Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Tips Pemasaran Konten Olahraga untuk Menarik Perhatian Konsumen

By
 •
May 25, 2020

Banyaknya event olahraga besar yang terjadi pada tahun 2018 akan menciptakan hype tersendiri di tengah masyarakat. Karena itu, turnamen besar seperti Piala Dunia dan Asian Games bisa menjadi ajang yang menarik bagi para brand untuk menciptakan peluang demi mendapatkan perhatian dari para pencinta olahraga.

Brand perlu mempertimbangkan pengalaman dua layar dan penggunaan berbagai saluran distribusi guna menjangkau audiens yang lebih luas. Saluran distribusi apa yang terbaik tergantung pada target audiens dan kebutuhan brand,” begitu ungkapan CEO dan Co-Founder GetCraft Indonesia, Anthony Reza pada acara Jakarta Content Marketing Meetup yang diselenggarakan pada 24 Mei 2018 di Qubicle Center, Senopati yang bertema How to Get Sporty in Marketing.

 

JCMM 2
Co-Founder dan CEO GetCRAFT Indonesia, Anthony Reza

Karena memang saat ini, euforia pertandingan olahraga tidak hanya terpusat pada menyaksikan pertandingan secara langsung atau siaran televisi saja. Namun, dengan perkembangan teknologi, kini para pencinta olahraga juga menikmati berbagai sajian olahraga melalui live streaming atau konten-konten di media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter.

Para penggemar olahraga beralih ke media sosial

Berdasarkan data TV & Twitter Insight Survey pada Februari 2016 menyatakan, 56% pengguna Twitter akan membagikan hal menarik dari program televisi yang ditontonnya lewat akun Twitter milik mereka.

Tidak terkecuali para fans olahraga seperti yang diungkapkan Leo Wirendra, Senior Client Partner Twitter Indonesia dan Malaysia mengatakan bahwa, “Orang-orang beralih ke Twitter saat sedang menyaksikan pertandingan (olahraga) dan pada waktu iklan.”

Terkait perilaku tersebut, Head of Marketing Facebook Indonesia, Andhini Putri mengungkapkan bahwa, “Pertandingan besar telah berpindah ke layar kecil.”

Pergeseran perilaku para pencinta olahraga dalam penggunaan media sosial ini disebabkan karena mereka tidak lagi ingin jadi penonton saja, tetapi juga ingin ikut andil di dalam percakapan mengenai pertandingan yang disaksikannya.

Karena hal ini pula, kini media sosial dapat memberikan peluang bagi para pemasar untuk menjangkau para penggemar olahraga, “Brand harus dapat memilih momen yang tepat dan mengerti pola pikir para pengguna media sosial,” Leo Wirendra menambahkan.

 

JCMM 3
Anthony Reza dan Para Pembicara JCMM

Pemasaran konten olahraga

Konten yang disampaikan di dalam industri olahraga tentu memiliki persamaan dengan konten industri lain pada umumnya, yakni memiliki pesan yang jelas, menarik, konsisten dan juga dapat merepresentasikan citra brand. Namun selain itu, Andhini Putri juga mengungkapkan kalau konten olahraga saat ini telah berubah menjadi lebih intim, personal dan cepat.

Hal penting lain yang perlu dimiliki oleh konten olahraga adalah memiliki cerita yang relevan dengan para audiensnya. Seperti yang dikatakan Arief Tjakraamidjaja, Country Marketing Lead Nike Indonesia, “People buy the story, not the shoes. When they buy the shoes, they feel like they are part of the story”.

Baca Juga: Peluang Menarik Perhatian Konsumen di Bulan Ramadan

Pemasaran konten olahraga dengan mempertimbangkan pola perilaku fans olahraga dapat menjadi faktor utama untuk memenangkan perhatian para konsumen. “Dalam pemasaran konten olahraga, tidak ada satu tolak ukur yang cocok untuk semua. Namun, secara general, brand harus selalu konsisten. Konten yang berkualitas, memahami pola pikir fans dan pengguna media sosial akan dapat membantu brand untuk membawa pulang medali emas”, ungkap Reza.

 

JCMM 4
Para peserta JCMM

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles