Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Cara Membuat Tombol CTA yang Bisa Meningkatkan Konversi

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 26, 2020

Tujuan marketers melakukan content marketing bisa beragam. Tapi salah satu yang kerap jadi tujuan kegiatan pemasaran adalah tingkat konversi yang dihasilkan dari suatu campaign. Dan salah satu cara untuk menarik konversi dari campaign pemasaran adalah elemen call-to-action (CTA) yang kuat.

Menurut definisi dari Business Dictionary, CTA adalah serangkaian pesan dalam pesan pemasaran yang berguna untuk menarik aksi dari audiens untuk melakukan tindakan tertentu, seperti "Daftar Sekarang", "Hubungi Kami", atau "Klik di Sini". Dalam iklan atau pesan komersial, jika CTA tidak jelas atau bahkan tidak ada, bisa dianggap kurang lengkap atau diragukan efektivitasnya.

Bentuk CTA juga tidak melulu harus berupa tombol. Karena, kita juga bisa memanfaatkan link atau gambar yang diletakkan secara strategis di dalam situs terkait, agar para pengunjung situs tersebut bisa berubah (terkonversi) menjadi prospek atau konsumen.

CTA juga memiliki peran penting dalam proses content marketing untuk meningkatkan nilai konversi. Karena itu, para marketer perlu merencanakan urusan CTA ini secara matang, agar bisa mencapai tingkat konversi yang diharapkan.

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Untuk referensi berikut ini beberapa tips dari Neil Patel terkait hal-hal yang penting diperhatikan untuk membuat CTA yang efektif mempengaruhi tingkat konversi.

Pilih warna yang menonjol untuk tombol CTA

Salah satu cara menarik perhatian audiens pada tombol CTA adalah pemanfaatan warna yang terang dan menonjol, atau bukan warna netral seperti putih, hitam, atau abu-abu. Saat pemilihan warna ini, pikirkan pertanyaan seperti: "Apakah warna yang akan digunakan ini bakal menarik perhatian audiens atau tidak?"

Patokannya, terang dan menonjol tadi, juga kontras jika dibandingkan dengan warna latar atau background, dan mesti bisa "mengganggu perhatian audiens".

Terkait hal ini, seiring waktu Anda juga bisa melakukan A/B testing dari dua warna tertentu (atau lebih); untuk mengidentifikasi warna yang lebih ampuh menarik aksi atau klik dari audiens. Karena, tidak ada rumus pasti soal warna apa yang cocok, maka itu tak ada salahnya jika terus menguji, warna apa yang paling cocok untuk target audiens yang Anda sasar.

Tampilkan desain yang sederhana

Karena ingin mencolok, seringkali ada yang membuat tampilannya jadi berlebihan. Misal, ditambahkan tanda panah, gambar yang tidak sesuai dengan pesan, atau efek visual tertentu yang terkesan heboh, padahal tidak diperlukan. Menurut beberapa tes, CTA yang efektif menarik tingkat konversi, justru yang ditampilkan secara simpel dan sederhana.

Maksudnya sederhana di sini bukan berarti membosankan. CTA tetap mesti menarik, dengan warna yang kontras tapi tetap selaras dengan komposisi warna tempat CTA itu ditampilkan. Lalu optimalkan dengan copy yang menarik, dan tata letak yang proporsional. Tidak perlu berlebihan, untuk memastikan audiens yang disasar terkonversi melakukan aksi yang diharapkan.

Bahkan, terkait ukuran juga, tidak perlu terlalu besar. Karena, ukuran tidak pasti mempengaruhi efektivitasnya. Minat orang mengklik CTA juga terpengaruh dari narasi yang kita sampaikan sebelumnya, atau elemen lain dari pesan yang disampaikan. Jika terlalu besar juga, malah bisa jadi mengganggu dan justru membuat audiens kehilangan minat untuk mengkliknya.

Copy pada tombol, singkat saja tapi jelas

Elemen pesan teks pada tombol CTA adalah bagian penting. Kita mesti membuatnya dengan pertimbangan yang kuat, dan menyampaikan pesan ajakan secara jelas. Pilihan kata pada bagian ini cukup besar dalam mempengaruhi apakah akhirnya audiens akan mengklik atau tidak.

Mengutip Nail Patel dari sumber artikel ini, "Copy pada CTA harus mudah dicerna dalam sekelibat mata. Kalau audiens perlu lebih dari satu detik untuk membacanya, maka copy pada CTA itu sudah terlalu panjang."

Selain itu, salah satu cara yang sering digunakan adalah penggunaan kata kerja, seperti "coba", "lihat", "klik", "subscribe", "download" dan lainnya; karena kata kerja lebih jelas untuk menggugah audiens agar mereka melakukan aksi tertentu.

Klik disini untuk bekerjasama dengan Penulis terbaik di Asia Tenggara

Sebagai tambahan, Anda juga bisa menambahkan kata keterangan waktu, seperti "sekarang" atau "hari ini", untuk menekankan unsur urgensi yang akhirnya secara psikologis menarik minat audiens yang disasar melakukan aksi yang diharapkan.

Soal copy dan pilihan atau susunan kata untuk CTA ini, ada juga cara yang cukup sering dilakukan untuk menarik minat audiens, yakni dengan memberikan kalimat kontradiktif. Contohnya, "jangan dipencet!" Taktik ini mungkin bisa berhasil, tapi kita mesti mempertimbangkan juga, siapa sasaran audiens kita, apakah kira-kira mereka termasuk kelompok audiens yang lebih mudah "terpanggil" dengan nada positif atau negatif, juga bagaimana sebaiknya menggunakan gaya kalimat ini, agar bisa tetap menjaring hasil maksimal.

Optimalkan posisi CTA

Kita mungkin familier dengan istilah, posisi menentukan prestasi. Istilah itu juga berlaku pada penerapan CTA. Ketika kita menaruhnya di tempat yang tepat, bisa membuat efektivitasnya meningkat. Sama seperti warna, soal posisi ini, juga ada baiknya kalau diuji seiring waktu; posisi mana yang paling optimal.

Misal, banyak tombol CTA yang diposisikan pada akhir artikel (pada portal konten); padahal kalau merujuk data dari Hubspot, CTA yang terletak di akhir artikel, hanya bisa menjaring konversi rata-rata 6 persen dari audiens yang membaca artikel tersebut. Sementara tombol CTA yang berada di tengah (atau di antara) artikel bisa menarik lebih banyak klik dari audiens yang membaca artikel tersebut.

Baca Juga: Langkah Riset untuk Content Marketing yang Efektif

Demikian beberapa tips agar CTA bisa lebih efektif menarik minat audiens untuk melakukan aksi tertentu, dan akhirnya mencapai tingkat konversi yang diharapkan.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles