Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Prediksi Tren Influencer Marketing 2020

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 19, 2020

Influencer marketing dalam beberapa tahun terakhir menjadi strategi yang kerap diandalkan brand untuk mencuri perhatian masyarakat. Tetapi yang saat ini menjadi pertanyaan, apakah influencer marketing masih relevan digunakan pada tahun 2020 mendatang?

Banyak marketers yang percaya efektivitas dari influencer marketing masih akan dirasakan oleh brand pada tahun 2020 nanti. Berdasarkan survei yang dijalankan oleh Influencer Marketing Hub, sebanyak 39% pemasar berencana untuk meningkatkan dana mereka pada strategi influencer marketing. Dan hal ini menjadi pertanda bahwa tren influencer marketing belum akan menurun pada tahun 2020 dan masih kerap digunakan oleh brand.

Baca Juga: Memahami Influencer Marketing

Dengan perkembangan industri marketing yang terus bergerak, lalu seperti apa kira-kira tren influencer marketing sendiri di tahun 2020?

Kekuatan micro influencer

Perjalanan panjang dari eksperimen dalam penggunaan strategi influencer marketing membuat banyak brand yang percaya bahwa banyaknya jumlah followers belum tentu memenangkan audiens. Banyak marketers yang percaya kalau kesuksesan dari kampanye influencer marketing ternyata tidaklah semata-mata bergantung dari jumlah followers yang dimiliki influencer.

Seorang micro influencer memang memiliki jumlah followers yang lebih sedikit, tetapi seringkali konten yang mereka sajikan memiliki tingkat engagement yang lebih tinggi. Jumlah followers yang tidak terlalu banyak ini yang membuat seorang influencer dapat membentuk hubungan yang lebih dekat dan bermakna dengan para audiensnya. Alasan ini pula yang menjadi pertimbangan bagi brand dalam memilih influencer yang akan mereka ajak kerja sama.

Dari sisi finansial pun, berkolaborasi dengan para micro influencer dapat lebih menguntungkan bagi brand. Karena harga yang diberikan oleh influencer terkait relatif lebih terjangkau jika dibanding dengan macro atau celebrity influencer, sehingga brand dapat melihat return of investment (ROI) yang lebih baik ketika bekerja sama dengan micro influencer.

Pentingnya konten video dan audio

Tidak dapat dipungkiri lagi kalau konten berbentuk video dapat lebih menarik minat masyarakat dibanding teks atau foto. Berdasarkan data dari Hubspot, 67% audiens menyatakan bahwa mereka menonton video yang disajikan oleh brand atau bisnis. Dengan melihat data tersebut, dapat dikatakan kalau brand menyajikan konten berbentuk video maka dapat memperbesar peluang mereka untuk menarik perhatian sasaran audiens.

Bukan hanya itu, konten berbentuk podcast juga akan memiliki peran yang lebih besar lagi. Dalam dua tahun terakhir, banyak channel podcast yang tersaji di dunia digital dan memiliki pendengar setia yang melimpah. Karena hal tersebut, brand mulai melirik para podcaster untuk diajak kerja sama dalam menyampaikan pesan dan menyebarkannya pada fans mereka.

Munculnya in-house influencer

Saat ini, brand mulai menyadari betapa pentingnya strategi influencer marketing terhadap perkembangan brand. Maka itu, mereka ingin melakukan kerja sama jangka panjang dengan influencer. Namun mencari influencer yang tepat untuk image brand ternyata cukup menyulitkan. Dan hal ini yang membuat brand mulai berpikir untuk membentuk in-house influencer.

Para in-house influencer akan memiliki fokus untuk membangun hubungan baik dengan para audiens. Dengan memiliki in-house influencer, maka komunikasi dengan para auidens dapat lebih terjaga, dan brand juga memiliki brand advocate yang kuat.

Brand melakukan pendekatan baru dan menjadi guide bagi para sasaran audiens

Untuk dapat mendekatkan diri dengan para sasaran audiens, brand mulai mengubah cara pendekatan mereka. Kini, mereka mulai mengadopsi “reverse marketing” dan fokus memberikan nilai-nilai positif yang disenangi oleh masyarakat seperti kesehatan, sosial, finansial, dan lain-lain. Pendekatan dengan cara ini memang terbukti dapat membentuk hubungan baik dengan pelanggan.

Dari situ nantinya, brand dapat berhenti untuk hanya membicarakan seputar produk yang mereka jual saja, tetapi nantinya dapat membuat audiens malah membicarakan brand terkait karena kualitas produk-produk yang dimilikinya.

Kampanye lebih terfokus pada data

Saat ini sudah banyak teknologi dan tools canggih yang dapat membantu brand mendapatkan data dan analisis penting sehingga dapat meningkatkan efektivitas dari kampanye yang dijalankan. Dari berbagai perilaku audiens dan segmentasi pasar yang didapatkan dari tools tersebut, brand dapat dengan mudah membuat konten yang lebih personal sehingga dapat meningkatkan kualitas penawaran mereka.

Lebih jauh, dengan mengukur kesuksesan kampanye influencer marketing tersebut, membuat brand dapat mengetahui bagian kampanye mana yang sukses dan dapat diulang, serta bagian mana yang kurang efektif.

Baca Juga: Tips Membuat Konten Influencer Marketing yang Menarik Perhatian Generasi Z

Ingin tahu seputar influencer marketing dengan lebih mendalam dan prediksi tren yang akan berkembang pada tahun 2020? Ikuti Influencer Marketing Masterclass yang akan dibawakan oleh Anthony Reza, CEO GetCraft Indonesia dalam acara Social Media Week pada tanggal 14 November 2019 ini!

GetCraftARP_TW

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles