Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Taktik Menarik Perhatian Konsumen di Ajang Harbolnas

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 26, 2020

Salah satu event digital paling ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia adalah Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional). Karena di hari itu, banyak brand banting harga di saluran e-commerce, hingga membuat konsumen tergiur mendapatkan berbagai produk yang mereka idam-idamkan. Bahkan ada pula beberapa orang yang sampai menyiapkan dana dari jauh-jauh hari demi bisa belanja di ajang Harbolnas.

Pada 2017 lalu, acara Harbolnas tercatat menghasilkan transaksi sampai 4,7 triliun rupiah, atau meningkat 42 persen dari 2016 (yang hanya 3,3 triliun rupiah). Karena antusiasme masyarakat itu, para brand jadi mendapat tantangan menentukan kegiatan marketing, konten, dan strategi media yang tepat untuk memanfaatkan momen ini, dan bisa menjual produk sebanyak-banyaknya.

Hal itu juga yang jadi alasan GetCraft mengangkat topik “Unlocking The Winning Marketing Strategy fot Harbolnas 2018” pada Jakarta Content Marketing Meetup (JCMM), yang berlangsung di Conclave, Wijaya, Jakarta, pada 19 September 2018 kemarin.

Memahami Apa itu Content Marketing

Baca juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Strategi yang paling sering diterapkan brand pada kegiatan Harbolnas adalah memberikan diskon besar-besaran dan juga special offer pada pelanggan. Walau terkesan mengundang, ternyata dua strategi itu saja belum cukup. Karena, seperti diungkapkan Aditya Jamaludin, Chief Marketing Officer Fabelio.com, "Special promo itu penting, tapi untuk bisa mengkonversikannya ke dalam penjualan, kita butuh traffic." Dan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaring traffic adalah mengoptimalkan konten.

Konten memiliki peranan cukup penting dalam strategi marketing untuk menghadapi Harbolnas. Karena melalui konten yang disajikan, masyarakat luas berpeluang lebih besar untuk mengenal produk, atau apapun yang ditawarkan oleh brand di tengah Harbolnas. Menurut Chandra Marsono, Co-Founder dan CEO KRAVTD Media, ada tiga jenis konten yang efektif menarik minat masyarakat terkait Harbolnas:

1. Influencer Discovery

Konten yang disajikan bisa berupa "Casual High Traffic Videos". Pada konten ini, brand bisa bekerja sama dengan influencer media sosial untuk membuat video yang menampilkan si influencer sedang menggunakan, memuji, atau sekadar menyebutkan produk yang ingin dipromosikan.

Konten yang disajikan bisa berbentuk soft selling, dan berfungsi lebih untuk meningkatkan awareness pada calon konsumen terkait produk ataupun penawaran yang dipromosikan.

2. Influencer Review

"Specific Review Videos" merupakan contoh konten berikutnya yang layak dipertimbangkan untuk menarik minat audiens terkait produk yang ditawarkan. Melalui konten tipe review yang dilakukan, terutama oleh influencer yang terpercaya, konten tersebut punya kekuatan untuk meyakinkan calon konsumen dari informasi tentang ragam kegunaan produk tertentu.

Menurut Chandra, waktu terbaik untuk menayangkan konten model ini adalah sekitar dua minggu sebelum Harbolnas berlangsung.

3. Zero Moment of Truth (ZMOT)

Seorang pemasar bisa menampilkan konten "Last Minute Endorsement and Offers" yang berisi video pendek tentang keberhasilan seseorang ketika menggunakan produk tertentu yang ditawarkan. Pada konten tersebut kita bisa menambahkan call-to-action, agar calon pelanggan dapat melakukan aksi lanjutan setelah melihat konten tersebut. Menurut Chandra, biasanya, satu hari sebelum Harbolnas tercatat sebagai waktu terbaik untuk konten ZMOT.

Tidak dapat dipungkiri, konten memang salah satu alat yang memainkan peran sentral untuk mendukung kegiatan marketing pada Harbolnas. Melalui konten ini juga para marketers lebih berpeluang mencatat conversion rate yang diharapkan. Rizkie Maulana, Head of E-Commerce L'oreal menyatakan, "Meningkatkan rasio konversi sebenarnya bisa sangat murah. Yang dibutuhkan itu effort untuk membuat konten yang berkualitas tinggi."

Memahami Apa itu Content Marketing

Memahami pengalaman konsumen

Selain konten, hal lain yang juga penting diperhatikan para pemasar agar produk mereka dilirik konsumen pada ajang Harbolnas adalah dengan mengetahui apa saja yang pernah mereka alami ketika berbelanjan di ajang Harbolnas.

Misal, pada Harbolnas sebelumnya, ternyata banyak masyarakat yang mendapatkan pengalaman kurang menyenangkan ketika berbelanja; seperti merasa tertipu karena diskon palsu.

Untuk bisa tetap mendapatkan kepercayaan publik dan dipertimbangkan sebagai saluran berbelanja terpercaya pada Harbolnas, "Berikan pengalaman menyenangkan ketika konsumen berbelanja online," ujar Yhanuar Purbokusumo, Strategy Director dari Mirum.

Salah satu caranya adalah membuat situs dan saluran berbelanja memiliki navigasi yang mudah digunakan oleh konsumen. Selain berpengaruh pada kepercayaan publik, pengalaman berbelanja yang mudah dan menyenangkan bisa meningkatkan konversi, dan bahkan pemasukan. "User interface (UI) dan user experience (UX) itu berpengaruh besar pada conversion rate," kata Rizkie Maulana dari L'oreal.

Baca juga: Perubahan Pola Perilaku Orangtua Modern dan Cara Membangun Konten yang Kena Sasaran

Dan tak kalah penting, untuk bisa mencuri perhatian konsumen pada ajang Harbolnas, salah satu kuncinya adalah, "Mengetahui value proposition dari brand yang kita miliki, dan bisa mengeksekusinya ke dalam campaign yang istimewa," tandas Yhanuar Purbokusumo dari Mirum.

Memahami Apa itu Content Marketing

Kunjungi Marketplace GetCraft

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles