Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Cara Membuat Native Advertising yang Menarik bagi Generasi Milenial

By
GetCraft
 •
May 26, 2020

Sebagai marketer, Anda pasti paham bahwa Native Advertising adalah cara yang cukup tepat untuk bisa menggapai target market. Pendekatan cara pemasaran dengan native ads biasanya langsung ke sasaran dengan konten yang terlihat dan berfungsi seperti bagian yang natural dari media terkait.

Baca Juga: Apa Itu Native Advertising?

Karena bentuknya yang natural itu pula membuat native advertising kini digemari tidak hanya oleh para pemasar, tetapi para target pasar pun juga lebih tertarik dengan bentuk advertising satu ini. Tidak terkecuali target pasar dengan jumlah yang paling besar dan yang paling diincar oleh pemasar, generasi milenial.

Namun saat ini, yang kerap menjadi pertanyaan pemasar adalah, bagaimana cara untuk menarik minat generasi milenial dengan menggunakan native advertising ini?

Rita Orschiedt, Head of Branded Content ze.tt memberikan beberapa tips dan trik untuk menarik minat generasi milenial dengan native advertising. Simak tipsnya!

Klik di sini untuk bekerjasama dengan publisher terbaik di Asia Tenggara

Jangan menipu mereka dengan trik-trik marketing

Rita Orscihiedt mengatakan kalau generasi milenial itu sulit untuk digapai oleh pemasar karena mereka memiliki perbedaan dengan target pasar lain. Tetapi apa yang membuat generasi milenial ini berbeda?

Bisa dikatakan, habitat dari para generasi milenial adalah dunia digital. Mereka terbiasa untuk berinteraksi dan berkomunikasi lewat media sosial. Berbeda dengan target pasar lain dan juga para pemasar, mereka tidak terbiasa menggunakan bentuk komunikasi lewat media sosial seperti yang biasa dilakukan oleh para generasi milenial ini. Dua sisi ini yang terkadang membuat generasi milenial sulit untuk digapai para pemasar.

Kebiasaan itu membuat generasi milenial lebih modern dan lebih mengenal berbagai hal yang tersedia di dunia digital. Sehingga mereka tidak lagi tertarik dengan berbagai bentuk advertising klasik seperti banner atau lainnya. Dan salah satu cara terbaik untuk menjangkau mereka yaitu dengan berbagai konten yang tidak terang-terangan berjualan tetapi dengan topik yang mereka sukai dan bisa memberikan nilai tambah kepada mereka, seperti dengan menggunakan native advertising.

milenial-1.jpg?t=1529916850096

 

Amati dan kenali perilakunya

Seperti yang diungkapkan di atas, platform yang paling disukai oleh generasi milenial adalah media sosial. Hal ini membuat media sosial bisa menjadi kekuatan utama dalam pendistribusian konten. Karena generasi milenial memang lebih tertarik untuk mengengok konten-konten yang tersaji di dalam media sosial apalagi yang disebarkan oleh orang-orang yang mereka kenal. Karena melalui media sosial itu, mereka tinggal klik konten yang mereka lihat di Facebook, Twitter atau Instagram tanpa repot-repot mengetik URL.

Kecenderungan lain dari generasi milenial ini adalah, mereka senang memilih sendiri konten seperti apa yang akan mereka konsumsi dan tanpa paksaan. Karena itu, seorang pemasar perlu membuat konten dengan topik yang benar-benar disukai oleh mereka.

Dan untuk mengetahui konten seperti apa yang disukai oleh generasi milenial seorang pemasar perlu melihat seperti apa respon mereka terhadap suatu topik. Apakah positif atau negatif. Melalui feedback itu membuat para pemasar mengetahui seperti apa topik dan konten yang bisa menarik minat para generasi milenial dan apa yang menjadi idealisme mereka.

Distribusikan Konten Secara Bijaksana

Untuk bisa membuat generasi milenial terkesan itu membutuhkan suatu strategi pemasaran konten yang matang. Dan satu hal penting dari pendisitribusian konten untuk generasi milenial adalah soal timing. Sebuah konten perlu dipublikasikan ketika relevan dengan generasi milenial dan bukan ditayangkan karena keinginan pribadi seorang pemasar atau karena sedang memiliki waktu saja. Misalnya saja, sebuah konten mengenai tempat nongkrong tetapi didistribusikan pada hari senin pagi mungkin hanya akan mendapatkan views yang kecil. Berbeda jika ditayangkan pada hari jumat sore. Views yang didapat mungkin bisa lebih besar dan berkesan bagi generasi milenial.

Salah satu kesulitan yang terkadang ditemui oleh para pemasar dari pendistribusian konten untuk generasi milenial yaitu, generasi milenial jumlahnya sangat besar dan beragam. Maka, pemasar perlu membuat dan mendistribusikan konten secara spesifik. Contohnya, mereka tidak bisa membuat konten untuk generasi milenial yang sudah memiliki anak tetapi didistribusikan melalui saluran yang disukai oleh generasi milenial yang masih single. Karena jumlahnya yang besar itu membuat pemasar harus lebih spesifik dan tidak bisa menjangkau generasi milenial secara keseluruhan.

Baca Juga: Contoh Native Advertising yang Bisa Anda Tiru

Kombinasi terbaik untuk bisa menjangkau generasi milenial dengan menggunakan native advertising adalah dengan mempertimbangkan timing yang tepat, konten yang tepat dan juga melihat bagaimana perilaku para generasi milenial tersebut. Ditambah dengan konten yang kreatif, penuh interaksi dan bisa memberikan nilai tambah kepada mereka, membuat native advertising yang dibuat bisa menarik minat dari para generasi milenial ini.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles