Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Tips SEO Setelah Revamp Situs Web

By
iMarketology
 •
May 19, 2020

Di era digital saat ini, memiliki situs web resmi sudah menjadi keharusan bagi brand. Dan situs tersebut perlu rutin diperbarui sesuai tren desain terkini, perkembangan kebutuhan brand dan pengunjung situs. Kegiatan memperbarui situs web itu kerap disebut website revamp atau redesain situs web.

Semua konten yang tersaji pada halaman - halaman web sebuah situs web biasanya dikenali oleh mesin pencarian secara otomatis, namun bisa juga didaftarkan secara sengaja dan manual di mesin pencarian oleh pengelola situs web. Oleh karena itu, dengan beberapa kata kunci yang relevan, halaman - halaman web pada situs web tersebut akan muncul pada halaman - halaman hasil pencarian mesin pencarian (Search Engine Result Pages atau SERPs).

Baca Juga: Kapan Saat yang Tepat untuk Melakukan Revamp Website?

Dengan melakukan optimasi mesin pencarian (Search Engine Optimization atau SEO), halaman-halaman website pada umumnya akan muncul pada peringkat yang lebih tinggi pada mesin pencarian seperti Google dibandingkan tanpa melakukan SEO.

Dan dengan melakukan redesain situs pasti sedikit atau bahkan secara keseluruhan mempengaruhi hasil SEO pada situs web yang lama. Namun, bagaimana caranya untuk mempertahankan hasil SEO pada situs web yang lama setelah melakukan redesain situs web?

Lakukan audit SEO

Setelah selesai melakukan redesain situs brand,  kita perlu melakukan audit SEO ulang dengan menggunakan SEO Monitor Tool gratis atau berbayar. SEO Monitoring Tool berbayar tentu memiliki fitur yang lebih lengkap dan hasil yang lebih akurat dibandingkan yang gratis.

SEO Monitor Tool pada umumnya bisa menunjukkan hal-hal apa saja pada situs yang perlu diperbaiki dalam rangka mendapatkan peringkat setinggi mungkin untuk halaman-halaman situs tersebut pada hasil pencarian mesin pencarian.

Daftarkan perubahan alamat URL halaman web

Apabila ada alamat URL yang berbeda antara halaman-halaman web yang lama dengan yang baru, namun memiliki tema yang sebenarnya sama, maka perubahan URL tersebut harus didaftarkan ke mesin pencarian menggunakan 301 redirects. Hal ini perlu dilakukan agar halaman web yang baru tersebut bisa mewarisi hasil SEO dari halaman yang lama.

Hal ini juga berguna untuk mempertahankan backlinks dari situs web yang lama.

Evaluasi hasil redesain

Beberapa minggu setelah redesain situs web selesai dan situs web baru telah dipublikasi perlu dilakukan evaluasi dan dibandingkan dengan situs web yang lama. Hal ini bisa dilakukan dengan bantuan Google Analytic dan Google Search Console.

Apabila bounce rates pada halaman-halaman web situs web yang baru ternyata lebih tinggi dari yang lama, maka perlu dilakukan perbaikan ulang.

Peringkat halaman-halaman situs yang baru pada hasil pencarian mesin pencarian juga harus diperhatikan. SEO Monitoring Tool bisa membantu untuk melakukan hal ini. Peringkat halaman-halaman web yang baru tentunya harus sama atau bahkan lebih tinggi daripada yang lama. Apabila peringkat situs web yang baru ternyata lebih rendah dari yang lama, maka perlu dilakukan perbaikan ulang berdasarkan hasil audit menggunakan SEO Monitoring Tool.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles