Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Perhatikan Hal Ini Saat Membuat Kalender Konten di Media Sosial

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 26, 2020

Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas kalau menayangkan konten pada waktu yang tepat bisa memberikan beragam manfaat bagi brand, seperti dapat banyak mencuri perhatian masyarakat dan meningkatkan engagement.

Terkait waktu tayang terbaik ini, hal penting pertama yang perlu diketahui oleh marketers adalah kapan konten bisa memiliki performa terbaiknya ketika ditayangkan pada setiap platform media sosial, lalu, bagaimana cara menjadwalkan konten yang telah dibuat sehingga konten tadi bisa mendorong engagement dari brand, lebih jauh dapat menaikkan tingkat konversi. 

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Untuk mengetahui timing terbaik pada penjadwalan konten, ada dua cara yang bisa kita terapkan.

1. Mempelajari dan mengoptimalkannya lewat data konsumsi konten dari waktu ke waktu

Untuk mengetahui insights penting seputar audiens ini kita bisa mencarinya melalui Google Analytics, lalu menganalisisnya, melakukan A/B testing, hingga menemukan formula yang tepat.

2. Melakukan survei pada sasaran audiens

Perihal cara yang kedua ini, GetCraft pernah melakukan survei pada 150 responden (laki-laki 50%, perempuan 50%), SES B, usia 20-25 tahun, lokasi Jabodetabek; untuk mengidentifikasi perilaku konsumsi media digitalnya. Dan berikut gambar grafik temuan kami.

Maka kalau melihat grafik di atas, jika ingin menayangkan konten di Instagram untuk segmentasi audiens tersebut, berdasarkan hasil survei di atas, sebaiknya konten ditayangkan pada atau sebelum periode waktu pengguna mengakses Instagram.

Hasil survei di atas berfungsi bagi para pemasar untuk menemukan kapan jam tayang terbaik bagi sebuah konten berdasarkan setiap platform yang digunakan masyarakat pada tiap jam-nya. Namun, agar konten bisa mempunyai performa yang maksimal, dalam penjadwalan kontennya, selain jam tayang, hal lain yang perlu diperhatikan oleh marketers adalah hari tayang dan frekuensi tayang.

Hari tayang

Mungkin tidak setiap hari tepat untuk menayangkan konten pada spesifik bidang tertentu. Contohnya, berdasarkan pengalaman, hari terbaik untuk menayangkan konten di bidang marketing adalah hari Selasa atau Rabu. Di luar kedua hari tersebut, konten cenderung mendapatkan engagement yang lebih sedikit.

Contoh lainnya, Ariani Dwijayanti, Insights Manager Google Indonesia mengungkapkan bahwa, para konsumen senang melakukan riset online sebelum berbelanja kebutuhan sehari-hari mereka pada hari Jumat. Maka, bagi marketers yang terjun di bidang FMCG mungkin menayangkan konten pada hari Jumat tepat untuk meningkatkan engagement.

Jam tayang

Untuk mengetahui jam tayang ini, brand perlu mencari tahu terlebih dahulu seperti apa perilaku dari para audiens, jam berapa dan di platform mana para audiens paling aktif menggunakan media sosial mereka. Misalnya, dengan melihat grafik di atas, ketika makan siang biasanya masyarakat senang sambil menyambi bermain Instagram. Dengan begitu, pada jam tersebut brand bisa mengoptimalkan konten mereka di Instagram.

Atau pada jam kerja, antara pukul 10 pagi sampai 12 siang, masyarakat senang untuk bekerja sambil mendengarkan sesuatu yang dapat menghibur mereka. Berdasarkan grafik di atas, salah satu platform yang paling banyak digunakan pada jam kerja adalah Spotify. Mungkin pada waktu-waktu tersebut pemasar bisa menyajikan konten berbentuk podcast sehingga brand tetap bisa mendapat perhatian masyarakat walau mereka sedang sibuk dengan pekerjaannya.

Frekuensi tayang

Frekuensi tayang konten juga perlu diperhatikan. Karena kalau konten brand terlalu sering terlihat di media sosial, ditakutkan malah mengganggu audiens dan dianggap sebagai spam. Karena itu frekuensi tayang yang tepat bisa membuat konten menjadi lebih efektif hingga banyak di-share oleh audiens.

Contohnya, kalau brand ingin menayangkan konten tentang tips fotografi, mungkin dalam sehari kita hanya perlu untuk menayangkan satu kali saja. Karena hal ini juga memberikan kesempatan bagi audiens untuk mencoba tips yang kita kemukakan tersebut. Dan kalau memberikan tips lebih dari satu dalam sehari, juga membuat audiens menjadi sulit untuk mencerna informasi yang kita berikan karena terlalu berlimpah.

Baca Juga: Panduan Ukuran Gambar Pada Media Sosial 2019

Untuk mengetahui hari tayang, jam tayang, dan frekuensi tayang ini, memang tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi para marketers perlu untuk melakukan beragam percobaan dan menganalisis beragam masukan dari data yang telah didapatkan. Namun ketika sudah menemukannya, tentu jadwal tersebut akan membuat konten kita bisa mencapai performa terbaiknya, dan membuat masyarakat tertarik untuk terlibat di dalamnya. 

Jika Anda hendak menjalankan kampanye Content Marketing dan ingin  terhubung dengan jejaring kreator konten, media massa, dan influencer media sosial yang siap membantu program content marketing dan sponsored content yang Anda jalankan, klik di sini untuk memasukkan Brief brand Anda!


Buat Brief Anda Sekarang!

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles