Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Muhammad Fikri: "Community Marketing itu Mengedepankan Spirit dan Value"

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 26, 2020

Komunitas saat ini sudah menjadi unsur penting bagi brand dalam mengembangkan bisnis. Karena dengan komunitas, perusahaan bisa mendapat insight penting mengenai apa yang benar-benar dibutuhkan audiens dan juga mengetahui titik mana yang seharusnya dikembangkan brand.

Karena hal tersebut pula, banyak perusahaan yang mempertimbangkan untuk membangun komunitas mereka dan mendedikasikan sebuah tim untuk mengembangkan komunitas demi kemajuan brand. Dan salah seorang yang telah berpengalaman dengan dunia community marketing ini adalah Muhammad Fikri.


Fikri berpendapat
, "dengan me-manage komunitas, akhirnya brand bisa mendapatkan berbagai insight dan suggestion mengenai apa yang sebenarnya dibutuhkan pelanggan mereka. Dengan begitu, objektif brand untuk lebih berkembang pun dapat lebih mudah tercapai."

Dan berkat pengalamannya di bidang community marketing, dirinya kerap dipercaya berbagi ilmu di berbagai seminar, salah satunya dalam acara yang diselenggarakan GetCraft “Social Media & Community Marketing Masterclass”.

Baca Juga: Cara Membangun Komunitas Melalui Media Sosial

Lalu bagaimana perjalanan karier Fikri di bidang marketing, khususnya community marketing? Apa pula insight darinya dalam mengelola strategi community marketing yang efektif? Berikut wawancara Academy dengan community marketing expert ini.

fikri 1

Seperti apa perjalanan karier Anda di bidang marketing ini?

Untuk benang merahnya, sebenarnya ada di bidang komunikasi. Karena di zaman sekarang, marketing itu tidak terlepas dari peran komunikasi. Ketika kita memasarkan sesuatu, hal ini berhubungan dengan bagaimana cara mengomunikasikan sebuah kampanye marketing.

Kalau perjalanan karier (di industri marketing) secara spesifik, berawal ketika saya bergabung dengan Sampoerna Foundation. Waktu itu saya masuk ke tim marketing communication sebagai digital marketing dengan posisi sebagai digital community officer.

Setelah itu, saya bergabung ke tim digital marketing di Mekar, dan berlanjut ke Bukalapak. Di Bukalapak ini sebenarnya bukan spesifik di tim marketing tapi fungsinya marketing, yakni community management. Dan sekarang di salah satu startup transportasi.



Apa yang membuat Anda tertarik dengan dunia community marketing?

Mungkin karena saya percaya bahwa komunitas adalah modal besar atau sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, karena berkaitan dengan sosial budaya dan lain sebagainya.

Saya percaya dengan pendekatan community marketing maka hasilnya sustainable, karena hasil dari community marketing lebih meaningful.

Kenapa? Karena yang dibangun sifatnya bukan transaksional seperti marketing konvensional kebanyakan. Tapi yang dibangun adalah komunitas, atau sesuatu yang sesuai dengan apa yang ingin dicapai masyarakat.

Jadi, dibanding membangun apa yang menjadi keinginan brand, dengan community marketing, brand dapat mengakomodir dan mendengarkan apa keinginan teman-teman. Jadi lebih akomodatif.



Seperti apa campaign community maketing yang paling sukses yang pernah Anda buat?

Kalau berbicara tentang campaign community marketing, yang menurut saya sukses yaitu yang saya lakukan di Bukalapak, misalnya dari sisi ranger lapangan, di mana kita berhasil mengajak pelapak atau dalam hal ini user, mau turut aktif berpartisipasi dalam campaign yang dibuat. Lalu output-nya berupa partisipasi mereka di beberapa kegiatan seperti online forum, webinar, ataupun beberapa kegiatan offline lain. Dan setelah pulang, mereka mengeksekusi berbagai rencana yang telah mereka buat sebelumnya.


Bagaimana cara mengajak user untuk mau berpartisipasi dalam campaign tersebut?

Dengan menggunakan strategi community marketing, yang mana kita percaya bahwa community marketing mengedepankan spirit dan value. Jadi kalau sesuai dengan apa yang mereka (pelapak) inginkan, pasti mereka akan semangat, karena in line dengan spirit dan value yang ingin mereka capai.

Apa tantangan yang pernah Anda hadapi dalam menjalankan campaign communtiy marketing?

Untuk tantangannya, sebenarnya bagaimana memberi edukasi kepada decision maker. Decision maker di sini dalam arti yang punya modal.

Intinya, bagaimana cara kita bisa mengedukasi mereka kalau yang namanya community marketing adalah project jangka panjang, dengan tujuan jangka panjang dan tidak bisa dilihat hanya dalam satu kuartal atau satu tahun. Dan hal ini yang saya lalui awal-awal di Bukalapak.

Tantangan kedua, dari sisi audiens atau komunitas itu sendiri. Karena kita sebagai perusahaan ingin mengontrol, tetapi kalau menggunakan community marketing, kita tidak bisa mengontrol 100%. Karena dikhawatirkan nantinya member atau komunitas menjadi demanding, atau menganggap hubunganya bersifat transaksional.


Berdasarkan pengalaman Anda, apa hal yang paling penting diperhatikan dalam menyusun atau mengelola startegi community marketing?

Pertama, kita perlu menerjemahkan objektif perusahaan dengan benar. Karena ada beberapa hal yang mungkin tidak cocok kalau menggunakan pendekatan community marketing. Jadi yang pertama lebih kepada urgensinya.

Kedua, we have to learn to let it go. Maksudnya, komunitas itu sesuatu yang aturannya bersifat dinamis, bisa berubah-ubah sesuai dengan tingkat kedewasaan atau usia dari sebuah komunitas. Sebagai sebuah brand atau perusahaan, yang perlu kita lakukan adalah mengakomodir atau memfasilitasi, jangan pernah sekali-kali mengontrol.

Ketiga, walaupun community marketing adalah long term strategy, tetapi, kita juga harus punya perhitungannya. Ada Return of Investment (ROI) yang harus disesuaikan dnegan situasinya. Jadi bukan ROI yang sekian-sekian gitu. Tetapi, perhitungan yang disesuaikan dengan kondisi komunitas, atau bisnis yang sedang berjalan. Jadi tidak bisa dibuat formula khusus, seperti membuat iklan di TV yang jelas ROI-nya. Kalau pada community marketing terpengaruh dengan kondisi komunitas yang di-manage.

Baca Juga: Masterclass: Cara Menerapkan Strategi Piramida dalam Mengelola Konten Media Sosial

Beberapa poin di atas merupakan cerita pengalaman dan juga insight Fikri di bidang community marketing. Jika Anda ingin mendapat berbagai insight lain khususnya di industri digital marketing dan cerita dari pakar marketing lainnya, silahkan ikuti berbagai event yang diselenggarakan GetCraft atau subscribe laman Academy dengan cara klik tombol di bawah ini.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles