Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Cara 4 Startup Unicorn Indonesia Memaksimalkan Konten Instagram

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 26, 2020

Bicara seputar dapur kesuksesan startup di Indonesia, salah satu yang pasti adalah karena startup-startup ini terbukti sukses dalam menjalankan strategi marketing yang bisa menjangkau audiens yang disasar. Bisa dibilang salah satu cara untuk bisa mendekatkan diri kepada audiens adalah dengan mengetahui di mana biasanya mereka sering menghabiskan waktu dan berinteraksi, termasuk di mana media/saluran yang kerap mereka gunakan untuk mencari informasi.

Karena untuk bisa menjaring audiens tersebut, para brand mulai mengelola aktivasi konten di media sosial sebagai salah satu kegiatan content marketing mereka. Walau begitu, agar bisa mendapatkan hasil yang optimal ada pula beberapa hal yang penting untuk diperhatikan di dalam persiapannya, seperti menentukan tujuan, menetapkan sasaran audiens, merencanakan konten, memilih channel yang paling tepat, sampai mengevaluasi performanya.

Memang banyak cara yang bisa dilakukan marketers agar konten yang mereka tayangkan bisa memiliki performa yang maksimal, dan salah satu yang bisa dilakukan adalah mengevaluasi kegiatan media sosial dari para kompetitor atau brand dari industri yang sama, atau menyasar audiens yang sama. Tujuan brand mempelajari berbagai konten dari para kompetitor ini adalah untuk mendapatkan pembanding atau benchmark yang layak sebagai rujukan.

Namun sebagai gambaran saja, Academy menelusuri konten yang disajikan 4 perusahaan berbasis teknologi yang tercatat sebagai kelompok startup terbesar/ startup unicorn di Indonesia, yaitu Go-Jek, Bukalapak, Traveloka, dan Tokopedia, mengenai konten media sosial instagram yang mereka sajikan selama periode Q3 2018 (Juli-September).

Alasan mengapa penelusuran konten yang dilakukan Academy hanya dari media sosial Instagram, karena berdasarkan survei yang dilakukan GetCraft terhadap 300 brand dan agensi pada awal tahun 2018 lalu, sebanyak 98% menyatakan kalau Instagram sebagai pilihan utama mereka untuk kegiatan content marketing di media sosial, disusul Twitter (62%) lalu Facebook (58%).

Mungkin keempat perusahaan di atas berada di kategori industri yang berbeda dengan brand yang dikelola, namun performa konten dari keempatnya bisa menjadi sebagian dari referensi untuk mempertimbangkan performa konten yang ingin dibangun di media sosial.

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Dan dari penelusuran konten Instagram terhadap 4 perusahaan startup unicorn di atas, beberapa informasi yang coba ditarik antara lain,

Jumlah, format dan tipe konten yang mereka tayangkan di Instagram

Berdasarkan data di atas, kita dapat melihat bahwa jumlah followers yang paling banyak adalah milik Tokopedia, dan hal ini berbanding lurus dengan banyaknya jumlah konten yang mereka tayangkan di Instagram.

Namun yang menarik adalah, walaupun jumlah konten yang ditayangkan oleh Go-Jek dalam periode itu terbilang paling sedikit, tetapi mereka memiliki jumlah followers yang lebih tinggi dibanding Bukalapak ataupun Traveloka.

Selain melihat jumlah followers dan konten yang ditayangkan, hal lain yang juga diperhatikan adalah seperti apa format konten yang ditayangkan oleh keempat brand ini.

Kami membagi format konten ke dalam 3 bentuk, yakni, video, foto dan grafik. Dan yang termasuk ke dalam format grafik ini adalah segala jenis aspek visual yang diberikan sentuhan editing, baik dalam cara yang sederhana seperti hanya menambahkan teks pada gambar, sampai ke bentuk ilustrasi yang paling rumit. Dan ketika format konten yang disajikan itu berbentuk carousel (walaupun ada video di dalamnya), maka konten tersebut tetap dikategorikan ke dalam format grafik.

Lalu bagaimana porsi antar format konten yang disajikan oleh brand-brand terkait? Berikut gambarannya,

Dari diagram di atas, terlihat bahwa, konten yang disajikan oleh Bukalapak mayoritas dalam bentuk video, sementara Traveloka lebih banyak menggunakan foto, Tokopedia lebih mengandalkan grafis, dan Go-Jek realatif lebih seimbang dalam menggunakan ketiga format konten tersebut.

Ketika berbicara mengenai objektif dan tipe konten yang disajikan, Go-Jek dan Bukalapak lebih banyak menyajikan konten yang bertujuan sebagai brand building. Kedua brand ini lebih banyak share cerita tentang pencapaian perusahaan mereka atau mitra yang bekerja sama dengan mereka, seperti menceritakan success story dari para seller dan driver-nya.

Sementara itu, Tokopedia dan Traveloka lebih sering membuat konten untuk menarik awareness dari masyarakat. Seperti Tokopedia banyak menayangkan kuis dan ragam konten interaktif di dalamnya, dan Traveloka lebih menyajikan konten yang berisikan destinasi liburan.

Dan untuk lebih jelasnya, silakan tengok bagan di bawah ini.

Perkiraan rasio interaksi (engagement)

Berdasarkan temuan sebelumnya, yakni tipe konten, Tokopedia dan Traveloka lebih banyak menyajikan konten-konten yang sifatnya lebih menarik awareness masyarakat. Dan dari hasil yang tampak, engagement dari kedua brand tersebut pun lebih tinggi dibandingkan kedua perusahaan lainnya.

Konten dengan performa terbaik

Ketika mencari tahu mengenai konten mana yang paling mendapatkan perhatian dari masyarakat, dan kalau melihat dari keempat brand ini, ternyata konten yang bisa menghasilkan performa terbaik adalah konten-konten dengan bentuk video.

Terbukti, konten terbaik Go-Jek berhasil menjaring 1,359,055 views dengan total 197 komentar. Konten terbaik milik Go-Jek ini bercerita tentang keseharian seorang driver-nya yang menginspirasi. Seorang driver yang juga mahasiswa kedokteran ini, memiliki harapan untuk hidup mandiri dengan mencari penghasilan sendiri. Dan seperti yang diungkapkan di atas, bahwa kekuatan konten Go-Jek berada pada konten yang hadir dalam upaya brand building. Dan success story ini juga terlihat tepat sehingga dapat membuat konten yang disajikan tersebut bisa dapat mencapai performa yang maksimal.

Konten dengan performa paling tinggi milik Bukalapak adalah konten yang mengajak para audiens mau mengikuti digital activation mereka, dengan memberikan bonus diskon yang besar bagi masyarakat yang mengikutinya.

Berbagai konten Tokopedia yang kerap mendapat performa yang baik adalah konten berjenis kuis. Dan ketika kuis tersebut dipadupadankan dengan apa yang disukai masyarakat seperti nostalgia, maka konten tersebut akan sangat menarik masyarakat untuk ikut terlibat di dalamnya. Konten Tokopedia pun berhasil dengan memadupadankan konten tersebut sehingga bisa mendapat total views 283,563 dengan 88.100 komentar.

Salah satu konten Traveloka yang menyajikan dua orang influencer yang sedang menikmati sensasi menonton piala dunia secara langsung di Rusia menjadi satu konten Traveloka yang paling mendapat perhatian tinggi dari masyarakat.

Baca Juga: Pengertian Engagement di Media Sosial dan Cara Mengukurnya

Berikut di atas merupakan beberapa temuan dari penelusuran kami terhadap berbagai konten keempat brand startup papan atas Indonesia yang disajikan di Instagram. Walau begitu ada pula beberapa catatan dari kami terkait penelusuran tersebut,

• Data diambil berdasarkan penelusuran terhadap semua konten yang ditayangkan setiap akun Instagram terkait selama periode 1 Juli sampai dengan 30 September 2018. Data konten yang diambil termasuk hasil organik maupun berbayar (hasil beriklan di Instagram).

• Jumlah konten yang dianalisis (dari empat akun Instagram): 937 konten.

• Data yang digunakan, hanya berdasarkan yang terjaring pada Selasa, 4 Desember 2018.

• Perhitungan dan analisis dilakukan secara independen, tanpa ada hubungan kerja sama dengan salah satu dari brand yang termuat pada artikel ini.

• Hasil perhitungan dan analisis dilakukan dengan standar perkiraan GetCraft. Sehingga, hasilnya tidak bersifat mutlak, hanya permukaan, dan/atau hanya sebagai gambaran umum.

Jika ada pertanyaan, tanggapan, atau usulan, silakan disampaikan ke alamat email marketing@getcraft.com.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles