Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Pentingnya Perencanaan Strategi Pemasaran dan Ukuran Keberhasilan yang Tepat

By
iMarketology
 •
May 26, 2020

“Mengenali kekuatan dan kelemahan diri sendiri adalah 50% kemenangan di medan perang. Mengenali kekuatan dan kelemahan lawan adalah 50% sisanya kemenangan di medan perang” ( The Art of War, Sun Tzu )

Apabila menjalankan sebuah brand diibaratkan seperti bertarung di medan perang, maka target pasar adalah medan perangnya. Seluruh sumber daya perusahaan, baik itu sumber daya manusia, modal finansial, aset-aset fisik, teknologi, dan proses bisnis adalah tentara dan alat tempurnya.

Dalam ilmu perang militer, strategi memiliki peran penting dalam menentukan kemenangan. Strategi dirumuskan dan dibuat untuk mengorganisir semua sumber daya militer yang dimiliki berdasarkan hasil analisa tentang kekuatan militer diri sendiri dan lawan, juga situasi medan perang dalam rangka mencapai kemenangan.

Demikian pula dalam dunia bisnis, para eksekutif perusahaan harus membuat rencana strategis perusahaan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Rencana strategis perusahaan perlu dibuat untuk semua aspek perusahaan termasuk pemasaran.

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Dalam dunia perang militer, departemen pemasaran ibarat para tentara dan peralatan militer yang berada di garis terdepan. Bagi banyak CEO dan CFO, departemen pemasaran seringkali hanya dianggap sebagai cost center, padahal bukankah departemen pemasaran juga menghasilkan pendapatan dan meningkatkan pendapatan dari tahun ke tahun?

Rencana strategis pemasaran, terutama kampanye digital marketing, perlu dibuat untuk mendukung rencana strategis perusahaan secara keseluruhan, baik jangka pendek, menengah, dan panjang.

Lalu, apa saja ukuran-ukuran keberhasilan yang perlu dipertimbangkan ketika merumuskan rencana strategis pemasaran?

Tentukan tujuan dahulu, ukuran keberhasilan setelahnya

Rencana strategis pemasaran tentunya memiliki tujuan-tujuan yang jelas dan hendak dicapai oleh perusahaan. Objektif tersebut akan berbeda-beda sesuai dengan tahapan usia perusahaan, tahapan daur hidup produk dan brand di pasar, situasi persaingan di target pasar, dan lain sebagainya.

Dari tujuan pemasaran yang sudah terdefinisi dengan jelas, barulah kemudian kita dapat menentukan ukuran (metriks) keberhasilan pencapaian tujuan tersebut. Sebuah tujuan pemasaran yang sama mungkin saja memiliki lebih dari satu ukuran keberhasilan.

Ukuran keberhasilan pencapaian tujuan pemasaran dapat berupa ukuran kualitatif dan kuantitatif, tetapi tentu saja keduanya harus dapat diukur secara kuantitatif.

Beberapa contoh ukuran keberhasilan kampanye pemasaran

Penentuan tujuan dan ukuran (metriks) keberhasilan dalam rencana strategis pemasaran harus berjalan saling mendukung. Metriks tersebut akan membantu para eksekutif perusahaan untuk mengetahui seberapa jauh mereka telah mencapai tujuan yang telah ditentukan, apakah kampanye pemasaran yang dilakukan membawa perusahaan semakin dekat dengan tujuan yang hendak dicapai atau malah sebaliknya.

Berikut ini adalah beberapa contoh dari banyak ukuran keberhasilan kampanye pemasaran:

  • Brand Awareness

Pengukuran ini membantu perusahaan mengetahui seberapa kenal target pasar terhadap produk atau pun brand. Sederhananya, kalau dari 100 orang target pasar, berapa persen dari 100 orang tersebut yang mengenal produk dan brand kita? Seberapa dalam mereka mengenal produk dan brand tersebut?

Untuk mengetahui nilai brand awareness dari produk dan brand, cara terbaik adalah dengan melakukan riset pasar, baik dilakukan sendiri atau dilakukan oleh tenaga alih daya yang terspesialisasi di bidang riset pasar.

Kalau tidak pernah dan tidak ada satupun yang mengenal produk dan brand kita, bagaimana mungkin akan ada yang membelinya? Oleh karena itu, brand awareness biasanya digunakan sebagai ukuran keberhasilan kampanye pemasaran oleh perusahaan, produk, dan brand yang masih baru di target pasar.

  • Customer Acquisition Cost

Customer Acquisition Cost (CAC) adalah total biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan satu orang pelanggan. Total biaya yang dimaksud adalah semua jenis biaya non-finansial maupun finansial, seperti waktu, tenaga sumber daya manusia, uang, teknologi dan peralatan kantor yang digunakan, dan lain sebagainya.

Seringkali, walaupun tidak selalu seperti ini, CAC akan cenderung menurun seiring dengan naiknya grafik brand awareness. CAC juga bisa dikurangi dengan pemanfaatan teknologi dan peralatan kantor semaksimal mungkin.

  • Return On Investment

Return On Investment ( ROI ) yang dimaksud dalam konteks ini bukan ROI dalam konteks keuangan dan investasi. ROI yang dimaksud adalah berapa rupiah pendapatan yang berhasil dihasilkan dari setiap Rp 1 biaya pemasaran.

Sebagai contoh, total biaya departemen pemasaran dalam setahun, baik gaji seluruh karyawan departemen pemasaran dan biaya kampanye pemasaran sebesar 1 miliar rupiah. Di tahun yang sama, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 10 miliar. Maka, ROI-nya adalah sebesar (Rp 10 miliar / Rp 1 miliar) x 100%, yaitu 1000%.

  • Market Share

Market Share adalah total pendapatan yang diperoleh perusahaan di target pasar yang sama, di sektor industri atau kategori produk yang sama, dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh perusahaan pesaing lainnya.

  • Traffic

Traffic adalah jumlah total kunjungan, dari orang-orang yang sama atau berbeda, yang mengunjungi situs web atau blog resmi perusahaan dalam periode waktu tertentu, misalnya sehari, seminggu, sebulan, atau setahun.

Pertimbangan pentingnya traffic dalam dunia pemasaran digital sebenarnya sama seperti di zaman sebelum internet ada di dunia, para pemilik toko di sebuah pusat perbelanjaan atau di pinggir jalan, pasti akan berusaha semaksimal mungkin memilih lokasi yang paling strategis untuk tokonya, yaitu lokasi geografis fisik yang membuat keberadaan toko tersebut paling sering dan banyak dilewati orang-orang. Walaupun mereka juga tahu bahwa tidak mungkin semua orang yang lewat toko tersebut pasti mampir masuk ke toko dan berbelanja.

  • SERP Visibility

SERP (Search Engine Result Pages) adalah halaman-halaman hasil pencarian di mesin pencarian, seperti Google dan Bing, berdasarkan kata kunci tertentu.

SERP Visibility adalah tingkat sering munculnya situs atau blog atau sebuah halaman web di SERP secara organik berdasarkan beberapa kata kunci yang dipilih para pemasar.

SERP Visibility bisa dipersempit definisinya berdasarkan kemunculan di halaman pertama, kedua, dan ketiga saja pada SERP berdasarkan beberapa kata kunci yang dipilih. Sebab, halaman keempat dan seterusnya pada SERP biasanya hanya dilihat kurang dari 5% pengguna mesin pencarian.

Semakin tinggi tingkat SERP Visibility situs atau blog, maka peluang  untuk mendapatkan traffic akan semakin besar.

  • Engagement Rate

Apabila brand menggunakan media sosial dalam kampanye pemasaran digital mereka, maka salah satu ukuran keberhasilan yang bisa dipakai adalah engagement rate atau tingkat keterlibatan audiens.

Walaupun tingkat keterlibatan dalam media sosial juga bisa “dibeli” dari para audiens “palsu” dengan sejumlah uang, sebaiknya pemasar tidak menggunakan cara tersebut agar tidak mendapatkan keberhasilan semu.

Tingkat keterlibatan audiens di media sosial perusahaan atau brand bisa diukur dari jumlah total like, share, retweet, komentar dan kualitas komentar, mention, dan lain sebagainya sesuai jenis dan fitur-fitur media sosial yang digunakan.

  • E-mail Engagement

Walaupun e-mail marketing termasuk metode yang cukup kuno dalam dunia pemasaran digital, namun masih tetap efektif untuk dilakukan sampai saat ini.

E-mail engagement bisa diukur dari jumlah total email yang dibuka, dibaca, dan klik referensi link pada e-mail tersebut.

Mengumpulkan alamat e-mail orang-orang lain secara acak dari Internet ataupun membeli daftar kumpulan (ribuan, puluhan ribu, atau ratusan ribu) alamat e-mail orang lain yang acak profilnya, lalu kemudian dikirimi email secara rutin dalam rangka kampanye pemasaran, hendaknya dihindari. Karena, mayoritas pengguna internet di dunia sudah antipati dengan e-mail marketing yang dilakukan dengan cara tersebut, atau sering disebut dengan istilah spamming.

E-mail marketing hendaknya dilakukan dengan cara yang elegan, yaitu membuat para pengguna internet sesuai target pasar perusahaan atau brand secara sukarela subscribe atau berlangganan email newsletter melalui situs atau blog atau media sosial perusahaan atau brand.

Baca Juga: 5 Kesalahan Penyebab Kegagalan dalam Melakukan Kampanye Pemasaran Digital

Salah satu cara membuat target audiens secara sukarela berlangganan e-mail newsletter perusahaan atau brand, adalah dengan cara menyajikan konten-konten yang berkualitas pada situs, blog, dan media sosial milik perusahaan atau brand.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles