Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Perhatikan Hal Ini Saat Membuat Konten Evergreen!

By
GetCraft
 •
May 19, 2020

Ketika mendengar tentang konten yang “evergreen”, otomatis kita akan menganggap bahwa konten tersebut bersifat timeless.

Hal ini pula yang membuat banyak marketers beranggapan bahwa dengan menyajikan konten evergreen secara langsung akan menambah traffic dan menjadi sumber tetap bagi pageviews dan klik dari situs yang dikelola brand.

Banyak pula marketers yang percaya kalau konten evergreen bisa berdiri sendiri. Padahal sebenarnya secara konsep bukanlah seperti itu. Lalu sebenarnya apa yang dimaksud oleh konten evergreen ini?

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Memahami konten evergreen

Secara esensinya, konten evergreen adalah konten yang tidak memiliki batas waktu, timeless saat dibaca kapan pun atau meski artikel dibuat dalam periode waktu yang sudah lampau. Walau, bersifat abadi, tetapi konten seperti ini tidak berarti akan mengundang klik yang konstan.

Cerita yang disajikan konten timeless ini biasanya selalu bisa menarik perhatian pembaca, tetapi yang menjadi pekerjaan marketers selanjutnya adalah bagaimana konten evergreen tersebut terus berkembang dan tidaklah stagnan.

Hal ini berarti, semenarik apa pun konten yang disajikan, namun jika dilupakan dan tidak ada effort lebih untuk meningkatkan awareness audiens terhadap konten tersebut, maka apa yang disajikan oleh brand tadi hanya menjadi penghias situs saja. Tetap timeless , tetapi menjadi tidak ada obyektifnya.

Lalu, yang bisa kita lakukan dengan konten evergreen agar tetap menarik perhatian audiens adalah dengan cara merilis ulang, mengolahnya kembali, serta menggabungkannya.

Mengidentifikasi konten evergreen

Hal penting yang perlu kita lakukan pertama kali adalah dengan mencari tahu mana saja konten yang benar-benar tergolong evergreen. Konten evergreen tidak terikat pada periode waktu yang spesifik, dan tidak akan kedaluwarsa dalam waktu seminggu.

Brand harus bisa membedakan antara konten evergreen dengan timely content. Salah satu ciri konten yang bersifat timely biasanya dibuat di saat momen yang bersangkutan memang sedang terjadi. Salah satu contoh; karena Hari Natal datang setiap tahun, dan hanya karena pageview artikel kita bisa melonjak pada bulan Desember setiap tahunnya, hal ini bukanlah berarti kalau artikel tersebut adalah konten evergreen. Karena konten evergreen itu akan tetap relevan sepanjang tahun. 

Topik apa yang tepat sebagai konten evergreen?

Yang pertama, konten berbentuk “Question and Answer” akan dapat bekerja dengan baik sebagai konten evergreen. Beragam pertanyaan seperti “apa itu....?”, “Kenapa sih... ?”, akan selalu dicari jawabannya, khususnya yang berhubungan dengan topik yang spesifik.

Konten seperti artikel How-To dan Panduan/Step by Step, juga bisa menjadi konten evergreen karena sifatnya yang dapat menjelaskan detail dari berbagai topik yang rumit. Kedua konten ini pun dapat menjadi jawaban bagi audiens yang ingin mempelajari sesuatu dengan lebih dalam.

Artikel analisis atau essay juga bisa menjadi konten evergreen yang baik, apalagi kalau konten tersebut juga dilengkapi data riset dan case study di dalamnya.

Repurpose konten evergreen

Jika kita merasa kekurangan beberapa tipe artikel seperti di atas, hal ini dapat menjadi tanda kalau kita perlu untuk memproduksi lebih banyak konten evergreen. Tetapi jika kita berhasil mengidentifikasi artikel-artikel yang dapat kita anggap evergreen, maka ini waktunya untuk melakukan repurpose terhadap konten tersebut atau paling tidak memperkuatnya.

Kita bisa mencoba dengan mengedit judul dari artikel yang evergreen tadi, dan mengganti URL-nya sehingga membuatnya lebih SEO friendly. Dan untuk memudahkannya, kita bisa mencobanya dengan menggunakan Google Keyword Planner.

Bisa juga dengan menggunakan cara sederhana, seperti: melakukan pencarian kata kunci pada Google untuk  membantu kita mengetahui apakah konten yang kita buat dapat bersaing dengan artikel lainnya. Tulis keyword yang kira-kira akan membuat konten tersebut akan muncul, dan kalau ternyata artikel kita itu tidak keluar setelah pencarian, hal yang bisa kita lakukan adalah dengan mempelajari konten yang muncul pada mesin pencarian Google, lalu memahami mengapa konten tersebut bisa muncul di halaman-halaman awal Google.

Mengedit konten untuk mengoptimalkannya hanyalah langkah awal dari repurpose konten evergreen. Untuk dapat memaksimalkannya, bisa juga dengan cara mengubah bentuk atau tipe kontennya. Karena, di era media sosial ini, segala kemungkinan akan selalu ada dan tidak berujung.

  • Apakah kita memiliki artikel yang menjelaskan tentang produk yang kita tawarkan? Kalau ada, kenapa kita tidak mengubahnya menjadi konten berbentuk video singkat? Dan, konten video berdurasi 30 detik sampai 3 menit akan selalu memiliki daya tarik bagi audiens. Selain itu, kita juga bisa memasukkan link dari artikel sebelumnya itu pada caption video yang kita sajikan.
  • Lalu bagaimana dengan artikel riset yang kita sajikan? Apakah menitik beratkan pada data? Mengapa kita tidak membuatnya menjadi konten berbentuk infografis atau interactive data story? Karena, konten berbentuk visual akan sangat membantu para audiens untuk bisa mendapatkan pesan brand dengan lebih baik.
  • Atau kita juga bisa mengubah beberapa quote yang tersaji di artikel yang telah lalu, menjadi sebuah gambar, untuk di-post melalui Instagram dan Twitter, sehingga konten tadi bisa mencapai sasaran audiens yang lebih luas.

Segala usaha yang kita lakukan dalam repurpose konten evergreen ini, akan membantu untuk menyegarkan konten yang bersangkutan, bukan hanya konten yang sudah lama saja, tetapi juga website, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan brand secara menyeluruh.

Karena itu, penting bagi kita untuk terus membuat sebuah konten evergreen yang memiliki jangka waktu yang panjang. Dengan mempunyai konten evergreen yang cukup, tentu membuat kita untuk tidak terus mengandalkan konten musiman yang periode waktunya tergolong singkat.

Baca Juga: Dari Riset Sampai Promosi, Berikut Cara Memulai Strategi Content Marketing yang Sukses

Memiliki konten evergreen yang baik juga akan memberikan hasil yang lebih positif terhadap dengan kerja yang lebih sedikit namun pintar. Kunjungi marketplace GetCraft supaya lebih mudah menemukan freelance writer atau editor yang akan membantu kita dalam membuat konten evergreen ini.

Jika Anda hendak membuat kampanye konten evergreen dan ingin  terhubung dengan jejaring kreator konten atau penulis, yang siap membantu membuatkan konten Anda, klik di sini untuk memasukkan Brief brand Anda!

Buat Brief Anda Sekarang!

Ditulis oleh: Joyce Reyes dan Diterjemahkan oleh: Dimas Gityandraputra

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles