Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Apa itu Community Marketing?

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 19, 2020

Digital marketing sampai hari ini masih menjadi strategi yang dianggap paling efektif agar brand bisa menjangkau audiens mereka. Namun demikian, brand pun saat ini sudah mulai mempertimbangkan untuk membuat beragam aktivitas offline supaya bisa lebih dekat dengan target pasar mereka. Misalnya, dengan membuat sebuah event berkala yang bisa mengajak para target pasar untuk hadir, hingga partisipannya bisa lebih mengenal dan mendapatkan produk yang ditawarkan.

Atau, strategi lain yang mulai banyak dijalankan oleh brand adalah community marketing. Saat ini sudah semakin banyak brand yang menyadari bahwa komunitas merupakan faktor yang fundamen bagi brand agar dapat menyampaikan pesan mereka secara efektif.

Banyak juga keuntungan yang bisa didapatkan brand ketika menjalankan strategi community marketing, seperti bisa menyebarkan pesan brand dengan lebih efektif dan memperluas cakupan penerimaan pesan, serta mempercepat penyampaian pesan kepada target pasar.

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Tetapi sebenarnya apa yang dimaksud dengan community marketing ini? Apa saja tipe-tipenya?

Apa itu community marketing?

Studi.com di dalam artikelnya mengungkapkan, community marketing adalah sebuah taktik yang melibatkan suatu brand atau bisnis untuk berinteraksi dengan sebuah grup (atau komunitas) yang berisikan individu yang memiliki kegemaran sama, dan biasanya interaksi tersebut dilakukan pada lingkungan online seperti grup media sosial, situs blog yang tertarget, atau online message board forum.

Seperti yang diungkapkan di atas bahwa membangun komunitas pada lingkungan online pada akhirnya memang memberikan brand koneksi penting kepada para pelanggan sehingga memiliki hubungan yang panjang dan solid. Tetapi di sisi lain, pecakapan secara online kadang mengundang risiko kalau pelanggan akan kehilangan sentuhan personal dari brand.

Karena itu, perlu bagi brand untuk menambah effort mereka dengan memberikan interaksi personal kepada para komunitas. Dan hal ini membuat brand perlu juga mengubah percakapan email atau comment menjadi interaksi offline. Dan memang membentuk sinergi antara komunitas online dan offline menjadi penting bagi brand agar terus menjaga hubungan baik dengan para pelanggan sehingga bisa membuat mereka menjadi lebih loyal terhadap brand.

Ada pula tujuan dari community marketing, misalnya sama seperti effort marketing lainnya yakni untuk mendapatkan pelanggan baru, leads baru, atau meningkatkan penjualan. Tetapi, sebenarnya fokus utama dari menjalankan strategi ini adalah untuk mendengarkan pelanggan apa yang sedang mereka inginkan dan butuhkan.

Dan community marketing ini merupakan cara yang ampuh untuk mendorong hubungan dua arah antara bisnis kita dengan audiens, sehingga brand bisa mendapatkan informasi penting mengenai apa yang menjadi preferensi pelanggan dan perilaku pembeli. Community marketing juga akan membuat pelanggan merasa dihargai dan dianggap penting oleh brand.

Akhirnya, komunitas tadi dapat menjadi advokasi terbesar brand yang akan sangat membantu dalam memasarkan produk melalui review dan testimonial mereka, sehingga dapat membentuk word of mouth yang kuat di antara masyarakat.

Tipe community marketing

Menurut marketing-school.org terdapat dua tipe community marketing yaitu, komunitas organik dan bersponsor. Komunitas organik adalah komunitas yang secara alami saling berinteraksi tanpa bantuan brand di dalamnya. Dan melalui komunitas yang dibangun tersebut, membuat para pelanggan dapat saling bertukar informasi, bertanya mengenai produk terkait, mengetahui review produk serta membuat asumsi mengenai brand tersebut.

Komunitas organik ini dapat memberikan nilai positif dan negatif. Maka brand juga perlu untuk memantau diskusi tersebut sehingga mereka dapat mengetahui kapan produk mereka ternyata tidak menemui ekspektasi publik.

Tipe komunitas yang kedua adalah komunitas yang disponsori dan dikembangkan oleh brand. Contohnya, marketers dapat membuat channel media sosial yang memungkinkan para pelanggan untuk berinteraksi bukan hanya ke sesama pelanggan tetapi juga dengan brand terkait.

Melakukan monitoring terhadap interaksi pelanggan ini juga penting dilakukan. Hal yang bisa kita lakukan untuk ikut dalam interaksi ini adalah dengan menjawab pertanyaan dan kekhawatiran pelanggan, dan juga memberikan mereka informasi penting mengenai brand. Dengan begitu, loyalitas pelanggan pun dapat tumbuh.

Baca Juga: KASKUS: "Sadari Bahwa Komunitas itu Bukan Penonton Alay"

Community marketing akan sangat membantu brand agar dapat terkoneksi dengan para target pasar dan mendorong interaksi untuk membangun loyalitas dan kenyamanan pelanggan.

Kunjungi Marketplace GetCraft!

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles