Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Strategi Influencer Marketing yang Diterapkan oleh Perusahaan Startup

By
GetCraft
 •
May 26, 2020

Influencer marketing kini sudah tidak lagi menjadi strategi pemasaran yang asing. Hampir semua brand di Indonesia maupun di dunia yang menggunakan strategi ini demi mendapatkanawareness yang tinggi dari masyarakat. Bukan hanya produk dengan nama-nama besar saja, kini banyak juga perusahaan startup yang sudah mengaplikasikan influencer marketing ini untuk dapat lebih terlihat khalayak ramai.

Havehad Footwear merupakan salah satu perusahaan startup yang juga menggunakan strategi influencer marketing ini selama beberapa tahun belakangan. Lalu bagaimana cara mereka menerapkan strategi ini?

Baca Juga: Memahami Influencer Marketing

Riset

Ketika menyusun strategi influencer marketing, riset yang mendalam dapat menjadi senjata bagi para pemasar agar bisa mencapai hasil yang telah mereka tentukan.

Shinta Nur Fauzia, CEO Lemonilo pernah mengungkapkan, “Satu hal penting berbicara mengenai strategi pemasaran adalah market research”. Dirinya juga mengatakan kalau riset adalah tahapan utama sebelum memulai langkah-langkah persiapan kegiatan pemasaran.

Sebelum memulai campaign, Havehad juga melakukan langkah riset ini sekaligus riset produk mereka. Langkah awal riset mereka adalah dengan membentuk focus group discussion (FGD) dengan para existing customer mereka. Tidak hanya itu, mereka juga melempar kuesioner secara online untuk memperkaya data mereka.

Namun, ketika perusahaan kita adalah perusahaan baru dan masih dalam upaya mendapatkan Awareness publik, mungkin akan sulit untuk mendapatkan responden yang mau mengisi kuesioner yang kita lempar secara online tersebut. Untuk dapat menarik keinginan masyarakat agar mau mengisi kuesioner tersebut, cara yang dilakukan oleh Havehad adalah dengan memberikan voucher berupa diskon untuk pembelian produk berikutnya. Cara ini pun berhasil, banyak masyarakat yang mau mengisi kuesioner tersebut, sehingga mereka mendapatkan leads/data yang dibutuhkan.

Berbagai pertanyaan yang dilontarkan untuk bisa menyempurnakan data tersebut antara lain; karakter dari responden terkait dan juga dari mana mereka mendapatkan berbagai sumber inspirasi.

Tidak hanya itu, riset lain yang dilakukan Havehad lewat digital adalah melalui semua platform media sosial mereka. “Kita cari akun-akun yang relevan dengan brand kita. Lalu kita memikirkan konsep (campaign) yang memang cocok dengan target market,” ujar Farzandy Fidinansyah, Founder dan CMO Havehad.

Klik disini untuk bekerjasama dengan Influencer terbaik di Asia Tenggara

Campaign yang dijalankan

Setelah mereka berhasil mengumpulkan data melalui riset di atas, mereka akhirnya memutuskan untuk menjalankan kampanye dengan memanfaatkan media sosial Instagram. Dua campaign yang mereka jalankan adalah lewat penggunaan tagar #casualyetclassy dan #keyperson.

Kampanye #casualyetclassy adalah cara mereka untuk mengomunikasikan kepada audiens potensial mereka seperti apa brand dan produk mereka tersebut dan untuk mengedukasi masyarakat, "Havehad itu sepatu yang seperti apa."

“Untuk memperkuat positioning itu dan building brand image, kita melakukan strategi campaign #keyperson,” ungkap Farzandy. Salah satu cara menjalankan kampanye #keyperson ini adalah melakukan collaboration dengan para influencer.

Mereka bekerja sama dengan sekitar 20 influencer laki-laki dan perempuan yang bergerak di bidang kreatif, seperti fotografer, videogragrafer, musisi, sineas, desainer, dan profesi lainnya. Sebelum bekerja sama, mereka terlebih dahulu melakukan presentasi terhadap para influencer yang ingin diajak kerja sama itu agar mereka bisa mengesampingkan konsep endorse. Mengapa? “Kalau endorse kan, kita ngasih produk buat dipakai, that’s it. Tapi kita ingin bekerja sama lebih jauh lagi,” ungkap Farzandy.

Di dalam kampanye tersebut, Havehad dan para influencer saling bekerja sama untuk menciptakan sebuah konten yang memiliki kualitas dan bermakna. Mereka membuat ide konten bersama dengan membuat sebuah cerita yang dapat mengaitkan relevansi antara latar belakang/aktivitas si influencer dengan produk mereka.

Setelah itu, ketika menentukan influencer mana yang ingin diajak kerja sama, mereka mencari para influencer yang memang menjadi sumber inspirasi dari para target audiens, entah itu karena karyanya, ceritanya, atau gayanya. Dan akhirnya Havehad memilih Ernanda Putra dan Keenan Pearce untuk menjadi influencer utama mereka.

Melalui kolaborasi tersebut, ternyata masyarakat lebih mudah mencerna kampanye yang dijalankan oleh Havehad dan membuat strategi tadi menjadi lebih relevan terhadap target audiens dan mendekatkan mereka secara emosional.

Lalu bagaimana KPI dan hasil yang didapatkan setelah menjalankan kampanye tersebut?

KPI dan hasil dari campaign

KPI pertama yang diharapkan oleh Havehad adalah pertambahan followers. Salah satu tujuan menjalankan sebuah strategi pemasaran adalah untuk meningkatkan conversion ke penjualan. “Tapi lebih pendeknya sebelum jauh ke situ, suatu produk itu harus relate sama audiens dulu, sampai harus di-follow,” terang Farzandy.

Mengapa begitu? Dirinya juga mengungkapkan kalau sudah di-follow oleh pembeli potensial, ketika mereka belum mau membeli, setidaknya sebuah brand dapat terus memberikan konten-konten yang dapat menarik minat hingga pada suatu hari mereka mau membeli produk terkait. Jadi baginya salah satu KPI yang utama adalah pertambahan followers.

Kampanye #keyperson yang dijalankan oleh Havehad tadi, hasilnya ternyata holistik. Karena melalui kolaborasi tadi, mereka berhasil meningkatkan followers mereka dari 1234, dan saat ini mempunyai lebih dari 21 ribu followers, hingga akhirnya mereka berhasil menambah convertion rate produk mereka.

Baca Juga: Cara Memilih Influencer yang Tepat

Menggunakan influencer marketing ini memang bisa memberikan impact yang cukup tinggi bagi sebuah brand. Dan bagi perusahaan startup, strategi ini juga cocok diterapkan untuk bisa menggapai tujuan bisnis mereka.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles