Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Trik Bagi Para Brand untuk Mendapat Perhatian dari Para Ibu Muda di Indonesia

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 26, 2020

Tidak dapat dipungkiri bahwa pola ibu-ibu muda di Indonesia dalam mengonsumsi media sudah berubah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Menurut data dari The Asian Parent dalam Indonesian Digital Mums Survey 2017, 65% ibu-ibu muda di Indonesia sudah aktif menggunakan internet -baik itu website, media sosial atau search engine- untuk mencari kebutuhan parenting mereka.

Dan perubahan perilaku dari para ibu muda ini, menjadi suatu tantangan dan kesempatan baru bagi para brand agar bisa mencapai segmen pasar satu ini. Dan alasan ini pula yang mendorong GetCraft dengan disponsori oleh Tickled Media mengadakan Jakarta Content Marketing Meetup (JCMM) dengan tema “Understanding The Digital Mums Consumer Behaviour Outlook in 2019” yang diselenggarakan di William’s SCBD, pada tanggal 21 November 2018 lalu.

Pada kesempatan tersebut, para panelis yang terdiri dari, Adrian Watkins, Chief Strategy Officer AsianParent, Rezky Yanuar, Country Brand Manager Shopee, Marianne Admardatine, CEO JWT Indonesia, Jessica Fedora, Regional Business Solution Tickled Media, dan moderator Anthony Reza, CEO GetCraft Indonesia, saling berdiskusi mengenai seputar perilaku ibu muda di Indonesia khususnya dalam mengonsumsi internet dan berbelanja online.

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Ada pula beberapa hal penting yang perlu diperhatikan para brand agar bisa mencapai para ibu muda di Indonesia, diantaranya,

  1. Para marketers perlu memahami apa saja kebutuhan para ibu muda di Indonesia.
  2. Salah satu cara agar bisa mencapai para ibu muda ini adalah dengan menyajikan konten dan informasi yang menarik dan teroercaya,
  3. Saat ini, para ibu muda yang aktif di dunia digital tersebar di seluruh Indonesia dan bukan hanya yang tinggal di kota-kota urban saja.

Kebutuhan ibu muda di Indonesia

Adrian Watkins, Chief Strategy Officer AsianParent mengungkapkan bahwa AsianParent telah melakukan survey kepada 1000 orang ibu muda di Jakarta, dan hasil dari survey itu menyatakan bahwa ketika seorang perempuan telah menjadi ibu, maka turut mengubah cara mereka dalam mengonsumsi media. Kini, sebanyak 48,7% ibu muda di Indonesia yang aktif menggunakan internet. Dan hal ini menjadi bukti bahwa internet merupakan satu kebutuhan dari para ibu muda ini.

“Saat ini, internet adalah guru bagi para ibu muda di Indonesia. Untuk mencari bantuan seputar dunia parenting, 60% ibu akan mencarinya di internet terlebih dahulu,” ungkap Adrian Watkins. Salah satu responden dari survei AsianParent ini juga menyatakan kalau sebagai ibu baru cara termudah dan tercepat untuk mencari jawaban dari segala pertanyaan soal anaknya adalah dengan browsing via internet.

Bisa dibilang saat ini, internet sudah menjadi salah satu kebutuhan bagi para ibu muda di Indonesia. Tetapi apakah kebutuhan mereka hanya sampai di situ? Marianne Admardatine, CEO JWT Indonesia. mengungkapkan bahwa untuk mengetahui kebutuhan para orangtua modern ini adalah dengan mencari tahunya lewat consumer journey lalu memahami apa yang menjadi pain points mereka. Dan dari situ barulah kita akan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dari pada ibu muda ini.

Dan ketika menulusurinya, ada tiga hal yang menjadi perhatian dan juga kebutuhan dari para ibu muda saat ini, yaitu, mereka senang mencari kegiatan yang menyenangkan, mereka ingin memiliki bentuk tubuh yang ideal, serta sangat peduli dengan kesehatan.

Menyajikan konten untuk mendapat perhatian para ibu muda

Tentunya ketika sudah mengetahui kebutuhan dari para ibu muda ini akan mempermudah para marketers untuk terhubung dengan mereka. Dan salah satu cara terbaik agar bisa mendekatkan diri dengan para ibu modern ini adalah dengan menyajikan beragam konten yang menarik dan dicari oleh mereka.

Lalu seperti apa konten yang dicari oleh para ibu muda ini? Menurut riset dari AsianParent ada tiga topik favorit dari para orangtua modern yang mereka cari di internet, seperti, tips seputar parenting, tips tentang kesehatan, serta hal-hal yang berhubungan dengan memasak dan resep.

Bukan hanya dalam hal mencari informasi, ketika berbelanja pun saat ini para ibu muda di Indonesia sudah mengandalkan berbagai macam e-commerce agar dapat memenuhi kebutuhan mereka.

“Ada peningkatan frekuensi belanja online. Saat ini, rata-rata ibu muda akan berbelanja online 2-3 kali dalam sebulan,” ucap Adrian lagi.

Dan menurut Rezky Yanuar, Country Brand Manager Shopee, “Lima kategori yang paling banyak mendapat perhatian dari para ibu muda adalah, Fashion, Electronics, Mom & Babies, Home & Living, Health & Beauty.”

Walau begitu, dengan menyajikan beragam konten ternyata belum menjadi jaminan apakah suatu brand bisa mendapat perhatian dari para orangtua modern. Karena biar bagaimanapun saat ini, konten mengenai dunia parenting ini sudah banyak bertebaran di dunia digital. Dan untuk itu, salah satu kunci untuk bisa mencapai para ibu muda ini adalah dengan membangun kepercayaan mereka melalui konten yang disajikan.

Salah satu narasumber dari AsianParent mengatakan bahwa, “Saya bisa mencari hampir semua informasi dari internet, tetapi terkadang hal ini kerap membingungkan. Sehingga saya akan terus browsing sampai bisa menemukan sumber informasi yang terpercaya.”

Selain dengan menyajikan konten pada situs brand, salah satu cara untuk bisa meningkatkan kepercayaan adalah dengan memberikan beragam informasi melalui media sosial. Misalnya, dengan memberikan update mengenai produk terbaru atau fakta menarik yang bisa membuat para ibu muda ini semakin mengenal brand terkait.

Baca Juga: Perubahan Pola Perilaku Orangtua Modern dan Cara Membangun Konten yang Kena Sasaran

Setelah mengetahui kebutuhan dan membuat konten, salah satu hal yang perlu dilakukan oleh brand adalah menyasar audiens yang tepat. Karena seperti yang diungkapkan di atas, saat ini para pengguna internet itu bukan hanya para ibu muda yang tinggal di kota besar, tetapi sudah tersebar di seluruh Indonesia. Dan mungkin setiap daerah ini memiliki tren yang berbeda, sehingga membuat brand perlu beradaptasi terhadapnya.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:

Related articles