Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

4 Kesalahan Dalam Melakukan Iklan Berbayar

By
Maya Ayu Wulandari
 •
May 19, 2020

Ketika brand ingin produknya dikenal khalayak luas, salah satu hal yang biasa mereka lakukan adalah menjalankan kampanye iklan berbayar di platform digital, seperti Google Ads, Facebook Ads, Twitter Ads, dan lainnya.

Biasanya, brand memulai kampanye iklan berbayar untuk memperkenalkan produk atau meningkatkan penjualan. Namun, apakah jumlah pengguna yang mengunjungi situs brand berbanding lurus dengan peningkatan konversi?

Sayangnya tidak. Pada kenyataannya, menjalankan kampanye iklan berbayar untuk kanal marketing tidak semudah itu. Sebab, tujuan dari kampanye iklan berbayar adalah lebih kepada brand awareness.

Kesalahan #1: Konten iklan yang salah

Kesalahan mendasar ketika merencanakan sebuah kampanye pemasaran adalah tujuan yang bias. Tentunya, ketika menjalankan sebuah kampanye, brand ingin mendapatkan hasil yang maksimal. Namun terkadang, brand juga salah langkah menentukan tujuan beriklan. Sebagai contoh, ketika merencanakan sebuah kampanye dengan tujuan brand awareness, tetapi banyak dari strateginya yang justru lebih mengatur tujuan konversi.

Dari sini, terlihat bahwa ada bias objektif dalam kampanye yang dijalankan. Bias objektif ini membuat tim kesulitan merumuskan konten iklan yang tepat, baik dari segi konten atau funneling yang dibuat. Sehingga pesan yang disampaikan pun membingungkan konsumen.

Selain itu, masih banyak juga brand yang memasukkan terlalu banyak informasi di dalam materi iklan berbayar mereka. Tidak jarang kita melihat brand memasukkan hampir semua jenis informasi yang berkaitan dengan produknya. Meski tujuannya baik, yaitu agar calon pelanggan dapat memahami secara menyeluruh tentang produknya, tetapi hal ini berpotensi besar membingungkan audiens.

Untuk itu, sebaiknya brand perlu menyusun strategi serta objektif yang tepat dari kampanye iklan berbayar yang akan diluncurkan. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pembuatan konten iklan yang akan digunakan, sehingga mudah dipahami oleh pasar dan bisa mencapai tujuan kampanye.

Kesalahan #2: Salah menentukan target pasar

Brand acapkali kurang mendalami statistik menyoal audiens dan pasar mereka. Sehingga mereka melakukan kampanye iklan berbayar yang masif tanpa menyaring audiens. Tentunya ini kesalahan yang fatal, karena semakin masif iklan yang dijalankan, semakin besar pula investasi yang harus dikeluarkan.

Jika memang tujuan beriklan adalah meningkatkan brand awareness, maka hal itu tidak menjadi persoalan. Namun ketika iklan berbayar tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan konversi yang tinggi, maka melakukan filterisasi pasar menjadi mutlak untuk dilakukan.

Lakukan riset pasar lewat data sederhana dulu. Seperti followers di Instagram, data lokasi penjualan, atau data hasil kampanye iklan periode sebelumnya. Dari data tersebut, rumuskan audiens dari produk yang ingin diiklankan. Jangan lupa gunakan brand persona untuk membuat produk tersebut semakin diterima oleh pasar.

Kesalahan #3: Ketidaksesuaian antara keyword, konten, dan landing page

Kesesuaian antara kata kunci dalam iklan berbayar dan relevansi halaman landas menjadi rahasia kesuksesan di Google Ads. Ketiga hal ini berkaitan erat satu sama lain, sehingga tidak bisa diabaikan. Namun pada kenyataannya, banyak brand tidak memperhatikan kesesuaian antara kata kunci, konten, dan halaman landas mereka, sehingga kampanye iklan berbayar dalam Google Ads malah gagal.

Agar sukses beriklan pada platform Google Ads, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan.

Pertama, pertimbangkan apa yang diinginkan masyarakat dari produk atau layanan yang brand tawarkan. Dengan kata lain, kita harus mengetahui tujuan orang mencari lewat suatu kata kunci. Apakah untuk mengetahui tentang produk? Atau untuk membandingkan produk? Atau bahkan mereka memang pingin beli?

Berikutnya, pastikan teks atau banner iklan yang dibuat sesuai dengan tujuan orang ketika mencari kata kunci tersebut. Hal ini dimaksudkan agar iklan lebih mudah dipahami dan menarik untuk di-klik.

Terakhir, pastikan landing page menjawab tujuan audiens. Jangan sampai mengecewakan dan membuat mereka langsung minggat karena tidak mendapatkan apa yang dicari.

Kesalahan #4: Tidak memahami konsep ads fatigue

Konten iklan dalam kampanye marketing memiliki rentang waktu efektif. Biasanya audiens akan bosan jika melihat iklan yang sama sebanyak lima kali. Setelah itu, mereka akan mengabaikan, atau bahkan lebih buruk akan menandai iklan tersebut sebagai spam. Inilah yang disebut dengan Ads Fatigue. Ketika iklan terlalu sering muncul dengan pesan dan konten yang sama, maka performa iklan justru akan semakin menurun. Oleh karena itu, penting untuk memiliki beberapa konten iklan yang berbeda.

Selain itu, penting juga untuk menerapkan teknik remarketing dalam beriklan dengan menggunakan platform digital seperti Google Ads dan sebagainya.

Salah satu fitur iklan berbayar yang sering dilewatkan pengiklan adalah remarketing. Fitur ini sejatinya sangat berguna untuk meningkatkan angka konversi. Alasannya, kita dapat menarik pelanggan yang telah melihat barang di halaman landas sebelumnya untuk mau kembali dan melakukan pembelian.

Penting bagi pengiklan untuk mengetahui journey yang dilakukan oleh pengunjung ketika ia mengunjungi situs. Hal ini untuk mempermudah pembuatan konten iklan yang tepat untuk remarketing. Perlu diingat juga bahwa konten iklan untuk remarketing harus berbeda dengan konten iklan biasa, karena dengan teknik ini, tujuan iklan adalah untuk menarik kembali customer sehingga mau melakukan pembelian.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles