Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

5 Contoh Facebook Ads yang Menarik Bagi Masyarakat

By
GetCraft
 •
May 26, 2020

Saat ini, Facebook merupakan salah satu platform yang paling digemari pemasar untuk mempromosikan brand mereka. Bayangkan saja, sampai tahun 2018 ini sekitar 1,45 miliar user yang aktif menggunakan Facebook setiap harinya. Tidak sampai di situ, para pengguna Facebook juga memiliki latar belakang yang beragam. Mulai dari bos perusahaan-perusahaan besar, wiraswasta, mahasiswa, bahkan sampai murid SD sekalipun kini aktif sebagai pengguna media sosial ini. Hal ini membuat Facebook memiliki segala lapisan target audiens yang dibutuhkan oleh seorang pemasar.

Karena hal itu pula, kini para pemasar saling berlomba untuk membuat Facebook Ads agar bisa menarik perhatian masyarakat dan menjangkau potential customer yang sudah mereka targetkan.

Baca Juga: Perbedaan Native Advertising dengan Sponsored Content

Dan terbukti, kini sudah banyak brand yang berhasil meraih tujuan mereka dengan menggunakan Facebook Ads ini, di antaranya:

CoSchedule

Di dalam Facebook Ads-nya, CoSchedule mengungkapkan bahwa, “Lebih dari 20,000 marketers dan blogger menggunakan kalender editoral CoSchedule ketika menyusun rencana sehingga dapat menghemat waktu mereka”.

Hasilnya, berdasarkan satu kalimat itu saja mereka berhasil membangun kepercayaan masyarakat, menargetkan audiens secara spesifik dan mengemukakan manfaat dari produk tersebut.

 

Perbedaan Native Advertising dengan Sponsored Content
 Sumber: https://klientboost.com/ppc/facebook-ad-examples/

Apa yang membuat Facebook Ads ini berhasil:

Umumnya, masyarakat terbukti senang dengan data karena bisa sangat berguna untuk segera dipraktikan dalam strategi pemasaran, dan CoSchedule menyajikan data dan fakta pada Facebook Ads mereka. Mengungkapkan data bisa membangun kepercayaan publik, itu sebabnya sangatlah fatal jika data yang dilemparkan ke publik tidak valid.

Selain itu, CoSchedule juga berhasil memikat khalayak melalui manfaat yang mereka jabarkan. Karena dengan menjanjikan sebuah manfaat yang relevan dengan target audiens akan membuat mereka tertarik untuk mempelajari lebih jauh mengenai produk terkait.

Dan berdasarkan copy yang tertera di dalam Facebook Ads tersebut, mereka secara tidak langsung mengatakan, “CoSchedule merupakan produk yang terbaik di kelasnya dan Anda harus mencobanya.”

Asana

Pada iklannya Asana menyebarkan pesan, “Get Asana. Get Result”. Pesan yang disampaikan oleh Asana ini sangat jelas dan to the point. Hanya dengan 4 kata ini saja, Asana dapat mengaitkan produk mereka dengan hasil yang memuaskan.

Asana adalah sebuah aplikasi untuk membantu para pekerja agar lebih terorganisir di dalam pekerjaan mereka. Dan melalui Facebook Ads ini, mereka berhasil memikat masyarakat dengan kalimat di dalam promosi mereka dan bisa meyakinkan kalau menggunakan aplikasi ini, pekerjaan masyarakat akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

 

Perbedaan Native Advertising dengan Sponsored Content
 Sumber : https://klientboost.com/ppc/facebook-ad-examples/

Apa yang membuat Facebook Ads ini berhasil:

Asana menggunakan slogan yang jelas. Kadangkala sebuah slogan yang bagus dapat menyampaikan pesan lebih baik dibanding menjabarkan berbagai kalimat untuk menarik audiens. Tetapi satu hal yang perlu dicatat, ketika membuat slogan seperti ini pastikan janji yang diungkapkan tersebut dapat dipegang.

Salah satu kunci keberhasilan di dalam advertising adalah dapat memperlihatkan apa yang menjadi permasalahan audiens, dan produk terkait dapat menjadi solusi dari problem tersebut. Dan taktik seperti ini yang digunakan oleh Asana untuk menarik minat para target audiens mereka.

Air Asia

Banyak mitos yang mengungkapkan kalau Facebook Ads yang berhasil itu harus rumit. Tapi Air Asia berhasil meruntuhkan mitos tersebut dengan membuat sebuah advertising yang simpel dan efektif.

 

Perbedaan Native Advertising dengan Sponsored Content
 Sumber : https://sproutsocial.com/

Apa yang membuat Facebook Ads ini berhasil:

Karena kalimatnya yang sederhana, Facebook Ads Air Asia ini mudah diingat oleh masyarakat. Lalu, visualisasi dengan warna yang cerah cukup untuk membuat masyarakat berhenti dan menengok sejenak apa yang tampil di dalam news feed Facebook mereka tersebut. Ditambah Air Asia juga menggunakan kata-kata seperti “Free” dan menggunakan jangka waktu tertentu yang membuat masyarakat menjadi bersemangat untuk meninjau iklan ini lebih jauh.

Loot Crate

Tujuan utama sebuah advertising itu adalah "berjualan tanpa terlihat seperti jualan". Dan Loot Crate berhasil menyiarkan konten Facebook yang bisa membuat masyarakat tidak sadar kalau mereka sedang melihat promosi suatu produk.

Perbedaan Native Advertising dengan Sponsored Content
 Sumber : https://sproutsocial.com/

Apa yang membuat Facebook Ads ini berhasil:

Promosi dari Loot Crate ini berhasil menjadi bahan diskusi bagi masyarakat. Dan banyak masyarakat yang tidak ragu untuk memberi likes dan membuat comment pada iklan promosi milik Loot Crate ini. Selain itu, Facebook Ads ini juga berhasil mendorong masyarakat untuk terus membicarakannya.

Loot Crate membuat sebuah konten dengan mengikuti tren saat itu. Mereka membuat sebuah poster yang berhubungan dengan film yang sedang populer, Avengers : Infinity War. Lalu Loot Crate mengajak masyarakat untuk membuat sebuah tim superhero untuk mengalahkan Thanos dengan jumlah uang yang ditentukan oleh Loot Crate. Hasilnya banyak pengguna Facebook berlomba-lomba untuk membuat squad mereka masing-masing, dan saling membandingkan dengan orang lain. Akhirnya konten tersebut tidak habis-habis dibahas masyarakat.

New York Times

Facebook Ads itu tidak hanya muncul pada News Feed bagi pengguna desktop saja, tetapi juga para pengguna mobile. Dan New York Times berhasil memikat para pengguna Facebook Mobile melalui Facebook Ads mereka.

 

Perbedaan Native Advertising dengan Sponsored Content
 Sumber : https://blog.hubspot.com/

Apa yang membuat Facebook Ads ini berhasil:

Ketika seseorang sedang melihat-lihat news feed Facebook dan bosan dengan banyaknya foto dan kalimat, kartun dari New York Times ini menjadi satu yang menarik dan menyegarkan, sehingga membuat banyak orang tertarik untuk melihat konten ini lebih jauh.

Selain itu, konten yang disajikan oleh New York Times ini juga relevan dengan kehidupan sehari-hari yakni tentang anjuran kesehatan. Relevansi tersebut dan dengan ditambah ilustrasi yang menarik, membuat masyarakat menjadi lebih ingin tahu apa yang sebenarnya disajikan oleh New York Times tersebut.

Tidak hanya itu, pada tampilan mobile seseorang akan langsung dapat melihat siapa yang sudah likes pada halaman tersebut. Dan sebuah studi mengungkapkan kalau seseorang yang dikenal membaca suatu artikel dan menarik minat mereka, maka akan membuat temannya itu lebih tertarik untuk klik dan ikut membaca artikel tersebut.

Baca Juga: Mengapa Sponsored Content Bagus untuk Strategi Pemasaran

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles