Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Manfaat Menjadikan Media Sosial sebagai "Telinga" Brand

By
Dimas Gityandraputra
 •
June 5, 2020

Biasanya brand memanfaatkan channel media sosial sebagai corong untuk mengomunikasikan pesan mereka. Misalnya saja, konten digunakan untuk menyampaikan informasi seputar perusahaan, event, atau artikel terbaru. Atau media sosial tersebut digunakan untuk menjaga hubungan dengan para audiens dan pelanggan.

Beberapa hal di atas memang merupakan manfaat yang bisa didapat brand dalam menggunakan media sosial sebagai media penyampai pesan. Tetapi bukan hanya dapat digunakan untuk menyebarkan informasi, ada juga berbagai manfaat penting lain yang ditawarkan media sosial selain sebagai sarana untuk menyampaikan pesan.

Tidak hanya berfungsi sebagai “mulut”, media sosial juga dapat menjadi “telinga” brand. Sehingga fungsi lain dari media sosial yakni bukan hanya untuk menyebarkan informasi tetapi sebaliknya justru menarik informasi dan data. Dan tujuan utama menjadikan media sosial sebagai “telinga” adalah untuk mendapatkan beragam insight menarik seputar pelanggan atau pun industri.

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Dan beberapa insight yang bisa didapatkan brand melalui media sosial antara lain:

Reaksi pelanggan

Banyak pelanggan yang memberikan komentar atau review mereka ketika menggunakan suatu produk atau jasa lewat media sosial. Lewat konten pelanggan tersebut, brand dapat mengetahui seperti apa kualitas dari produk atau jasa yang mereka tawarkan tersebut dan bagaimana reaksi pelanggan setelah menggunakannya, apakah senang atau kecewa. Hal ini dapat menjadi insight yang menarik untuk perkembangan brand ke depannya. Karena menjadi tahu apa yang perlu dipertahankan dan apa yang perlu mereka evaluasi.

Bukan hanya itu, berdasarkan engagement di media sosial, kita bisa mengetahui konten seperti apa yang menarik minat audiens dan juga mana yang tidak disukai. Memang ada banyak faktor yang menentukan mengapa konten disukai atau tidak disukai, misalnya, dari segi topik, angle, format, atau juga waktu penayangan yang kurang tepat, namun seiring berjalannya waktu, dengan mengumpulkan beragam data, maka kita dapat menjadi tahu konten apa yang benar-benar disukai audiens ataupun yang perlu kita hindari.

Dengan begitu, kita dapat membentuk strategi content marketing dengan lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan ataupun keinginan pelanggan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap brand.

Tren yang dibicarakan pelanggan

Bukan hanya reaksi pelanggan, dengan memantau media sosial kita juga bisa menjadi tahu tren apa yang sedang berkembang di tengah masyarakat dan yang sedang mereka bicarakan.

Tujuan utama memantau media sosial adalah untuk mengenal lebih jauh siapa sebenarnya para pelanggan. Dengan mengetahui apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan pelanggan, brand bisa menemukan formula konten atau pesan yang tepat sehingga dapat diterima oleh audiens yang tepat pula.

Dengan begitu, konten yang disajikan tadi dapat lebih efektif, baik itu dari sisi produksi atau distribusi, dan membuat semakin banyak audiens yang tertarik dengan brand terkait, juga produk atau jasa yang ditawarkan. Dan hal ini akan membantu brand dalam mengembangkan bisnis yang dijalaninya.

Mengetahui perkembangan kompetitor

Tentu di dalam industri, kita bukanlah satu-satunya brand yang menawarkan suatu produk atau jasa, tetapi banyak pula kompetitor di luar sana yang menawarkan hal yang serupa. Melalui media sosial, kita dapat mengetahui berbagai kegiatan yang dilakukan oleh kompetitor dan konten apa yang mereka tayangkan.

Lebih jauh, kita dapat mempelajari konten seperti apa yang berhasil ataupun gagal dalam menarik engagement. Dengan begitu, nantinya kita dapat menghindari kesalahan serupa yang dilakukan kompetitor.

Mengetahui berita-berita terbaru seputar industri

Selain digunakan untuk menyebarkan berita, media sosial juga memiliki fungsi untuk mendapatkan informasi terbaru. Kita mungkin dapat melihat tren melalui akun influencer atau portal berita terpercaya yang bergerak pada industri terkait, dan dapat menggunakan topik tersebut untuk mengembangkan konten sehingga dapat menarik perhatian masyarakat.

Setelah “mendengar” tren dan topik terhangat, brand dapat menyajikan konten yang sesuai dengan topik tersebut. Dari situ, brand dapat dianggap expertise dan up-to-date karena menyajikan topik yang relevan secara cepat dan tanggap. Hal ini juga dapat menambah kepercayaan masyarakat karena brand dianggap memahami kondisi terbaru dari industri.

Baca Juga: Perbedaan Social Media Monitoring dan Social Media Listenting

Sebelum menyajikan konten pada media sosial, brand dapat terlebih dahulu menjadikan media sosial sebagai "telinga" untuk mengetahui beragam informasi bahkan sampai kebutuhan masyarakat. Setelah itu, kita dapat membuat konten secara tepat dan meningkatkan peluang untuk menarik perhatian masyarakat sehingga dapat membantu perkembangan bisnis yang dijalani.


Feature Image: Austin Distel on Unsplash

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles