Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Tips Merumuskan Ide untuk Strategi Marketing Brand Anda

By
GetCraft
 •
May 25, 2020

Strategi pemasaran atau marketing pada tahun ini sudah semakin berkembang dan akan terus berkembang. Untuk para pemasar, ketinggalan salah satu perkembangannya saja bisa jadi sebuah mimpi buruk. Maka itu, mengerti dan pelan-pelan mengikuti tiap perkembangannya menjadi salah satu kunci untuk terus meningkatkan key strategi marketing Anda.

Pernah mendengar Model Big IdeaL™? Salah satu strategi marketing ini diciptakan oleh firma periklanan Ogilvy & Mather dan mulai lazim digunakan untuk merumuskan ide utama/ide dasar suatu strategi konten.

Pada dasarnya, Model Big IdeaL™ adalah satu kalimat sederhana yang dapat Anda gunakan untuk menjadi ide besar yang efektif untuk kegiatan content marketing Anda. Ide besar yang bisa diambil dengan menerapkan Model Big IdeaL™ ini terdiri dari rumusan Cultural Tension dan Brand’s Best Self.

 

Model_Big_IdeaL_1

 

Perumusan Model Big IdeaL™

Sebelum Anda memulai merumuskan strategi marketing ini, Anda sudah harus memahami permasalahan bisnis yang dihadapi oleh brand Anda dan hasil yang diharapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Topik, sasaran audiens dan konten-konten kompetitor juga sudah harus dipersiapkan untuk referensi dan studi kasus Anda.

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa strategi ini membutuhkan dua aspek yaitu Cultural Tension dan Brand’s Best Self.

Cultural Tension dapat Anda mengerti dengan mudah karena pada dasarnya, Anda hanya perlu untuk mengidentifikasi isu, konflik dan tekanan yang dihadapi sasaran audiens dalam kehidupannya; serta berpotensi untuk “disentuh” untuk brand Anda. Contohnya, Scrabble, sebuah brand yang memiliki produk fun board game telah merumuskan Cultural Tension mereka dengan cara melihat bahwa, saat ini dunia terasa semakin mengancam--namun penting juga untuk mengerti dan menikmati segala ancaman di dalamnya.

Anda bisa mulai merumuskannya dengan melakukan brainstorming tentang kemungkinan isu-isu yang dapat disentuh oleh brand Anda dan bagaimana brand Anda hadir untuk . Isu-isu tersebut dapat dirunut dan dieksplor sepanjang mungkin, hingga makin dalam ke dasar permasalahan. Lalu, dengan tabel isu yang sudah Anda temukan tersebut, rumuskan Cultural Tension brand Anda menjadi lebih sempit lagi dan pilih yang paling menarik untuk menyentuh pasar Anda.

Selanjutnya, Anda perlu mengidentifikasi Brand’s Best Self. Definisinya sendiri, Brand’s Best Self adalah esensi terbaik dari brand Anda, atau esensi dasar dari produk/jasa yang Anda tawarkan. Scrabble, sebagai sebuah produk, merumuskannya sebagai salah satu hal yang dapat membuat orang bahagia. Dengan bermain board game yang ringan dan entertaining, pasar mereka mendapatkan esensi dari produk yang ditawarkan dan dapat membaginya dengan keluarga dan teman.

Baca Juga: Langkah Riset Untuk Content Marketing yang Efektif

Pentingnya menentukan Brand’s Best Self akan kembali lagi dengan produk/jasa yang ditawarkan dan perumusannya dalam kalimat sederhana yang cukup melambangkannya. Perlu dicatat bahwa Anda tidak dapat mendeskripsikan esensi produk Anda dengan penjelasan yang bias.

Langkah terakhir adalah untuk membaurkan keduanya. Di irisan yang bersinggungan antara Cultural Tension dan Brand’s Best Self, Anda akan dapat melihat Big IdeaL dari brand tersebut. Ide pengembangannya dapat dijabarkan setelah Anda menemukannya. Perlu diperhatikan bahwa Big IdeaL dan ide-ide tersebut dapat Anda urai sebanyak mungkin, untuk nantinya dapat Anda pilih ide utama yang pertimbangannya paling kuat untuk menjawab tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Setelah menemukan Big IdeaL-nya, tujuan/goal dari strategi marketing akan lebih jelas dan perumusan/perencanaan strateginya ini akan menjadi lebih detail dan terperinci, dengan sasaran yang jelas dan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh target market.

Baca Juga: 5 Program Content Marketing di Indonesia

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles