Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Biaya Content Marketing Lebih Murah Dari Iklan Digital, Ini Contohnya!

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 26, 2020

Kini, banyak marketer yang memanfaatkan kegiatan content marketing di media digital untuk menjangkau dan terkoneksi dengan audiens yang disasar.

Mengapa? Karena, selain content marketing membantu marketer mengatasi permasalahan banner blindness (saat pengunjung website tidak memedulikan informasi yang disajikan dalam format banner iklan pada laman website), ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan brand saat mengaplikasikan content marketing.

Beberapa di antaranya adalah mendorong awareness publik terhadap produk atau jasa yang ditawarkan, meningkatkan kredibilitas brand terkait, hingga biaya yang lebih efisien dari performa konten yang ditayangkan seiring berjalannya durasi campaign; seperti tampak pada diagram berikut ini:

Biaya Content Marketing Lebih Murah Dari Iklan Digital, Ini Contohnya!

Uraian tentang bagaimana content marketing bisa efisien dari segi biaya

Bicara tentang efisiensi biaya, berdasarkan berbagai campaign yang telah berjalan di GetCraft, kegiatan content marketing kerap mencatat hasil yang konsisten seiring meningkatnya performa konten yang ditayangkan. Bahkan, kalau dibandingkan dengan upaya menarik sasaran audiens ke dalam situs atau aset brand lewat paid ads di Google ataupun Facebook, content marketing bisa jauh lebih efisien.

Sebagai gambarannya, misalnya sebuah brand menggunakan paid ads di Google atau Facebook, mereka perlu mengeluarkan biaya Cost Per View (CPV) rata-rata 1.000 rupiah atau lebih untuk dapat menarik audiens ke dalam website yang dikelolanya. Berarti, kalau brand tersebut ingin mendapatkan 1 juta kunjungan, mereka harus mengeluarkan dana sampai 1 miliar rupiah hanya untuk pemasangan iklan saja, dan ini belum termasuk biaya produksi materi iklan tersebut.

Sementara itu, dengan melakukan kegiatan content marketing, setelah akumulasi performa konten pada periode kurang lebih 1 tahun, sebuah brand bisa berpotensi mengeluarkan biaya rata-rata per kunjungan (CPV) sebesar 500 rupiah atau hanya setengah harga dari dana yang harus mereka keluarkan untuk beriklan di Google atau Facebook. Dan hal ini dapat menjadi bukti bahwa melakukan kegiatan content marketing ini juga berarti menghemat pengeluaran mereka untuk digital marketing.

Atau untuk lebih jelasnya, artikel ini akan menampilkan hasil dari salah satu kegiatan content marketing yang dikelola oleh GetCraft. Mungkin di sini tidak akan dijelaskan mengenai detail brand terkait, tetapi project ini menjalankan kegiatan content marketing di dalam kanal blog pada situs yang dikelola brand. Dan kategori topik yang ditayangkan pada situs tersebut adalah gaya hidup seperti fashion, teknologi, hobi dan lain sebagainya.

Contoh studi kasus mengenai biaya content marketing yang lebih efisien

Untuk studi kasus ini, GetCraft mengambil data berdasarkan performa konten situs terkait dari bulan April 2016 sampai September 2018, atau 30 bulan sejak pertama kali konten pada situs tersebut mulai didistribusikan.

Sebanyak 24 artikel yang ditayangkan di dalam situs blog milik brand tersebut, total dana yang dikeluarkan, mencakup ideation, produksi dan distribusi termasuk paid media, rata-rata biayanya adalah 51 juta rupiah per bulan. Dan jika dikalikan 30 bulan, maka brand terkait perlu mengeluarkan total dana sekitar 1,5 miliar rupiah pada periode distribusi tersebut.

Dengan jumlah biaya yang dikeluarkan itu, total views yang berhasil dicapai oleh brand tersebut selama 30 bulan tersebut yakni sebesar Rp 6.353.771. Dan jika total biaya (1,5 miliar rupiah) yang dikeluarkan tersebut dibagi dengan total views yang berhasil diraih, maka website milik brand tersebut dapat menghasilkan Cost Per View (CPV) sebesar 236 rupiah saja.

Dan kalau kita membandingkannya dengan potensi CPV yang sebesar 1.000 rupiah ketika beriklan langsung di Google atau Facebook, maka sebuah brand bisa menghemat pengeluaran dana digital marketing mereka sebesar 764 rupiah per view, atau jika dikalikan dengan views yang berhasil didapatkan, brand terkait dapat menghemat biaya total kurang lebih senilai 4,8 miliar rupiah.

Atau untuk singkatnya, dengan memanfaatkan kegiatan content marketing, Brand A akan mengeluarkan biaya sebesar 236 rupiah untuk satu views. Berarti kalau konten tersebut berhasil mendapatkan 1.000.000 views, maka total biaya yang dikeluarkan adalah sebesar Rp236.000.000.

Sementara kalau Brand A tadi memilih menggunakan paid ads di Facebook atau Google untuk memasarkan produk, biaya yang akan mereka keluarkan untuk satu views yakni 1.000 rupiah. Dan untuk bisa mendapatkan 1 juta views maka biaya yang harus mereka keluarkan adalah 1 miliar rupiah. Dan itu berarti brand tadi bisa menghemat 764 juta rupiah jika mereka lebih memilih melakukan kegiatan content marketing dibanding menggunakan paid ads di Facebook atau Google.

Baca Juga: Mempelajari Content Marketing dari Musisi

Memang banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan ketika memilih untuk melakukan kegiatan content marketing ini. Selain lebih efisien dari segi biaya, melalui content marketing, sebuah brand juga dapat meningkatkan kepercayaan audiens. Karena konten yang diberikan tersebut bisa memberikan nilai tambah seperti edukasi produk kepada mereka, hingga pada akhirnya mereka memiliki keinginan untuk membeli beragam produk yang ditawarkan.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles