfaat lain yang bisa didapatkan juga, kita mempunyai konten yang juga lebih banyak dari yang kita bayarkan, akibat efek bola salju yang berlangsung. Misal, konten yang dibuat infuencer itu diikuti oleh beragam konten dari followers-nya, dan diikuti lagi oleh orang lain yang mengikuti followers si influencer, dan seterusnya.

Walau begitu, menjalankan creative challenge juga punya tantangannya sendiri. Kita mesti jeli dalam hal memilih influencer yang tepat untuk kegiatan ini, atau influencer yang mampu mengajak dan meyakinkan followers untuk juga mengikut tantangan yang ditawarkan.

Contoh campaign seperti ini adalah Fanta Orange, yang bersama 10 influencers membuat konten video dengan tema, "Seberapa jauh yang akan Anda lakukan untuk merasakan Fanta?" Hasilnya, manarik partisipasi masyarakat dan memperoleh tingkat keterlibatan (engagement) tinggi.

Memahami Influencer Marketing

Emotional Storytelling

Cara lain adalah menangkap perhatian audiens dengan mengangkat beragam kisah emosional. Keunggulan dari tema konten ini adalah, cerita yang disampaikan influencer bisa membuat calon konsumen melibatkan perasaannya, dan akhirnya lebih percaya dengan pesan yang disampaikan.

Tantangan campaign ini adalah mendapatkan influencer yang bisa menceritakan kisah tertentu dengan sangat baik, dan mengaitkannya dengan brand terkait secara relevan.

Klik disini untuk bekerjasama dengan Influencer terbaik di Asia Tenggara

Tujuan: Brand Building

Product Placement

Di sini, kita bekerja sama dengan influencer untuk mereka mengungkapkan kisah secara unik, dan mengemas pesan pemasaran yang ingin disampaikan ke dalam cerita yang familier bagi sasaran audiensnya.

Contoh konten pada campaign ini, posting foto atau video yang menggambarkan aktivitas sehari-hari influencer, dengan sisipan brand atau produk tertentu. Atau bisa juga dengan membuat konten berdasarkan topik-topik dari bidang yang sudah dipercaya sebagai bagian melekat dari si influencer, oleh followers mereka.

Penerapan product placement yang sukses pernah dilakukan Johnson & Johnson saat mempromosikan produk Acuvue. Mereka berkolaborasi dengan 6 (enam) influencer yang menceritakan kesehariannya, dengan produk Acuvue sebagai bagian di dalamnya. Hasilnya adalah rasio engagement yang diharapkan bisa dicapai dengan model ini.

Memahami Influencer Marketing

How-To's

Manfaat yang bisa didapatkan dari tipe ini adalah memberikan brand kesempatan untuk bisa lebih mudah ditemukan calon konsumen; karena pada dasarnya, banyak pengguna internet senang dan sering mencari video cara melakukan sesuatu, atau how-to dari produk tertentu yang mereka incar.

Tujuan: Product Consideration

Guides & Review

Model ini kurang lebih mirip dengan tipe how-to, hanya saja lebih mendalam. Cara ini juga tercatat cukup efektif mengkonversi calon konsumen, karena natur kontennya yang bermanfaat untuk audiens. Apalagi jika pesan pada konten ini disampaikan oleh influencer, dengan cara komunikasi yang mudah dipahami banyak orang.

Campaign ini pun dijalankan Olay Regenerist dengan baik. Dalam kurun waktu 6 bulan, mereka membangun kerja sama dengan influencer dari kalangan selebriti, untuk memberikan ulasan produk dan manfaatnya lewat akun media sosial mereka.

Memahami Influencer Marketing

Promos

Banyak orang pada dasarnya suka dengan penawaran promo; karena mereka bisa mendapatkan atau membeli sesuatu yang diinginkan dengan harga yang relatif lebih murah, atau ada benefit tambahan. Hal ini pula yang membuat tipe campaign ini pas untuk menarik audiens agar segera membeli produk yang dipromosikan.

Keunggulan lainnya dari tipe ini adalah, ROI lebih mudah diukur lewat kode unik atau tautan yang diikutsertakan dalam kontennya. Contohnya, seperti konten promo yang digelontorkan Air Asia saat mempromosikan free seat melalui 42 influencer. Ada setidaknya 42 foto, 30 Instagram Stories, dan 6 video yang beredar untuk mengajak masyarakat membeli tiket promosi Air Asia tersebut.

promos

Baca Juga: Manfaat Influencer Marketing bagi Industri Fashion

Agar bisa memaksimalkan influencer marketing campaign, kita perlu mengidentifikasi dulu apa tujuan yang diharapkan, sehingga kita bisa dengan mudah menentukan tipe konten seperti apa yang efektif menjangkau audies yang disasar.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles