Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Langkah-Langkah Audit Iklan Digital Nan Efektif

By
Teguh Riyanto
 •
July 24, 2020

Bayangkan Anda sedang menjalankan kampanye iklan melalui platform digital seperti Google Ads. Namun setelah iklan berjalan beberapa waktu tertentu, kita merasa tidak ada efek positif yang signifikan dari performa iklan yang sedang dijalankan. Lalu kita akan bertanya "kenapa"? Namun semakin memikirkannya, malah jadi semakin bingung dengan performa iklan tersebut. Jika hal ini tengah terjadi, berarti sudah waktunya melakukan audit terhadap kampanye iklan digital yang dijalankan.

Audit iklan adalah kegiatan peninjauan terhadap performa iklan secara menyeluruh. Audit ini perlu dilakukan untuk mencari tahu apa yang salah dengan iklan kita sehingga ia tidak bisa memberikan dampak positif terhadap penjualan produk. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam mengaudit iklan. Namun kali ini, Marketing Craft akan lebih membahas 4 langkah jitu yang bisa dilakukan ketika mengaudit iklan digital.

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Periksa kembali target lokasi iklan dan audiens

Ketika pertama kali membuat kampanye iklan digital, misalnya di Google, ada kemungkinan kita melewatkan hal-hal kecil. Ya, membuat kampanye iklan Google adalah sebuah pekerjaan yang melelahkan, karena ada banyak hal yang perlu Anda lengkapi dan isi, salah satunya menentukan lokasi target audiens. Padahal jika diperhatikan, lokasi target sebenarnya berpengaruh besar terhadap iklan Anda. Sehingga langkah awal ketika mengaudit kampanye iklan Google Ads Anda adalah melihat kembali "setelannya".

Periksalah setting-an lokasi penargetan dari iklan Anda. Periksa apakah lokasi target iklan Anda terlalu luas sehingga iklan Anda muncul dilihat dan diklik oleh orang yang sebenarnya bukan target iklan Anda. Sebagai contoh, jika Anda mengiklankan sebuah produk untuk kalangan menengah ke atas. Dalam memilih target lokasi, sebaiknya Anda memilih lokasi di mana target pasar tersebut berada. Ketika memilih lokasi pun, yang Anda pilih haruslah lebih spesifik. Jangan melihat besarnya audiens dengan menargetkan wilayah yang luas, misal menargetkan satu provinsi. Padahal audiens Anda hanya ada di beberapa kota di provinsi tersebut. Jika demikian, akan ada kemungkinan iklan Anda bocor dan diklik oleh orang yang bukan merupakan target audiens Anda.

Periksa jadwal penayangan iklan

Sama seperti penargetan lokasi, jadwal penayangan iklan juga hal yang sering dilewatkan oleh para pengiklan ketika membuat iklan di platform Google Ads. Padahal jika kita mau melihat lebih dalam ke performa iklan sebelumnya, khususnya pada jadwal tayang iklan, kita akan menemukan suatu kesalahan fatal dan tidak ingin mengulanginya.

Kesalahan tersebut adalah membiarkan iklan tayang 24 jam selama 7 hari. Menayangkan iklan setiap waktu itu memang bagus, namun belum tentu benar. Tetapi jika diperhatikan, kita akan melihat ada users yang mengeklik iklan di tengah malam atau di jam-jam yang aneh. Sehingga muncul pertanyaan, apa benar target audiens aktif pada jam tersebut?

Konsep beriklan di platform Google sama halnya dengan beriklan di platform konvensional seperti televisi. Ada jam-jam utama di mana audiens lebih  aktif. Hal inilah yang perlu kita perhatikan pada setelan jadwal tayang iklan. Buatlah penjadwalan iklan secara spesifik dan gunakan penyesuaian budget berdasarkan jadwal tayang iklan sesuai waktu aktif audiens.

Dengan membuat jadwal tayang iklan, kita dapat memastikan bahwa iklan tersebut benar-benar dilihat oleh target audiens. Contohnya,


Periksa jenis pencocokkan kata kunci

Kesalahan lain ketika melakukan pembuatan iklan adalah terlalu bergantung pada besarnya volume pencarian. Memang benar, besarnya search volume meningkatkan kemungkinan iklan akan diklik banyak orang, khususnya untuk kata kunci dengan pencocokan terbuka (Broad Match).

Walaupun demikian, volume pencarian yang besar memiliki kemungkinan klik yang tidak sesuai (invalid clicks) yang besar juga. Hal ini dapat ditemukan pada tab “Istilah Penelusuran” di halaman kampanye Google Ads (lihat gambar di bawah)



Dari sini kita akan menemukan banyak kata kunci yang sebenarnya tidak berhubungan dengan produk yang kita iklankan, tetapi diklik oleh audiens. Kata kunci tersebut muncul karena kita menggunakan kata kunci terbuka.

Jika terlalu banyak kata kunci yang tidak berhubungan itu muncul dan diklik, sebaiknya kita harus mulai menggunakan kata kunci dengan pencocokan frasa (phrase type) atau pencocokan tertutup (exact match). Penggunaan pencocokan frasa dan pencocokan tertutup akan membuat iklan lebih terjaga dan mengurangi terjadinya invalid click.

Periksa penggunaan tag konversi, remarketing & UTM

Mengabaikan pelacakan kampanye (tracking) adalah kesalahan terbesar ketika melakukan kampanye iklan digital. Tanpa data dari iklan tersebut, sangat tidak mungkin kita dapat mengukur apakah iklan bisa menghasilkan dampak positif bagi produk atau brand kita. Satu hal yang sering dilewatkan pengiklan ketika menjalankan kampanye ini adalah lupa memasang tag konversi, remarketing dan metode pelacakan seperti UTM.

Periksalah apakah situs sudah dipasangi dengan tag konversi untuk setiap halaman di mana user meninggalkan data atau bertransaksi. Kemudian pasanglah tag remarketing pada setiap halaman yang ada di website tersebut. Sehingga ke depannya, kita akan dengan mudah menarik kembali audiens yang sudah masuk ke halaman kita sebelumnya untuk berkunjung kembali ke halaman tersebut.

Terakhir, jangan lupa untuk menggunakan UTM untuk setiap link yang kita gunakan sebagai halaman landas pada iklan yang ditayangkan. Dengan menggunakan UTM, kita bisa mengukur seberapa efektif performa iklan yang masuk ke halaman landas di dalam Google Analytics.

Baca Juga: Mengapa Brand Perlu Melakukan Iklan Digital?

Melakukan audit kampanye iklan digital sangat perlu dilakukan oleh tiap brand atau advertiser yang sedang menjalankannya. Karena audit iklan akan membuka peluang untuk kita menemukan “harta karun” tersembunyi dari iklan yang dijalankan. Hal ini karena kita akan melihat peluang dari performa iklan yang bisa diperbaiki.

Terakhir, pentingnya audit iklan adalah kita bisa membuat kampanye iklan digital yang lebih efektif dan efisien dalam hal penggunaan budget iklan dan output-nya.


Feature Image by Myriam Jessier on Unsplash

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles