Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Hal-Hal Penting yang Harus Diketahui tentang SEO

By
iMarketology
 •
May 19, 2020

93% pengguna internet di seluruh dunia menggunakan mesin pencarian seperti Google, untuk mencari informasi yang mereka butuhkan. Dan halaman pertama pada mesin pencarian memiliki kesempatan 33% untuk di klik oleh para pengguna. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya bagi brand memiliki situs yang berada pada peringkat atas mesin pencarian berdasarkan kata kunci yang ditargetkan.

Dan untuk bisa mendapatkan dan mempertahankan peringkat atas pada mesin pencarian tersebut, marketers perlu melakukan optimasi mesin pencarian (search engine optimization atau SEO)

Baca Juga: 5 Tips Memaksimalkan SEO Bagi Situs Brand

Apabila anggaran digital marketing memungkinkan, SEO harus dilakukan pada situs yang dikelola. Melakukan SEO ibarat membeli rumah dan melakukan perawatan atas rumah tersebut. Sedangkan memasang iklan pada mesin pencarian adalah ibarat menyewa rumah.

Mengingat besarnya anggaran yang diperlukan untuk melakukan SEO, maka brand juga perlu mengetahui sejarah evolusi SEO dan kesalahan-kesalahan umum yang kerap terjadi dan harus dihindari.

Evolusi SEO

Sama halnya dengan semua teknologi lainnya yang selalu mengalami perkembangan, SEO pun mengalami evolusi seiring berjalannya waktu. Algoritma dan kebijakan perusahaan pengelola mesin pencarian yang selalu mengalami perubahan memaksa SEO berevolusi untuk menghadapi perubahan-perubahan tersebut.

Pada prinsipnya, perusahaan pengelola mesin pencarian selalu mengubah algoritma dan kebijakan untuk menyajikan hasil pencarian yang lebih relevan dengan kata kunci dan terbaik bagi para pengguna mesin pencarian.

Sebagai contoh, apabila pengguna mesin pencarian memasukkan kata kunci “apple” pada mesin pencarian, maka mesin pencarian harus pandai “menebak” bahwa “apple” yang dimaksud adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan Apple.Inc atau buah “apple”.

Era kata kunci (1991-2000)

Algoritma awal mesin pencarian, seperti Yahoo dan Google, belum terlalu kompleks pada masa itu. Secara prinsip, algoritma mereka hanya bekerja untuk menampilkan halaman-halaman web pada hasil pencarian berdasarkan relevansi kata kunci dari para pengguna, tanpa banyak faktor-faktor lain. Pada era inilah SEO mulai dilakukan.

Dengan semakin banyak pengelola situs yang melakukan SEO, kompetisi pada kata-kata kunci yang populer semakin tinggi. Persaingan yang semakin tinggi tersebut membuat beberapa pengelola situs mulai melakukan praktik SEO yang tergolong “Black Hat SEO” tanpa mereka sadari.

Sebagai contoh, mereka menuliskan beberapa kata kunci yang dipilih secara berulang-ulang sebanyak puluhan atau ratusan kali pada bagian terbawah tiap halaman web dengan ukuran huruf terkecil dan warna huruf yang sama dengan warna latar belakang halaman web tersebut. Para pengunjung situs tersebut memang tidak bisa melihat deretan puluhan atau ratusan kata kunci tersebut, namun algoritma mesin pencarian bisa mengenalinya dan memperlakukan deretan kata kunci tersebut sebagai bagian yang sama pentingnya dengan konten utama halaman web tersebut.

Praktik-praktik penyalahgunaan penulisan kata kunci pada halaman web tersebut pada akhirnya diketahui pengelola mesin pencarian, dan membuat mereka melakukan beberapa perubahan pada algoritmanya untuk menangkal praktik semacam itu.

Era backlink (2001 - 2010)

Semasa era kedua ini, backlink atau tautan dari halaman web lain ke halaman situs yang dikelola, merupakan faktor penting bagi algoritma mesin pencarian maupun praktisi SEO.

Tujuan para perusahaan mesin pencarian memasukkan backlink sebagai faktor penting pada algoritma mesin pencarian adalah ingin memastikan bahwa suatu halaman web itu benar-benar penting dan disukai oleh para pengguna internet sehingga pantas untuk dimasukkan ke peringkat atas hasil pencarian berdasarkan kata kunci tertentu.

Semakin banyak backlink halaman web tersebut, maka dianggap semakin penting dan disukai banyak pengguna, sehingga semakin tinggi kemungkinannya untuk dimasukkan di halaman pertama pada hasil pencarian.

Banyak pengelola situs dan praktisi SEO yang kurang sabar dalam membangun backlink secara alami, sehingga akhirnya terjadi praktik jual beli backlink. Bahkan yang lebih parah, saat itu banyak bermunculan situs-situs yang hanya memiliki satu halaman, bahkan tidak memiliki konten apa pun selain daftar puluhan atau ratusan tautan ke halaman-halaman web lain.

Pada akhirnya, para pengelola mesin pencarian juga melakukan perubahan pada algoritmanya untuk menangkal penggunaan tautan-tautan “palsu” tersebut. Selain jumlah backlink, algoritma mesin pencarian juga mulai menilai kualitas backlink dengan berbagai parameter.

Era konten ( 2011 - sekarang )

Dengan semakin banyaknya faktor-faktor yang dinilai oleh algoritma mesin pencarian (kurang lebih sekitar 200 faktor), dan semakin kompleksnya algoritma mesin pencarian, membuat mesin pencarian semakin susah “dibodohi” oleh para pengelola situs dan praktisi SEO.

Di era sekarang ini, pengelola situs dan praktisi SEO mulai menyadari bahwa kualitas konten adalah faktor paling penting yang bisa membuat halaman web mereka muncul di halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci tertentu.

Kesadaran para pengelola situs web dan praktisi SEO juga mulai mengalami transisi dari membuat konten sedemikian rupa untuk satu-satunya tujuan SEO saja, ke membuat konten yang disukai - dicari - dibutuhkan oleh target audiensnya. Dengan kata lain, mengalami transisi dari membuat konten untuk si algoritma mesin pencarian ke membuat konten untuk target audiens.

Kesalahan-kesalahan umum dalam melakukan SEO

Mempunyai asumsi awal bahwa SEO lebih murah dari iklan digital

Bermain SEO ibarat membeli sebuah rumah dan melakukan perawatan rutin pada rumah tersebut, sementara memasang iklan pada mesin pencarian ibarat menyewa rumah tersebut. Terlihat jelas bahwa investasi awal yang dibutuhkan untuk melakukan SEO lebih besar daripada memasang iklan di mesin pencarian.

Namun secara jangka panjang, setelah SEO berhasil dan tinggal dipertahankan hasilnya, SEO menjadi lebih murah daripada memasang iklan di mesin pencarian untuk menghasilkan jumlah pengunjung situs yang sama setiap bulannya.

Berharap SEO yang dilakukan memperlihatkan hasil secara cepat

Pada umumnya, apabila SEO dilakukan secara 100% White Hat SEO dan bukan sekian persen Black Hat SEO, maka SEO akan mulai memperlihatkan hasil setelah 1-2 tahun pertama.

Tidak hanya kualitas konten saja yang penting bagi keberhasilan SEO, tapi distribusi, keterlihatan, dan jangkauan konten juga penting. Memasang iklan di mesin pencarian dan media sosial menggunakan konten-konten yang telah dibuat akan mendukung keberhasilan SEO juga.

Tidak mempertahankan keberhasilan SEO

Banyak juga brand, atau pengelola situs yang berasumsi bahwa keberhasilan SEO adalah sekali untuk selamanya. Namun ternyata hal ini adalah kesalahan besar.

Semakin populer kata kunci yang ditarget, semakin tinggi pula kompetisinya. Ada ribuan bahkan jutaan halaman web lainnya di seluruh dunia yang setiap harinya sedang diusahakan oleh para pengelola situs atau praktisi SEO lain untuk bisa muncul di halaman pertama mesin pencarian.

Keberhasilan SEO yang tidak dipertahankan secara rutin ibarat membiarkan kerusakan-kerusakan kecil pada rumah yang telah dibeli menjadi semakin banyak dan besar.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles