Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Tips Menggunakan Konten Visual Untuk Meningkatkan Konversi

By
iMarketology
 •
May 26, 2020

Sudah banyak studi yang menyatakan bahwa konten visual efektif menghasilkan ROI yang tinggi bagi brand atau pemasar. Maka, memang penting bagi brand untuk memanfaatkan konten dalam bentuk visual ini.

Baca Juga: Membuat Strategi Sponsored Content Untuk Meningkatkan Konversi

Tujuan menjalankan kampanye pemasaran tentu bisa beragam, salah satunya adalah meningkatkan tingkat konversi. Dan konten visual merupakan bentuk konten yang efektif digunakan untuk meningkatkan konversi. Baik itu dalam bentuk foto, gambar, atau video, semua itu dapat digunakan sebagai konten utama maupun pelengkap pada situs web resmi pemilik brand, blog, posting dan iklan di media sosial, situs toko online, dan lain sebagainya.

Dan berikut ini adalah beberapa cara menggunakan konten visual untuk meningkatkan tingkat konversi:

Baca Juga: Tips Memproduksi Konten Visual untuk Kampanye Pemasaran Digital

Lakukan eksperimen penggunaan konten video

Konten video adalah jenis konten paling digemari audiens sampai saat ini dan menghasilkan ROI tertinggi. Penggunaan konten video untuk meningkatkan konversi sudah tidak perlu diragukan lagi. Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana memproduksi konten video yang tepat untuk meningkatkan konversi.

Sebagai contoh, pada situs toko online, penggunaan video penjelasan produk (explainer) bisa meningkatkan tingkat konversi. Konten video bisa menceritakan tentang bagaimana cara kerja produk dan bagaimana pengalaman para pelanggan dengan produk terkait.

Selain isi konten video, penempatan konten video juga penting untuk diperhatikan. Konten video penjelasan produk sebaiknya ditempatkan dekat sekali dengan foto produk atau tombol “buy” atau “add to cart” pada situs toko online.

Contoh lain, Lowe’s, jaringan toko retail fisik dan online bahan bangunan dan renovasi rumah, menggunakan konten video yang dipersonalisasi berdasarkan data pelanggan berdasarkan:

● Apakah penonton video pernah berbelanja di Lowe’s atau tidak?

● Lokasi geografis salah satu toko fisik Lowe’s yang terdekat dengan lokasi geografis penonton video.

● Produk-produk yang sedang diobral yang paling relevan dengan si penonton video berdasarkan lokasi geografis dan sejarah produk-produk yang pernah dibelinya

● Kondisi cuaca

● Jam dan hari si penonton biasa menonton video

Lowe’s memiliki dan menggunakan lebih dari 180 ribu variasi konten video yang dipersonalisasi berdasarkan kriteria-kriteria di atas.

Gunakan konten visual untuk menunjukkan bagaimana menggunakan produk atau jasa

Konten visual yang menunjukkan bagaimana cara menggunakan produk atau jasa dapat berguna bagi para pelanggan baik sebelum ataupun sesudah membeli produk.

Apabila konten digunakan sebelum pelanggan membeli produk, konten visual tersebut dapat membantu meningkatkan konversi.

Contohnya, Visme menggunakan konten visual yang interaktif bagi para pengunjung situsnya. Konten itu menunjukkan cara menggunakan layanan Visme secara interaktif dan singkat serta ditujukan bagi para pengunjung situs yang baru mengenal brand terkait.

Gunakan pengalaman dan pernyataan pelanggan

Para pelanggan brand atau produk seringkali melakukan pembicaraan secara spontan dan sukarela dengan teman-teman mereka di media sosial tentang pengalamannya dengan sebuah brand atau produk.

Seringkali mereka juga membuat posting di akun media sosial untuk sekedar membagikan komentar dan pendapat tentang pengalaman mereka bersama brand atau produk tertentu.

Dengan melakukan Social Media Listening, brand bisa mengetahui dan mengumpulkan semua konten di media sosial yang berhubungan dengan brand atau produknya.

Konten-konten media sosial yang telah dibuat oleh para pelanggan secara sukarela dan spontan tersebut bisa dibagikan ulang dalam akun media sosial milik brand. Atau, konten-konten media sosial para pelanggan tersebut bisa juga dipakai sebagai bahan untuk memproduksi konten visual yang baru.

Sebagai contoh, Vanity Planet berhasil meningkatkan tingkat konversi sebesar 24% setelah menambahkan foto-foto dari Instagram para pelanggannya ke halaman web produk pada situs toko online mereka.

Beberapa tips lainnya

● Konten video yang tepat dan ditempatkan di tempat yang tepat pasti akan meningkatkan tingkat konversi. Usahakan konten video menyenangkan dan bermanfaat bagi audiens.

● Media sosial perlu digunakan untuk mendistribusikan konten visual baik secara organik maupun dengan iklan berbayar. Gunakanlah media sosial yang tepat.

● Semua konten visual yang diproduksi dan didistribusikan harus memberikan nilai kepada audiens, nilai tersebut bisa berupa menghibur, mengedukasi, memberi informasi, memberi inspirasi, dan lain sebagainya.

● Secara prinsip, semua audiens membutuhkan dan menginginkan informasi yang segar dan bermanfaat bagi mereka. Mereka ingin menyerap informasi secara cepat dan menyenangkan. Ketika konten visual pemilik brand berhasil memenuhi kebutuhan dan keinginan audiens, maka audiens pasti akan memberikan sesuatu kembali kepada pemilik brand, salah satunya adalah meningkatnya tingkat konversi.

|

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles