Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Hal yang Penting Diperhatikan Brand Ketika Menyasar Ibu Milenial

By
GetCraft
 •
May 19, 2020

Terjemahan dari Artikel: Marketing to Millenial Mom: A Guide For Content Marketers

Ketika menggambarkan milenial, biasanya kita akan membayangkan seseorang pada usia 20-an, hobi traveling dan senang berfoto selfie untuk ditayangkan lewat akun Instagram.

Memang banyak deskripsi yang akan kita jabarkan ketika berbicara mengenai milenial, tetapi biasanya kita tidak mendeskripsikan mereka sebagai orangtua. Padahal, usia tertua milenial saat ini sudah mencapai 40 tahun, dan tidak mengejutkan jika mereka sudah menjadi orangtua. Dan pada kenyataannya, saat ini 20% ibu adalah milenial.

Sebagai salah satu grup demografis yang paling didambakan dalam dunia marketing modern, para ibu milenial ini sering disalahpahami oleh para brand.

Untuk berkomunikasi secara efektif dengan mereka, marketers perlu memahami bahwa target pasar satu ini berbeda dengan generasi ibu sebelumnya.

Baca Juga: Memahami Influencer Marketing

Tetapi perilaku apa yang benar-benar membedakan antara ibu milenial dan generasi ibu sebelum mereka?

Sama seperti masyarakat yang tumbuh di generasi ini, ibu milenial lebih sedikit menghabiskan waktu mereka pada channel-channel tradisional dan lebih senang mengeksplor dunia digital.

Momsourcing adalah cara mereka mendapatkan informasi

Salah satu hal yang ingin dilakukan oleh wanita setelah melahirkan adalah bersosialisasi. Tetapi bagi para ibu milenial, media sosial merupakan kehidupan sosial mereka.

Mereka merasa nyaman menggunakan media sosial karena dapat membantu pola asuh mereka. Melalui media sosial tersebut, ibu milenial dapat menghabiskan waktu secara online untuk bersosialisasi dengan teman-teman mereka, menanyakan nasihat dari para ibu lainnya, mencari bantuan, serta mendapatkan tips dan inspirasi.

Bahkan saat ini ada istilah yang disebut momsourcing, ketika para ibu memanfaatkan channel-channel online untuk mencari jawaban atas permasalahan yang mereka hadapi dari para ibu lainnya.

Banyak komunitas seperti; situs, Facebook Group, Influencer Group dan Event Organizer yang dibangun untuk memberikan jawaban atas segala kebutuhan dari para ibu milenial. Dan lewat komunitas online, mereka bukan hanya mencari dukungan moral tetapi juga petunjuk dalam keputusan pembelian.

Di sisi lain, para ibu milenial juga merupakan decision-influencers. Mereka kerap memberikan opini dan rekomendasi untuk teman-teman terdekat mereka.

Untuk itu, agar brand dapat mendekatkan diri dengan para ibu milenial, salah satu caranya adalah dengan ikut bergabung pada percakapan antar ibu milenial ini.

Google adalah sahabat ibu milenial

Bagaimana caranya seorang ibu bisa mendapatkan informasi ketika mereka perlu mencari berbagai topik? Mulai dari cara menyusui sampai ilmu-ilmu sains yang dapat membantu anaknya? Bagaimana mereka memilih sumber yang terpercaya? Konten seperti apa yang cocok dengan mereka?

Berdasarkan laporan, 2014 Millennial Mom Report, ada 3 kualifikasi yang dapat memenangkan perhatian ibu milenial:

  • SANGAT MEMBANTU. “Saya dapat melakukannya sekarang, terima kasih atas bantuannya.”
  • EMOSIONAL. “This is so me! Saya pernah merasakannya!” Para ibu senang ketika brand memahami meraka.
  • BERMAKNA. Para ibu menyukai brand yang menyebarkan nilai yang sama dengan mereka (apakah itu menggunakan bahan-bahan organik, eco-friendly, atau memberikan support pada hal-hal yang menjadi perhatian mereka seperti edukasi, kebersihan, dan lain-lain).

Lalu apa yang dapat dilakukan brand?

Membuat para ibu milenial ini merasa nyaman. Hibur mereka dan perlihatkan kepada mereka bahwa brand kita dekat dengan mereka.

Kita dapat mengembangkan produk atau aplikasi yang dapat membantu dan memudahkan mereka. Kita dapat membantu agar mereka dapat menemukan opsi yang lebih sehat dan lebih aman bagi anak-anak mereka.

Ibu milenial tidak masalah dengan branded content

Ibu milenial merasa tidak masalah ketika melihat konten-konten bersponsor, khususnya yang dapat membantu menjawab pertanyaan mereka. Karena mereka kerap mencari petunjuk mulai dari hal-hal yang serius seperti cara menyusui sampai hal-hal seperti "bagaimana membuat anak saya sendawa.” Dan mereka terus mencari orang-orang yang dapat membantu mereka dan juga senang mendengar pengalaman mereka.

Berdasarkan fakta dari Google, 3 dari 4 orangtua milenial senang menonton video dari brand atau perusahaan melalui YouTube ketika mencari petunjuk seputar topik parenting.

Maka itu, penting bagi brand untuk dapat menjadi thought leader bagi para ibu milenial. Brand perlu berkomunikasi mengenai bidang keahlian mereka dan memastikan bahwa para audiens dan mesin pencari mengetahui bahwa kita memang ahli di bidang tersebut.

Marketing modern dapat membantu keputusan pembelian dari para ibu milenials

Bagi para ibu milenial, keamanan dan kenyamanan adalah prioritas utama mereka ketika membuat keputusan untuk membeli sesuatu.

Mereka akan mencari produk yang telah terbukti aman untuk digunakan dan dikonsumsi, tetapi mereka juga cenderung pemilih terhadap brand yang ingin mereka beli.

Bagaimanapun, brand perlu untuk memberikan fitur keamanan dan kenyamanan agar bisa mendapatkan loyalitas dari para ibu milenial. Dan hal yang perlu diingat oleh brand, bahwa loyalitas dari para generasi milenial itu berdasarkan pengalaman mereka dan bukan berdasarkan suatu brand tertentu. Karena itu, brand perlu untuk memberikan keamanan dan kenyamanan tersebut secara berkelanjutan. Tetapi, karena kenyamanan adalah prioritas, dan ibu milenial merupakan pengguna e-commerce, maka hal ini menjadi sedikit tricky bagi para marketers.

3 dari 4 ibu milenial melakukan pembelian online

Dalam perdagangan tradisional, konsumen potensial akan pergi ke toko dan mengevaluasi produk dengan cara mencobanya, dan bertanya pada staf toko. Dari situ mereka akan mendapatkan informasi dan keputusan apakah akan membeli produk terkait atau tidak.

Namun, di dunia e-commerce, tidak ada toko fisik yang bisa memberikan informasi-informasi mendetail seperti itu. Karenanya, konten memiliki peranan penting agar para ibu muda tersebut dapat memiliki keputusan apakah tertarik untuk membeli atau tidak.

Selain itu, konten juga dapat membantu calon konsumen untuk mengevaluasi produk tanpa harus pergi ke toko. Maka, penting bagi brand untuk membuat sebuah konten yang menarik agar dapat menjadi jembatan antara calon pembeli dengan brand. Tugas marketers adalah membuat konten secara cerdik agar dapat membantu pelanggan memilih supaya mau membeli produk yang ditawarkan.

Baca Juga: Bagaimana Cara Brand Parenting Memanfaatkan Influencer Marketing

Apapun kampanye marketing yang dijalankan, penting bagi kita untuk mencari kreator konten yang tepat. Dan GetCraft dapat membantu Anda untuk terhubung dengan jejaring kami yang memiliki kreator-kreator berkualitas seperti, penulis, videografer, fotografer, desainer, influencer, publisher dan lain-lain.

Kunjungi Marketplace GetCraft


You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles