Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Perhatikan Hal Ini Ketika Menjalankan Influencer Marketing B2B

By
iMarketology
 •
May 19, 2020

Dibandingkan dengan pelanggan B2C, pelanggan B2B biasanya cenderung lebih susah diyakinkan untuk membeli produk atau jasa brand. Alasannya, biasanya pembuat keputusan untuk membeli produk atau jasa pada para pelanggan B2B lebih dari satu orang., dan umumnya memiliki perjalanan pelanggan yang lebih panjang dari segi waktu dan tahapannya. Ditambah, pelanggan B2B juga lebih sulit diyakinkan dengan iklan di media konvensional maupun iklan digital.

Salah satu cara yang efektif untuk meyakinkan pelanggan B2B adalah lewat influencer marketing. Tetapi, seberapa efektif strategi ini bagi brand B2B? Berdasarkan data yang diungkapkan Social Media Today, 49% konsumen membeli produk atau jasa berdasarkan rekomendasi dari para influencers. Kampanye influencer marketing rata-rata menghasilkan pendapatan USD 6,50 dari setiap USD 1,00 yang dikeluarkan. 22% dari para pelaku pemasaran menyatakan bahwa influencer marketing adalah metode yang paling efektif dalam hal biaya untuk mendapatkan para pelanggan baru.

Baca Juga: Memahami Influencer Marketing

Lalu bagaimanakah sebaiknya brand B2B melakukan kampanye influencer marketing? Berikut beberapa tips atau hal yang penting diketahui saat  melakukan kampanye influencer marketing bagi perusahaan B2B.

Pilih influencer B2B dengan tepat

Influencer adalah para individu yang memiliki pengaruh kuat untuk meyakinkan audiensnya agar membuat keputusan atau melakukan sesuatu sesuai yang diharapkan. Pemilihan influencer yang tepat bisa memperbesar kemungkinan keberhasilan kampanye influencer marketing yang dilakukan brand, demikian juga sebaliknya.

Influencer B2B biasanya adalah para pakar industri yang sudah terkenal dan dipercaya oleh masyarakat. Para pakar tersebut bisa saja seorang konsultan atau dosen terkenal.

Selain itu, influencer B2B juga bisa seorang pelanggan pada brand tertentu yang sudah terkenal dan dijadikan acuan oleh para pesaingnya di sektor industri yang sama.

Cara terbaik untuk menemukan dan mengenali influencer B2B adalah dengan menggunakan perangkat lunak yang khusus untuk memonitor hal ini, atau menggunakan beberapa layanan online yang ada di internet, atau melakukan riset pasar.

Jangan mengharapkan hasil yang instan

Karena salah satu karakteristik dari para pelanggan B2B adalah membutuhkan waktu yang lama dalam membuat keputusan untuk membeli produk atau jasa brand, memiliki perjalanan pelanggan yang cukup panjang dan banyak tahapan, maka sebaiknya brand tidak mengharapkan hasil yang terlalu cepat dari kampanye influencer marketing  yang dijalankan.

Minimal memerlukan waktu 6 bulan untuk bisa mulai melihat hasil dari kampanye influencer marketing B2B.

Jangan hanya fokus pada media sosial

Jangkauan dan keterlihatan di media sosial bukanlah satu-satunya alat ukur dalam melakukan kampanye influencer marketing B2B. Karena, banyak juga influencer B2B yang tidak terlalu aktif atau bahkan tidak aktif sama sekali di media sosial.

Para influencer B2B tersebut bisa saja lebih dikenal para target audiens lewat buku yang mereka tulis, hasil riset yang mereka lakukan, seminar, atau hal lain selain media sosial.

Berikan kebebasan pada influencer dalam melakukan pekerjaannya

Seperti influencer lainnya, influencer B2B umumnya lebih mengenal para audiensnya daripada marketers yang bekerja sama dengan mereka, apalagi hubungan yang terjalin antara keduanya sudah berjalan cukup lama.

Brand sebaiknya tidak terlalu mengatur secara detail konten apa yang harus dibuat atau apa yang harus disampaikan para influencer ini.

Sebaiknya brand memberikan kebebasan kepada para influencer dalam menyampaikan pesan kepada audiens sesuai kreativitas dan kebiasaan para influencer. Hal ini juga akan membuat pesan-pesan tersebut tersamar dan menyerupai konten-konten umum yang sehari-hari diutarakan oleh influencer terkait.

Utamakan konten yang bercerita dan edukatif

Para audiens influencer B2B menyukai konten yang memberikan nilai lebih kepada mereka. Jenis konten yang paling efektif adalah yang bercerita atau edukatif.

Jenis konten seperti itu akan meningkatkan tingkat keterlibatan (engagement) para audiens influencer B2B serta akan mempermudah para influencer dan brand untuk meyakinkan audiens untuk melakukan sesuatu atau membuat keputusan sesuai harapan para influencer dan brand.

Tidak hanya perusahaan B2C saja yang bisa mendapatkan manfaat dari menjalankan kampanye influencer marketing. Karena ketika dilakukan secara tepat, influencer marketing dapat efektif mencapai beragam objektif dari perusahaan B2B.

Baca Juga: Tips Pemasaran Digital untuk Strategi Perusahaan B2B

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles