Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Membangun Hubungan Baik dengan Influencer untuk Kampanye Marketing

By
GetCraft
 •
May 26, 2020

Beberapa tahun lalu, mungkin seorang marketer hanya terpikir untuk bekerja sama dengan selebritas ternama dengan image yang baik /brand ambassador untuk mempromosikan produk atau jasa mereka. Tetapi saat ini, dengan semakin berkembangnya teknologi dan dunia digital, prioritas para pemasar telah berpindah ke para influencer dengan engagement yang tinggi dan dipercaya oleh para followers-nya untuk membangun sebuah strategi marketing yang efektif dan dapat mencapai banyak target audiens.

Bekerja sama dengan seorang influencer tentunya menjadi hal yang menarik bagi para marketer. Karena mereka dapat mencapai target market yang spesifik dan dapat membuat masyarakat mau ikut berkontribusi melalui konten yang dipublikasikan tersebut. Dan hal ini akan membuat semakin banyak potential customer mengenal produk yang dipromosikan, dilanjutkan dengan keinginan untuk membeli produk tersebut.

Namun, agar bisa membuat sebuah kampanye influencer marketing yang sukses dan pesan yang ingin disampaikan itu benar-benar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, maka seorang pemasar perlu membangun hubungan yang baik dengan para influencer, karena akan timbul personal trust yang tentunya akan lebih mempermudah pelaksanaan project ke depannya. Tetapi bagaimana cara untuk bisa menciptakan sebuah hubungan yang harmonis tersebut?

Baca Juga: Memahami Influncer Marketing

 

Memilih bekerja sama hanya dengan influencer yang relevan dengan brand kita

Tahap pertama yang dapat menjadi kunci untuk bisa membangun sebuah hubungan yang baik adalah dengan mencari tahu, siapakah influencer yang paling relevan dengan brand kita. Sebuah studi dari CrowdTap mengungkapkan, 44% influencer mengatakan motivasi mereka agar mau bekerja sama dengan sebuah brand karena audiens mereka memiliki relevansi dengan brand terkait.

Tidak hanya itu, ketika kita memutuskan untuk bekerja sama dengan influencer yang tidak memiliki relevansi dengan brand kita, hal ini bisa membuat konten yang dibuat jadi terlihat tidak organik dan terasa dipaksakan. Dan nantinya, kampanye yang dijalankan menjadi tidak tepat sasaran dan kemungkinan besar mendapatkan hasil yang mengecewakan.

Memberikan nilai lebih kepada influencer

Ketika seorang influencer mendapatkan sebuah proposal tawaran kerja sama, kadang kala apa yang ada di pikiran mereka adalah menimbang seberapa penting tawaran kerja sama tersebut dan biasanya mereka akan mempertanyakan “Apakah saya mendapatkan proposal yang bernilai?”, maka dari itu, seorang pemasar sebaiknya membuat proposal dengan daya tarik yang tinggi bagi influencer terkait.

Ketika membuat sebuah proposal, pemasar juga perlu untuk memberikan passion dan kreativitas di dalam proposal tersebut. Sehingga tidak hanya membuat para influencer itu menjadi tertarik untuk bekerja sama tetapi juga merasa dihargai, karena sebuah proposal yang dibuat secara asal-asalan dan hanya mencantumkan seperti “Tolong di-share ya”, bisa mengecewakan influencer tersebut dan membuat mereka menjadi malas untuk berhubungan dengan kita.

Tetapi, ketika kita memberikan nilai tambah kepada mereka bahkan sejak dari proposal tawaran kerja sama, maka hubungan yang baik antara sebuah brand dengan influencer dapat terjalin dengan lebih baik, dan mereka juga merasa lebih dihargai hingga akhirnya mereka memberikan kepercayaan terhadap brand kita tersebut.

Klik disini untuk bekerjasama dengan Influencer Terbaik di Asia Tenggara

Memberikan influencer kebebasan untuk berkarya

Ketika ingin bekerja sama dengan seorang influencer, tentunya kita ingin agar produk yang dipromosikan itu bisa mendapatkan atensi dari para audiens mereka. Dan untuk bisa meraih itu, maka mempercayakan konten yang dibuat kepada para influencer terkait adalah hal yang perlu dilakukan pemasar. Karena para influencer itu adalah orang yang paling mengerti apa yang menjadi keinginan followers mereka, entah itu, dari segi preferensi, opini, selera dan hal-hal yang dapat menarik minat mereka.

Selain itu, influencer juga mempunyai cara unik tersendiri ketika menyampaikan pesan mereka yang memang paling cocok untuk bisa mencapai followers mereka. Dan dengan begitu, konten yang dipublikasikan tadi bisa menjadi satu cara bagi kita untuk bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat dan membuat mereka mau untuk mempengaruhi keputusan mereka untuk menggunakan produk atau jasa yang telah kita promosikan itu.

Walau begitu, sebuah brand tentu ingin memastikan agar inti dari pesan kampanye tersebut bisa sampai ke masyarkat, maka mereka memberikan sebuah brief seperti apa seharusnya pesan tersebut akan diterima oleh audiens. Tetapi, dengan memberikan kepercayaan kepada para influencer mengenai bagaimana cara mengutarakan pesan tersebut akan membuat sebuah konten yang dibuat tadi menjadi lebih autentik dan bisa mendapatkan engagement yang lebih tinggi dari masyarakat.

Keuntungan lain ketika kita memberikan kebebasan para influencer itu untuk berkarya adalah akan membuat hubungan antara kita dan influencer tadi dapat menjadi lebih kokoh. Karena hal ini akan membuat mereka merasa lebih dihargai, bukan hanya dari sisi pribadinya saja tetapi mereka juga merasa kalau ide mereka merupakan suatu hal yang penting untuk kemajuan produk terkait. Dan dengan begitu influencer tersebut akan membuat sebuah konten yang lebih kredibel dan membentuk kepercayaan masyarakat dengan lebih efisien.

Baca Juga: Kiat Membuat Brief yang Baik untuk Influencer Marketing

Saat ini, influencer marketing merupakan strategi yang paling ampuh untuk bisa menarik minat masyarakat. Walau begitu, kadang kala pemasar hanya menganggap para influencer sebagai objek untuk berjualan saja. Dan cara bekerja sama seperti ini yang sering kali membuat influencer menjadi tidak nyaman untuk diajak berkolaborasi dan kampanye yang dijalankan tidak mendapatkan hasil yang maksimal.

Agar kampanye yang dijalankan bisa mencapai target yang telah ditentukan, maka seorang marketer perlu untuk membagun hubungan yang baik dengan para influencer, dengan begitu, strategi yang dijalankan dapat berjalan efektif dan dapat menggugah keinginan masyarakat untuk menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan tersebut.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles