Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Cara Mengidentifikasi Followers Palsu Influencer

By
GetCraft
 •
May 26, 2020

Ketika seorang pemasar ingin meningkatkan brand awareness mereka, salah satu strategi marketing yang ampuh digunakan adalah Influencer Marketing. Karena dengan jumlah followers-nya yang banyak dan kepercayaan masyarakat pada pesan yang disampaikan oleh influencer, membuat Influencer Marketing menjadi strategi yang efektif dijalankan.

Tetapi hal yang perlu diwaspadai oleh seorang pemasar sebelum mereka memutuskan untuk bekerja sama dengan seorang influencer adalah, apakah influencer tersebut memiliki followers palsu/fiktif?

Saat ini sudah banyak cara untuk bisa mendapatkan jumlah followers yang fantastis. Salah satunya dengan cara “membeli” followers. Karena itu, seorang pemasar perlu teliti agar tidak terjebak dengan akun influencer yang memiliki pengikut palsu. Dan ini menjadi hal krusial yang perlu diketahui pemasar sebelum memutuskan bekerja sama dengan influencer.

Periksa dengan teliti followers influencer

Untuk mengetahui apakah pengikut seorang influencer itu organik atau fiktif, seorang pemasar dapat mengetahuinya dari berbagai tanda-tanda seperti:

  • Followers tanpa profile picture dan post: Ketika seorang influencer di-follow oleh akun yang tidak memiliki profile picture atau post, maka pemasar perlu curiga kalau mereka memiliki followers palsu. Hal lain yang perlu diwaspadai adalah jika seorang influencer memiliki banyak pengikut dengan akun privat dan nama akun yang cenderung bernada spamming.
  • Comment yang spamming atau tidak relevan: Salah satu tanda influencer yang baik adalah memiliki perbandingan yang proporsional antara jumlah comment dan pengikut mereka. Tetapi ketika melihat komentar tersebut ternyata berupa spam atau tidak relevan, maka ada kemungkinan influencer tersebut memiliki pengikut yang tidak autentik.
  • Membeli jumlah followers: Jika melihat followers seorang influencer dan menemukan satu atau dua akun “jual beli followers”, maka itu bisa menjadi indikator kalau mereka menggunakan jasa tersebut.

Melihat engagement

Untuk memastikan seorang influencer memiliki followers palsu atau benar-benar autentik, seorang pemasar bisa melihatnya dengan menghitung rasio antara jumlah engagement dengan jumlah followers.

Cara memastikan rata-rata engagement seorang influencer adalah dengan melihat bagaimana likes dan comment dari 10 post terakhir mereka. Umumnya seorang influencer bisa mendapatkan engagement sebesar 2-3% dari jumlah pengikutnya. Dan jika mendapatkan rasio 10-20%, bisa dikatakan influencer tersebut telah membuat sebuah konten yang viral.

Tetapi melihat jumlah engagement saja belumlah cukup. Karena untuk memastikan apakah influencer memiliki followers yang autentik, pemasar perlu juga melihat seperti apa komentar tersebut. Kalau hanya berisi “Love this” atau “Great post”, itu bisa saja dikirim oleh bot.

Klik di sini untuk bekerjasama dengan influencer terbaik di Asia Tenggara

Menggunakan tools/software lain

Salah satu cara termudah untuk mengetahui apakah followers seorang influencer itu autentik atau palsu adalah dengan menggunakan tools/software.

  • FollowerCheck merupakan salah satu software yang bisa melihat dan menemukan mana pengikut yang organik atau yang palsu. Bahkan tools ini bisa mengetahui akun mana yang paling mencurigakan. Walaupun FollowerCheck tidak 100% akurat, tetapi bisa memberikan gambaran mengenai rincian akun followers milik Influencer.
  • Selain FollowerCheck, software yang kerap digunakan adalah Social Audit Pro. Tools ini dapat memperlihatkan analisis pengikut seorang influencer.

Saat ini memang sudah banyak Influencer di media sosial. Namun tidak sedikit pula influencer yang ternyata menggunakan jasa "beli followers". Karena itu, seorang pemasar perlu untuk teliti terhadap pengikut seorang influencer sebelum memutuskan untuk bekerja sama dengan mereka agar nantinya pesan yang ingin disampaikan oleh sebuah brand bisa sampai ke target market yang sudah ditentukan.

Baca juga artikel lainnya:

Memahami Influencer Marketing

Studi Kasus 3 Kampanye Influencer Marketing di GetCRAFT

Instagram Influencer Marketing: Paid Ads vs Organic Reviews

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles