Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Video Marketing VS TVC, Mana Pemasaran yang Lebih Ampuh?

By
GetCraft
 •
May 25, 2020

Sudah sejak kemunculannya, televisi menjadi sarana informasi yang paling digemari di Indonesia. Berbagai acara yang dihadirkan mulai dari berita sampai hiburan kerap membuat masyarakat sulit untuk berpaling dari layar kaca. Tak pelak, iklan televisi menjadi pilihan utama bagi para pemasar untuk beriklan. Mereka rela mengeluarkan banyak uang demi membeli iklan pada tayangan-tayangan dengan rating menjulang.

Namun beberapa waktu belakangan, kejayaan televisi tengah mendapat ancaman. Semakin berkembangnya era digital dan internet membuat masyarakat mengalihkan perhatiannya dari siaran televisi menuju siaran-siaran video di internet seperti YouTube, Facebook, dan lain-lain. Peristiwa ini berdampak pula bagi pemasar. Kini para pemasar menganggap video marketing merupakan strategi pemasaran yang lebih efektif dibandingkan dengan iklan televisi.

Baca Juga: Memahami Video Marketing

Lalu apa yang menyebabkan video marketing menjadi strategi pemasaran yang efektif?

Video merupakan tempat para customer menghabiskan waktu mereka

Saat ini semua orang menonton video. Terbukti, YouTube berhasil mendapatkan lebih dari 30 juta pengunjung setiap harinya dan lebih dari 5 milyar video yang ditonton setiap harinya. 78% masyarakat di dunia setidaknya menonton YouTube sekali dalam seminggu, dan 55% menontonnya setiap hari. Melihat statistik di atas dapat menjadi alasan utama mengapa kini banyak pemasar yang mengalokasikan dananya untuk membuat video marketing.

Selain itu, melalui video marketing pemasar bisa menentukan sendiri format video apa yang akan dibuat, yang dirasa paling tepat untuk menjangkau para konsumen mereka. Misalkan bisa membuat web series, tutorial, video lucu dan lain sebagainya.

Data Nielsen juga mengungkapkan bahwa, seringkali masyarakat tidak keberatan untuk menonton iklan video secara online selama mereka bisa mendapatkan sesuatu sebagai balasannya. Misalkan dengan memberikan konten atau produk eksklusif yang dapat menarik minat mereka.

Klik di sini untuk bekerjasama dengan videografer Terbaik di Asia Tenggara

Video itu menghibur, mengedukasi, dan menginpirasi

Berdasarkan data Marketingcharts.com, 57% konsumen akan menonton setidaknya 2 menit video mengenai edukasi produk yang akan mereka beli. Tidak hanya itu, video juga memiliki kemampuan untuk mengajak para penontonnya untuk tertawa, menangis, belajar dan mengambil keputusan. Video juga merupakan storyteller yang baik yang bisa membuat para penontonnya terpaku untuk menyaksikannya.

Belum selesai sampai situ, video juga salah satu media dengan konten yang dicari oleh masyarakat. Misalnya saja video tutorial atau tips yang bisa menarik 1 milyar pengunjung unik setiap bulannya.

Video melibatkan penontonnya

Banyak pengiklan yang menyatakan kalau TV adalah cara mereka untuk mendapatkan pemirsa dan video marketing adalah cara membuat mereka terlibat.

Masyarakat mempunyai kecenderungan senang memberikan komentar pada sebuah video, dan hal ini memudahkan para pemasar untuk mengenal para konsumennya. Komentar pada video juga dapat membantu pemasar mencari tahu kekurangan mereka dan apa yang menjadi kebutuhan konsumen.

Brand Exposure

Sebuah kampanye iklan televisi mungkin hanya akan bertahan selama 3 sampai 6 bulan saja tergantung dari apa yang menjadi tujuan dan budget kampanye tersebut. Ketika kampanye itu berakhir maka brand exposure itu juga akan berakhir. Dibandingkan hal itu, sebuah video marketing dapat bertahan selama 7 hari 24 jam, bahkan ketika kampanye itu telah berakhir. Video pada siaran online juga tidak akan hilang selama tidak dihapus, sehingga video tersebut tetap akan bisa menjangkau potential customer berikutnya.

Video Marketing itu lebih tepat sasaran

Terkadang ketika sudah menaruh spot iklan di televisi, mereka tidak tahu siapa saja yang sebenarnya menonton iklan mereka itu. Karena terkadang penonton televisi itu lebih acak dan tidak menentu. Bisa siapa saja.

Hal ini berbeda dengan video marketing yang dapat lebih tepat sasaran menjangkau potential customer sebuah brand. Karena video marketing bisa menjangkau para pemirsanya melalui keyword. Sehingga para pemasar bisa menjangkau penonton yang lebih spesifik berdasarkan konten yang mereka minati dan lihat.

Baca Juga: Mengapa Perlu Melakukan Video Marketing

Di era digital ini, mungkin video marketing bisa menjadi solusi bagi sebuah brand untuk dapat menjangkau para konsumennya. Selain biaya yang dikeluarkan dapat lebih efektif, Saat ini sudah banyak kreator video yang dapat memudahkan pemasar untuk membuat konten yang dapat disukai oleh para potential customer mereka.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles