Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Tren Terbaru Kampanye Pemasaran Media Sosial untuk FMCG Brands

By
iMarketology
 •
May 19, 2020

Fast Moving Consumer Goods ( FMCG ) adalah rangkaian produk yang sehari-hari dikonsumsi masyarakat dan terjual dengan cepat, misalnya makanan dan minuman dalam kemasan, toiletries, obat-obatan yang bisa dibeli tanpa resep dokter, serta barang-barang konsumsi lainnya.

Dan berdasarkan mbaskool.com 10 brand FMCG terbaik dalam skala global adalah: Nestle, Johnson & Johnson, Procter & Gamble, Pepsi, Unilever, AB InBev, Coca Cola, JBS, Phillip Morris, dan L’Oreal.

Baca Juga: Tips Sukses Kampanye Pemasaran Digital untuk Perusahaan B2C

Sebagai perusahaan B2C, perusahaan FMCG sulit memiliki pilihan untuk berpromosi selain menggunakan kampanye iklan, baik itu lewat media konvensional maupun digital untuk menjangkau target konsumen dan memperkenalkan produknya.

Dan di era digital ini, brand FMCG juga harus melakukan kampanye pemasaran digital, salah satunya adalah lewat media sosial. Dalam melakukan kampanye ini, hal utama dan pertama yang harus diperhatikan adalah konten digital yang akan diproduksi dan didistribusikan lewat media sosial.

Berikut ini adalah beberapa tren terkini konten digital media sosial untuk brand FMCG:

User Generated Content (UGC)

Kampanye User Generated Content ( UGC ) merupakan suatu metode dan strategi pemasaran yang efektif bagi perusahaan FMCG. Selain biayanya cenderung lebih rendah dibandingkan memproduksi konten digital sendiri, UGC juga lebih dipercaya oleh konsumen, karena diproduksi oleh para pelanggan yang sudah puas dan loyal terhadap brand terkait.

Baca juga: Tips Sukses Kampanye UGC suatu Brand

Konten yang menonjolkan brand values

Beberapa studi menunjukkan bahwa mengiklankan nilai-nilai yang mendasari sebuah produk akan lebih efektif daripada mengiklankan fitur-fitur keunggulan produk atau manfaat yang akan diperoleh konsumen setelah membeli produk tersebut.

Sebagai contoh, Dove secara aktif mempromosikan topik-topik yang penting bagi para pelanggannya lewat media sosial, dan lebih jarang menampilkan dan mengunggulkan produk-produknya.

Konten yang terpersonalisasi

Para pelanggan kini sudah tidak terlalu merespon konten yang memiliki pesan-pesan terlalu umum untuk semua orang. Mereka lebih mencari konten brand yang benar - benar mengerti kebutuhan pribadinya dan secara pribadi pesan tersebut berbicara kepada mereka.

Oleh karena itu, brand FMCG perlu berkomunikasi kepada konsumennya sebagai pribadi dan bukan sebagai sebuah kelompok. Dan penggunaan media sosial sangat memungkinkan perusahaan FMCG untuk melakukan komunikasi yang terpersonalisasi tersebut.

Selain itu, media sosial juga memungkinkan untuk menargetkan segmen audiens tertentu secara spesifik dan kemudian memproduksi konten yang terpersonalisasi untuk mereka.

Penggunaan konten video untuk mengkomunikasikan pesan brand secara lebih efektif

Baca Juga: Durasi dan Tipe Video Pemasaran Yang Efektif Di Media Sosial

Tidak bisa dipungkiri, konten video saat ini dan di masa depan tetap akan menjadi favorit audiens dan andalan pemilik brand, termasuk perusahaan FMCG. Konten video bisa secara cepat menghasilkan penjualan. Sebuah hasil survey menunjukkan bahwa sekitar 74% audiens melakukan pembelian produk setelah menonton konten video pemasaran.

Konten video juga lebih dapat menyampaikan pesan brand atau membuat audiens memahami produk pemilik brand daripada jenis konten digital lainnya.

Apabila FMCG Brands juga melakukan penjualan secara online, 57% konsumen menyatakan bahwa mereka membeli produk secara online setelah menonton video tentang produk tersebut.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles