Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Instagram Influencer Marketing: Paid Ads vs Organic Reviews

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 25, 2020

Konten berbayar yang marak muncul lewat akun para influencer atau yang sering disebut dengan influencer marketing, utamanya di media sosial Instagram kerap membuat pemasar bertanya-tanya tentang apa dampaknya, serta apa saja pilihan untuk memasarkannya bagi sebuah brand. Bicara tentang industri endorsement itu sendiri, saat ini, review kredibel dan dapat diandalkan yang diciptakan oleh para influencer adalah poin terpenting dalam hasil yang seharusnya diharapkan para pemasar. Namun, Anda tetap memiliki dua pilihan.

Kedua pilihan yang muncul kurang lebih akan seperti: paid ads vs organic reviews. Kuncinya akan tetap jatuh pada permasalahan-permasalahan seperti seberapa banyak Anda mengerti audiens, pasar, dan pemilihan influencer yang tepat untuk tiap pemasaran produk Anda. Ketiga aspek yang akan menjadi hasil akhirnya dalam pilihan-pilihan tersebut mencakup relevansi, reach dan impact dalam setiap postingannya.

Paid ads

Identifikasi seperti apa yang dapat Anda lihat dalam sebuah paid ads (iklan berbayar) pada influencer? Pada umumnya dalam paid ads, para influencer mendapatkan brief atau petunjuk dari brand tentang produk tersebut dalam bentuk konten yang lebih paten. Bahkan terkadang, caption dan segala sesuatunya sudah dipersiapkan oleh brand tersebut dan peran si influencer tersebut hanya untuk mempublikasikan konten yang dimaksudkan selama kurun waktu yang sudah ditentukan di awal.

Baca juga: 3 Influencer Marketing Campaign yang Sukses

Umumnya, paid ads yang ada bersifat lebih hard-sell jika dibandingkan dengan organic reviews. Harumi Sudrajat, seorang beauty influencer yang sudah cukup lama berada di industri ini, pada salah satu acara Jakarta Creative Content Meetup yang diadakan oleh GetCRAFT, beropini bahwa “Sebenarnya it’s good to have brief, tapi kalau diberi kebebasan untuk menulis dan diberi batasan tertentu, kita bisa membuat konten yang bagus,” jelas Harumi yang memiliki blog My Tips Cantik.

Di balik itu semua, paid ads memiliki keuntungan-keuntungan yang ditawarkan. Dalam jumlah reach dan impact, paid ads yang pada umumnya di-boost oleh brand untuk produk mereka jelas akan sampai pada target mereka. Jika tujuan Anda adalah untuk memperkenalkan produk baru, cara strategi paid ads dapat Anda andalkan.

Organic reviews

Berseberangan dengan paid as, organic reviews akan lebih dekat hasil akhirnya dengan relevansi untuk target pasar Anda. Belakangan ini, justru aspek ini lah yang banyak dipercaya para pemasar untuk memasarkan produk-produk mereka. Untuk membantu influencer dalam membuat organic reviews, brand perlu memberikan brief yang lebih fleksibel dengan jangka waktu pengerjaan yang cukup.

Baca juga: Langkah Riset untuk Content Marketing yang Efektif

Pada beberapa kasus unik,a ada beberapa brand yang memutuskan memilih mikro influencer untuk mempromosikan produknya. Mikro influencer berarti, akun yang bersangkutan hanya memiliki followers di angka yang cukup rendah. Mengapa memilih mikro influencer? Dalam salah satu artikel Medium, tercantum data yang cukup signifikan bahwa kalangan mikro influencer ini dapat meningkatkan engagement sebesar 60% dengan perbandingan biaya yang perbedaannya cukup besar dibandingkan dengan makro influencer.

Bekerja sama dengan GetCr, salah satu campaign TikTok, sebuah social network dan music video platform memutuskan untuk bekerja sama dengan banyak mikro influencer yang ada di Instagram dengan kisaran followers di angka 1000 hingga 10.000. Memulai campaign-nya dengan pasar yang niche, TikTok berharap untuk dapat menerapkan "habit" pada influencer yang berkolaborasi dengan mereka. "Dengan bekerja sama dengan mikro influencer, brand berharap bahwa para influencer akan memiliki willingness untuk terus mempublikasikan aplikasi TikTok di Instagram mereka," jelasnya.

→Klik di sini untuk bekerjasama dengan influencer terbaik di Asia Tenggara

Dengan demikian, word of mouth yang muncul setelah membaca organic reviews diharapkan dapat menjadi suatu jembatan komunikasi dari influencer ke pembacanya untuk lebih merasakan relevansi dalam kontennya. Setelah itu, impact yang hadir dari pemasaran yang niche tersebut seharusnya akan perlahan meluas berkat aspek word of mouth yang terjadi dari campaign tersebut.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles