Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Berbagai Tipe Konten untuk Menjaga Loyalitas Konsumen

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 26, 2020

Salah satu tujuan melakukan content marketing adalah membangun kesadaran (awareness) terhadap brand kita, mengukuhkan kredibilitasnya, sampai kita bisa mendapatkan prospek (leads) yang nantinya ditargetkan terkonversi jadi pelanggan. Tapi selain itu, ada fungsi lain yang tak kalah penting, bahkan seringkali terlupakan, yaitu menjaga loyalitas konsumen saat ini; atau biasa disebut retention.

Customer retention ini penting untuk brand. Seperti diungkapkan studi dari Harvard Business School, ketika tingkat retention naik sampai 5 persen, maka keuntungan bisnis pun bisa tumbuh sampai setidaknya 25 persen. Lalu, konten seperti apa yang cocok untuk kebutuhan customer retention?

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Menjalankan program email marketing

Melalui email, kita bisa memberikan beberapa konten menarik pada pelanggan tetap yang sudah terdaftar; seperti kabar terbaru seputar brand, penawaran spesial, sampai tips yang relevan dengan brand dan menjawab persoalan konsumen sehari-hari.

Tak hanya itu, email marketing juga, sampai hari ini masih tercatat sebagai salah satu medium komunikasi pemasaran yang efektif. Melalui email, kita terhubung secara personal dengan pelanggan, meningkatkan loyalitas mereka, dan menjaga ketertarikan mereka pada produk atau jasa yang kita tawarkan.

Tantangannya, mungkin kini banyak yang beranggapan kalau email dari brand lebih sering terasa seperti spam. Tapi kalau kita mengemasnya dengan konten yang berguna untuk konsumen, disampaikan dengan cara menarik dan intim, email bisa jadi medium yang powerful untuk menjaga hubungan baik dengan konsumen. Dan akhirnya bisa membuat mereka yang sudah lama tidak membeli barang atau jasa kita, kembali membelinya karena program penawaran yang terlalu menarik untuk ditolak.

Menyebar survei untuk menunjukkan kalau suara konsumen penting

Konsumen akan menghargai kalau kita, sebagai brand, mau mendengarkan masukan dari mereka. Karena itu, melakukan kuesioner dan menyebar survei bisa jadi salah satu cara untuk menjaring pendapat atau masukan dari konsumen, terkait apapun yang bisa membuat brand kita lebih baik lagi. Kegiatan ini bisa jadi bentuk komunikasi dua arah, yang akhirnya membuat konsumen merasa pemikiran dan pendapatannya tentang inovasi produk atau jasa kita, dihargai.

Selain itu, soal survei ini bisa ditambahkan dengan reward, agar mereka makin bersungguh-sungguh memberikan pendapatnya via survei. Contohnya seperti voucher, cashback, potongan harga atau diskon, sampai hadiah yang berpotensi membuat konsumen senang.

Data dari survei juga bisa sangat bernilai buat kita, dan menjadi bahan untuk kita lebih memahami perilaku konsumen, mengetahui hal yang konsumen senangi atau harapkan. Datanya bisa jadi referensi juga untuk kita membangun strategi konten yang lebih solid untuk marketing campaign yang dijalankan.

Membangun laman help center

Riset dari Zendesk mengungkapkan, 67% konsumen lebih suka mencari informasi sendiri dibandingkan harus berbicara dengan customer service. Maka itu, memiliki saluran konten bantuan (help center) bisa memberikan pilihan dan fleksibilitas pada konsumen, agar mendapatkan informasi sendiri.

Situs help center yang lengkap, akan mempermudah pelanggan mengetahui dan memahami detail yang ditawarkan produk atau jasa kita. Untuk itu, penting buat kita meng-update laman yang kontennya berdasarkan pertanyaan pelanggan terhadap produk atau jasa yang ditawarkan (frequently asked questions). Kontennya sendiri bisa berbentuk instruksi penggunaan, sampai video tutorial.

Melalui help center, kita memberikan informasi yang berguna untuk konsumen agar bisa memanfaatkan produk atau layanan kita secara lebih maksimal. Selain itu juga, help center diyakini bisa membuat visibilitas brand meningkat secara online, karena algoritma mesin pencari mencatat, brand yang memiliki laman FAQ atau help center yang solid, memiliki kredibilitas tinggi yang berguna memperkuat SEO.

Menyelenggarakan webinar

Hal berikutnya yang bisa menjaga dan bahkan meningkatkan loyalitas konsumen adalah dengan memberikan nilai tambah pada mereka. Misalnya dengan mengadakan webinar, yang kontennya adalah informasi khusus atau edukasi eksklusif untuk konsumen. Lewat konten ini juga, kita membangun komunitas konsumen yang kuat.

Memberikan penawaran khusus, atau program VIP

Semua orang senang diperlakukan spesial. Misalnya dengan memberikan konsumen loyal penawaran khusus terbatas, yang hanya diterima oleh mereka.

Alex McEachern, Head of Marketing smile.io, mengatakan kalau terkadang yang menjadi motivasi perilaku seseorang adalah status yang dapat mereka raih. Dengan status VIP, loyalitas seseorang bisa meningkat karena merasa punya status lebih tinggi dari konsumen lainnya.

Selain itu, mereka juga diberikan penawaran khusus sebagai hadiah, karena terus menjadi konsumen loyal. Makin banyak yang mereka mengonsumsi produk atau menggunakan layanan yang ditawarkan, makin spesial pula penawaran yang diberikan.

Menyajikan testimonial dari konsumen lainnya

Konsumen relatif lebih percaya pada brand yang dikomentari positif oleh orang lain; entah keluarganya, temannya, atau konsumen lain yang sudah menggunakan produk atau layanan tertentu. Pengaruhnya bahkan tercatat lebih kuat ketimbang iklan.

Studi dari Nielsen mengungkapkan bahwa 60 persen pelanggan mempercayai online review. Maka, testimonial juga layak termasuk dalam konten yang bisa menjaga keyakinan konsumen terhadap brand kita; bahkan mempengaruhi mereka untuk makin jadi konsumen aktif.

Via konten testimonial, kita bisa menyajikan cerita pengalaman konsumen yang menarik, bagaimana produk atau jasa membantu mereka menjawab kebutuhannya, sampai bagaimana cara memanfaatkan produk atau layanan yang ditawarkan secara maksimal.

Baca Juga: Mengapa Case Study dapat Meyakinkan Konsumen untuk Membeli Produk

Content marketing memang mempunyai kekuatan agar para konsumen tetap loyal dan mau selalu menggunakan produk yang kita tawarkan. Selama konten yang kita sajikan tersebut dapat memberikan nilai lebih kepada mereka, menghargai mereka dan juga memberikan mereka kenyamanan.

Jadi, dalam kegiatan content marketing Anda, jangan hanya terus membangun kesadaran, mengembangkan citra positif brand, atau menarik konsumen baru; tapi jaga juga konsumen saat ini (retain), agar mereka terus aktif sebagai pelanggan setia, dan bahkan bisa membantu kita menyebarkan manfaat dan nilai guna produk pada khalayak yang lebih luas lagi.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles