Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Komik Sebagai Marketing Tools? Mengapa Tidak?

By
MLR
 •
June 22, 2020

Sudah bukan rahasia lagi jika peluncuran kampanye marketing yang sukses membutuhkan banyak upaya di mana informasi harus dihadirkan secara lengkap dan menarik. Itu berarti elemen visual dan teks (terkadang ditambah audio jika diperlukan) pun harus dikemas secara seimbang. Nah, bicara elemen yang paling menonjol dan (katakanlah) dianggap bumbu rahasia harus dimiliki setiap brand berarti tak lepas dari membahas elemen visual.

Entah membuat campaign yang berbasis e-mail, newsletter, blog, atau konten di media sosial, elemen visual menjadi bagian penting yang harus diperhatikan. Mengingat perannya yang cenderung sebagai penyegar mata di antara barisan teks yang kadang butuh waktu lebih untuk mengonsumsi kontennya, kehadiran visual menjadi lebih istimewa bagi konsumen. Lantas, mengapa tak memanfaatkan keistimewaan tersebut dan menghadirkan komik sebagai media marketing agar konsumen lebih tertarik?

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Markting

Komik sebagai media pemasaran terbilang efektif untuk menghadirkan informasi dan edukasi mengenai produk. Hal ini terbukti dengan berbagai akun kreator komik yang tak pernah sepi interaksi organik, salah satunya Tahilalats. Dengan menggabungkan sudut pandang cerita yang tepat, elemen visual yang menarik, serta selipan humor di dalamnya, kita juga bisa merancang kampanye marketing berbasis narasi komik unik yang akan membuat konsumen menggali informasi produk dengan lebih dalam.

Sebelum terburu-buru mengontak kreator komik, membuat campaign dengan media komik, serta menyediakan brief, ada pula daftar yang perlu diperhatikan agar dapat membentuk ekspektasi secara tepat:

Komik adalah media pemasaran soft-selling

Komik menjadi media marketing yang efektif karena cenderung mengadaptasi pemasaran bergaya soft-selling. Artinya, promosi atau edukasi produk yang hadir dalam metode ini jarang yang menjual produk secara terang-terangan. Biasanya komik sebagai media marketing memadukan cerita, karakter, serta pesan menarik. Dengan demikian, komik yang sifatnya promosi tampak lebih organik dan terkesan tak dibuat-buat.

Jika soft-selling bukan metode yang ingin kita gunakan, ada baiknya memikirkan kembali mengenai pemilihan komik sebagai media pemasaran.

Komik bersifat kasual

Lebih dahulu dikenal sebagai media hiburan yang mengangkat berbagai ide, komik memiliki kekuatan untuk membawakan pesan secara ringan. Namun jika diolah secara tepat, komik juga bisa menghadirkan pesan serius seperti yang telah dilakukan oleh Jurnalis Komik. Jika kebetulan kita ingin menyampaikan pesan lebih serius dan ingin agar konsumen mampu menyerap informasi padat tanpa kehilangan sifat kasual komik itu sendiri, ada baiknya sebelum merancang kampanye marketing, kita juga perlu memastikan nuansa (tone) bercerita yang ingin dihadirkan.

Komik, media pemasaran ramah interaksi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, komik dengan perpaduan visual dan teks serta humor yang tepat dapat menjadi media promosi ramah interaksi. Banyak pengguna media sosial dengan senang hati akan berinteraksi di kolom komentar atau bahkan membagikan komik tersebut secara sukarela. Dengan memadukan unsur komedi dan sesuatu yang relevan dengan kondisi kehidupan sehari-hari dalam sebuah komik, campaign marketing yang dijalankan berpeluang besar bisa mendapatkan respons seperti yang diharapkan.

Setelah menetapkan ekspektasi dari media ini, langkah berikutnya tinggal menentukan budget untuk memproduksi konten komik. Pilihan pertama dan yang biasa digunakan oleh brand-brand pada umumnya adalah dengan menggaet kreator komik. Namun, jika tidak memiliki dana lebih, membuat komik sendiri juga bisa dijadikan pilihan alternatif.

Keuntungan hidup di dunia berbasis internet adalah kemudahan mengakses situs-situs yang menyediakan template gratis. Jadi, walaupun tidak bisa menggambar, kita tetap bisa membuat komik untuk kebutuhan kampanye marketing. Yang kita butuhkan hanyalah situs open source komik yang memiliki berbagai karakter, pose karakter dan ekspresi karakter seperti ComicGen.

Setelah mengunjungi situs tersebut, kita cukup memilih template karakter-karakter yang tersedia beserta pose dan ekspresi mereka, dan ambil screenshot untuk mengembangkan comic strip di MS PowerPoint. Kemudian, ikuti langkah mudah membuat comic strip hanya dalam beberapa menit berikut ini:

  • Buat kerangka cerita dan bagi berdasarkan beberapa panel
  • Pilih karakter dari ComicGen sesuai dengan kebutuhan
  • Ambil screenshot pose-pose dan ekspresi karakter yang tepat
  • Potong ekspresi/pose yang ingin ditonjolkan dalam comic strip
  • Atur semua gambar dalam sebuah slide di MS PowerPoint
  • Pilih font komik dan tambahkan teks pendukung
  • Tambahkan gelembung bicara dan atur sesuai dengan kebutuhan

Selamat! Komik pertama yang dibuat dari ComicGen tersebut dapat digunakan untuk media promosi. Lebih lanjut, media komik juga tak hanya bisa digunakan untuk kepentingan pemasaran produk, tetapi juga dapat menjadi solusi yang tepat menyampaikan pesan dalam organisasi usaha kita.

Baca Juga: 20 Fakta Kenapa Konten Visual Penting dalam Content Marketing

Bukan rahasia lagi jika kebanyakan konsumen dengan sukarela berinteraksi dengan konten promosi yang menggabungkan visual dan teks dan bersifat relevan dengan kondisi mereka. Jadi, dengan berlandaskan alasan-alasan tersebut, jelas sekali jika komik menjadi pilihan yang efektif untuk media promosi.

Ingin bekerja sama dengan desainer ternama di Indonesia supaya komik yang disajikan bisa mencapai tujuan Marketing Anda? Klik link berikut ini!

Feature Image by Mahdiar Mahmoodi on Unsplash

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles