Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Tips Kurasi Konten dalam Kegiatan Content Marketing

By
Dimas Gityandraputra
 •
June 29, 2020

Konten sudah menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat. Dan lewat konten pula, audiens mulai mengenal suatu brand sampai memiliki ketertarikan untuk mau menggunakan produk yang ditawarkan brand tersebut. Tak pelak, marketers pun saat ini sangat mengandalkan strategi content marketing mereka guna bisa mendapatkan perhatian masyarakat hingga mengembangkan bisnis yang dikelolanya.

Tetapi, di masa sekarang ini, banyak sekali paparan konten, baik itu di media digital atau pun tradisional. Ini pula yang membuat sebagian besar masyarakat menjadi selektif dalam konten yang akan mereka konsumsi.

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Karena hal tersebut, brand perlu membuat dan menyajikan konten secara tepat. Bukan hanya banyak tetapi juga memiliki kualitas dan dapat memberikan nilai tambah kepada para audiensnya. Maka, marketers perlu melakukan kurasi konten yang baik sehingga dapat menjawab keinginan dan kebutuhan masyarakat, mendorong SEO, meningkatkan kepercayaan audiens, dan dapat membantu mengembangkan bisnis menjadi lebih baik.

Dan berikut tips dalam melakukan kurasi konten pada kegiatan content marketing.

Menyaring dan sajikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan audiens

Dalam setiap konten yang disajikan, tentunya kita ingin memberikan informasi yang berharga/valuable bagi para audiens. Karena itu, dalam melakukan kurasi konten kita perlu mencari tahu apa tujuan/objective dari menayangkan konten tersebut. Dan informasi yang berguna bagi audiens nantinya akan membantu untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap brand.

Tidak hanya itu, kita juga perlu memastikan apakah topik yang disajikan relevan dengan industri yang kita jalankan atau tidak, atau apakah konten tersebut sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan atau tidak.

Karena itu, hal awal yang perlu dilakukan ketika melakukan kurasi konten ini yakni dimulai dari mengetahui kebutuhan dan keinginan audiens.

Dan ketika sebuah konten memiliki nilai, serta sesuai dengan kebutuhan audiens, maka konten tersebut akan membantu brand untuk meningkatkan kredibilitas mereka.

Itu sebabnya, penting untuk menyaring dan memilih informasi yang tepat dari setiap konten yang akan disajikan.

Penelusuran sumber

Agar informasi yang dibagikan dapat dipercaya, tentunya brand perlu membuat konten dari sumber-sumber yang kredibel. Sebaiknya konten yang disusun pun tidak hanya terdiri dari satu sumber saja, tetapi menyertakan berbagai sumber sehingga konten menjadi lebih terpercaya.

Sumber pun mungkin bukan hanya sumber tertulis saja, tetapi juga bisa dari hasil wawancara dengan para expert yang sudah memiliki kredibilitas di industri yang dijalankannya.

Ditambah dengan memasukkan link dari sumber terpercaya dapat membantu konten terebut untuk mendapat ranking yang lebih baik pada mesin pencarian.

Kurasi visual

Supaya konten berbentuk artikel bisa lebih menarik, tentunya perlu juga ditambahkan aspek visual. Ada banyak cara untuk membuat visual konten tampak menarik, salah satunya adalah menghadirkan foto pengguna dengan copy berbentuk testimoni, ini akan menambah kredibilitas konten, pun produk yang ditawarkan.

Jangan lupa juga untuk memberikan credit/akreditasi kepada para pemilik asli dari konten tersebut.

Gunakan tools yang tepat

Banyak tools yang dapat dimanfaatkan marketers untuk mempermudah proses kurasi konten ini. Misalnya, tools untuk mencari tahu tren terbaru atau ada juga tools untuk mengetahui sumber-sumber mana saja yang kredibel yang tepat dapat dijadikan acuan. Dengan menggunakan tools yang tepat tentunya melakukan kurasi konten akan menjadi lebih mudah, cepat dan juga efisien.

Menelusuri klik

Kita bisa membentuk URL khusus/custom link pada konten yang dibagikan lalu menggunakan Google Analytics untuk melihat seberapa banyak klik yang bisa didapatkan dari tiap-tiap konten. Dari sini nantinya kita bisa mendapatkan indikasi, topik apa saja yang disukai para audiens. Hal ini akan berguna bagi brand dalam menentukan content plan berikutnya, dan juga tipe konten seperti apa yang sebaiknya ditayangkan.

Periksa CTA

Salah satu tujuan membuat dan menayangkan konten adalah untuk meningkatkan konversi. Karena itu agar para audiens tertarik untuk mau melakukan action, maka kita perlu untuk membuat Call To Action (CTA) yang menarik dan mengundang. Maka, dalam melakukan kurasi konten penting bagi kita untuk mengetahui apakah CTA yang disertakan akan berfungsi efektif atau tidak.

Beberapa hal yang dapat diperiksa dari CTA yang akan ditayangkan antara lain,

  • Apakah kalimat CTA tersebut sudah mengundang dan memberikan urgensi audiens untuk mau melakukan aksi atau tidak.
  • Apakah tombol dan warna yang digunakan sudah sesuai atau belum.
  • Apakah CTA tersebut sudah menawarkan value proposition atau belum.
  • Apakah CTA sudah menonjol atau belum.
  • Dan juga posisi dari CTA tersebut apakah sudah sesuai ataukah belum.

Mungkin banyak yang beranggapan bahwa CTA terbaik terletak pada akhir konten. Namun sebenarnya, CTA sebaiknya diletakkan setelah informasi penting disampaikan. Baru setelah itu ditambahkan informasi tambahan. Tetapi pastikan CTA tersebut tidak terasa mengganggu bagi para audiens.

Baca Juga: Anthony Reza: Strategi Content Marketing dan Cara Mengelolanya

Melakukan kurasi konten memang dapat memberikan berbagai manfaat bagi bisnis yang dikelola. Dan menjadi salah satu poin penting ketika sedang menetukan strategi konten.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles