Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Mengapa Micro Influencer Sedang Naik Daun?

By
GetCraft
 •
May 25, 2020

Apa yang menyebabkan seorang marketer menggunakan strategi influencer marketing untuk mencapai tujuan bisnis mereka? Biasanya mereka mengharapkan jumlah followers yang dimiliki para influencer demi meningkatkan awareness dari brand mereka tersebut hingga semakin banyak kemungkinan orang yang mau menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.

Tidak hanya itu, banyak marketer yang percaya kalau word-of-mouth merupakan cara yang efektif untuk menggapai audiens. Dan strategi influencer marketing ini merupakan cara mereka agar tidak kehilangan kepercayaan publik karena mempromosikan produk mereka.

Belum selesai sampai di situ, berbagai keuntungan lain juga didapatkan melalui strategi ini, misalnya saja influencer marketing dapat memberikan ROI 11 kali lebih besar dibandingkan bentuk tradisional digital marketing lainnya. Karena itu, 94% pemasar menyatakan kalau influencer marketing merupakan strategi yang efektif dijalankan. Dan kini semakin banyak brand yang tertarik untuk mengalokasikan dana mereka untuk strategi influencer marketing ini.

Baca Juga: Memahami Influencer Marketing

Banyak marketer yang percaya ketika bekerja sama dengan seorang influencer, semakin besar jumlah followers dari influencer terkait, maka hasilnya akan semakin bagus. Tetapi, untuk bekerja sama dengan influencer yang memiliki jumlah followers yang mencapai ratusan ribu atau bahkan jutaan itu memerlukan dana yang cukup besar, dan untuk sejumlah brand atau perusahaan yang baru merintis, influencer marketing belum menjadi prioritas, tentunya karena alokasi dananya masih terfokus di strategi yang lain. Karena itu, sebagai solusinya, kini banyak pemasar yang mulai melirik untuk berkolaborasi dengan micro influencer untuk menjalankan campaign mereka.

Klik di sini untuk bekerjasama dengan influencer Terbaik di Asia Tenggara

Mungkin seorang micro influencer tidak memiliki jumlah followers yang sama fantastisnya dengan macro influencer. Tetapi adapula beberapa keuntungan yang didapatkan pemasar saat bekerja sama dengan micro influencer. Diantaranya,

 

Mengeluarkan dana yang lebih efektif

Seorang influencer dengan jumlah followers yang banyak mungkin bisa mencapai jumlah penjualan yang lebih besar, tetapi imbasnya seorang pemasar harus mengeluarkan budget yang cukup tinggi untuk ini.

Shane Barker, seorang digital strategist dan Co-Instructor UCLA mengungkapkan kalau, seorang pemasar harus mengeluarkan dana sebesar 1000 US$ (sekitar 15 juta rupiah) atau lebih untuk bekerja sama dengan influencer yang sudah terkenal. Tetapi ketika bekerja sama dengan micro influencer, mereka hanya perlu mengeluarkan dana sebesar 75 sampai 150 US$ (sekitar 2 juta rupiah) untuk satu post di media sosial.

Tidak hanya itu, seorang micro influencer juga lebih terbuka untuk saling bertukar jasa. Misalnya saja, seorang influencer mau saja membuat konten tentang sebuah hotel secara gratis. Tetapi dia dibiarkan menginap beberapa malam di hotel tersebut secara gratis.

Menarik engagement yang lebih besar

Hal yang menarik dari bekerja sama dengan micro influencer itu, mereka dapat menarik engagement lebih tinggi jika dibandingkan dengan influencer yang memiliki jumlah pengikut yang lebih banyak.

Sebuah studi dari Adweek mengungkapkan bahwa micro influencer memiliki engagement 60% lebih banyak daripada influencer yang lebih populer.

Mengapa begitu? Seorang micro influencer lebih sering berinteraksi dengan para pengikut mereka secara reguler, akhirnya banyak pengikut mereka yang lebih mengenal influencer itu secara personal. Dan ini akan membuat followers mereka lebih tertarik dan percaya dengan rekomendasi influencer tersebut.

Tidak sampai di situ, kampanye yang dijalankan oleh micro influencer bisa mendapatkan engagement 6,7 kali lebih efektif dibandingkan dengan influencer yang lebih terkenal.

Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi para pemasar, mengapa hal itu bisa terjadi? Alasan pertama karena kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat terhadap influencer tersebut. Kedua, karena micro influencer dapat lebih menarik audiens yang memiliki minat yang sama dengan mereka.

Menarik audiens yang lebih spesifik

Seorang macro influencer tentu sudah banyak diajak kerja sama oleh berbagai brand besar, dengan berbagai bidang usaha. Bisa saja hari ini mereka bekerja sama dengan sebuah brand di bidang fashion dan esoknya, bekerja sama dengan produk makanan. Karena memang macro influencer memiliki daya tarik tinggi bagi para pemasar di berbagai bidang untuk diajak bekerja sama.

Tetapi, untuk membuat sebuah konten yang disukai oleh semua orang itu tidaklah mudah. Karena masyarakat di luar sana memiliki seleranya masing-masing. Dan hal ini membuat macro influencer tidak bisa menargetkan secara spesifik siapa yang akan tergugah melalui konten yang mereka sampaikan tersebut.

Berbeda dengan seorang micro influencer yang lebih terfokus untuk membuat sebuah konten yang memang mereka minati. Mereka menghabiskan banyak waktu agar konten yang dibuat tadi benar-benar bagus dan mencerminkan kepribadian mereka, di satu sisi, konten seperti ini terkesan lebih jujur dan meyakinkan. Dengan begitu masyarakat bisa lebih percaya dengan pesan yang disampaikan oleh seorang micro influencer, karena mereka merasa memiliki kedekatan berdasarkan kesamaan minat tersebut.

Sehingga bagi sebuah brand, bekerja sama dengan micro influencer dengan minat yang spesifik akan memastikan produk yang mereka promosikan dapat tepat sasaran mencapai target audiens yang sudah ditentukan. Hal ini pula yang menyebabkan micro influencer dapat mengkonversikan konten yang mereka buat tadi menjadi sebuah penjualan produk yang efektif.

Baca Juga: Cara Memilih Influencer yang Tepat

Menjalankan strategi influencer marketing dengan bekerja sama dengan micro influencer mungkin belum tentu cocok untuk digunakan oleh setiap brand. Dan pemasar perlu untuk mencari seorang micro influencer yang benar-benar dapat menarik target audiens yang tepat demi kemajuan bisnis brand terkait.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles