Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Kebiasaan Baru Di Masa New Normal: Budaya #DiRumahAja

By
Dimas Gityandraputra
 •
June 4, 2020

Banyak kebiasaan yang menjadi berubah di masa pandemi ini. Bahkan mungkin sebelum adanya vaksin yang benar-benar bisa menahan laju virus, masyarakat harus bersiap dengan keadaan normal yang baru dan mengubah berbagai kebiasaan dalam beraktivitas.

Salah satu perubahan yang paling terasa adalah mobilitas yang menjadi terbatas, sehingga menumbuhkan budaya #DiRumahAja di masa new normal atau normal yang baru nantinya.

Budaya "di rumah aja" ini tentunya memberikan pengaruh cukup besar bagi kehidupan seseorang. Bayangkan saja yang tadinya terbiasa pergi pagi pulang malam untuk mencari nafkah, sekarang sebagian besar mereka lakukan di rumah. Untuk bercengkerama dengan kawan-kawan pun kini harus melalui perangkat dan teknologi agar bisa tersambung dan tidak bisa bertatap muka secara langsung.

Kehidupan baru seperti ini tentunya turut mengubah kebiasaan atau rutinitas masyarakat menjadi lebih banyak dilakukan lewat layar komputer atau ponsel mereka atau secara online.

Ada pula beberapa kebiasaan utama yang banyak berpindah di masa new normal, antara lain dari segi kebiasaan dalam berbelanja, beli makanan, mencari hiburan di mal, menjadi lebih banyak menonton televisi serta dan bersosialisasi serta bekerja secara virtual.

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Belanja online

Perubahan kebiasaan yang pertama kali dirasakan di masa pandemi dan new normal ini nantinya adalah dari segi rutinitas dalam berbelanja. Kalau dahulu mungkin lebih banyak pergi ke supermarket atau mal untuk mencari segala macam kebutuhan, saat ini banyak masyarakat yang memilih untuk membeli perlengkapan tersebut secara online.

Terbukti berdasarkan suvei dari Snapcart, sebanyak 78% orang Indonesia yang saat ini merasa pandemi ini telah merubah kebiasaan mereka dalam berbelanja.

Kebiasaan Baru Di Masa New Normal: Budaya #DiRumahAja
Sumber Gambar: Snapcart

Perubahan yang terasa dari berbelanja online di masa sekarang ini yakni, kalau dahulu sebagian besar masyarakat akan memilih belanja online untuk memenuhi keinginan mereka, sekarang bergeser ke arah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya itu, masyarakat juga memiliki kecenderungan untuk membeli dalam jumlah yang lebih besar.

Survei dari Snapcart juga mengungkapkan bahwa, di masa karantina ini peningkatan pembelian bahan makanan meningkat sampai 76%.

Sumber Gambar: Snapcart

Perubahan pola belanja masyarakat ke online, dapat dimanfaatkan brand yang bekerja pada layanan penyediaan kebutuhan sehari-hari, dengan cara menaruh barang-barang jualan mereka pada etalase online.

Food delivery

Apa yang biasa kita beli melalui layanan pengiriman makanan? Mungkin kopi susu literan, snack atau makanan-makanan yang sedang tren lainnya.

Di masa pandemi ini, layanan pengiriman makanan berkembang terbilang cukup signifikan. Banyak masyarakat yang tadinya menggunakan jasa ini untuk mencari kenikmatan atau kesenangan atau sekadar icip-icip saja, kini menggunakan jasa ini untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka sehari-hari.

Banyak masyarakat yang saat ini memilih untuk mengirimkan makanan mereka apalagi karena restoran saat ini sedang tidak menyediakan jasa dine-in, sehingga pilihan masyarakat jatuh kepada mengirimkannya secara online ke rumah mereka masing-masing.

Tidak hanya itu, banyak yang tadinya menggunakan jasa pengiriman makanan ini hanya sesekali saja, di masa-masa saat ini mereka menjadi lebih rutin menggunakannya.

Karena itu, bagi restoran atau usaha makanan, mungkin dapat memperkuat eksistensi mereka di berbagai aplikasi layanan pengiriman makanan atau juga memperkuat jasa delivery, sehingga dapat menjadi pilihan utama masyarakat dalam memilih makanan yang ingin mereka santap.

Konsumsi televisi

Mungkin banyak, khususnya generasi millennials yang beranggapan bahwa televisi sudah hampir habis masanya dan digantikan platform digital. Tetapi dalam masa pandemi ini, ternyata konsumsi audiens pada televisi telah meningkat.

Berdasarkan data dari Nielsen, tingkat durasi konsumsi televisi di Indonesia rata-rata meningkat, dari yang tadinya disaksikan selama 4 jam 48 menit, menjadi 5 jam 29 menit. Dan program televisi yang banyak disaksikan adalah program berita.

Data lain dari Nielsen juga menyatakan bahwa kepemirsaan TV program berita naik 25%.

Kepemirsaan untuk penonton anak mencapai rating tertinggi yakni 16,2%

Perubahan kebiasaan menjadi kembali menonton televisi ini banyak dipengaruhi karena masyarakat yang lebih banyak di rumah. Mereka merasa kalau televisi dengan layarnya yang lebih besar dibanding smartphone, sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi masyarakat.

Peningkatan konsumsi televisi ini dikarenakan meningkatnya keingintahuan masyarakat terhadap informasi seputar pandemi. Dan banyak dari mereka yang menginginkan informasi yang benar, karena sudah lelah dengan informasi hoax yang banyak tersebar di media digital ataupun media sosial.

Karena itu, bagi brand mungkin dapat pula meningkatkan awareness mereka dengan menggunakan televisi. Apalagi televisi merupakan media di mana masyarakat paling banyak mengonsumsi untuk meningkatkan awareness.

Mugkin dari situ, banyak pula calon pelanggan yang tertarik untuk menggunakan produk dari brand.  

Mencari hiburan

Bioskop sedang tutup. Konser sedang tidak diperbolehkan. Karena itu, banyak masyarakat yang mencari hiburan melalui platform online.

Tidak hanya itu, mereka juga tidak segan untuk mengeluaran uang mereka guna dapat mengusir kebosanan yang mereka hadapi. Karena itu, banyak bisnis hiburan berbasis subscription yang mendapatkan banyak pelanggan baru di masa pandemi ini.

Bekerja dan bersosialisasi dari rumah

Pembatasan mobilitas ini membuat masyarakat harus bekerja, belajar, beribadah dan bersosialisasi dari rumah. Banyak dari mereka perlu mengatur teknologi mereka sehingga mumpuni untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan bekerja mereka.

Karena hal tersebut, penggunaan internet menjadi meningkat. Tidak hanya itu, banyak pula dari mereka yang memberli berbagai perlengkapan kerja mereka supaya mendukung produktivitas mereka.

Maka dari itu, bisnis furnitur, perlengkapan kantor, desain properti rumah dapat mengembangkan bisnis mereka di masa-masa ini, karena banyak demand dari masyarakat.

Berikut di atas adalah beberapa kebiasaan yang banyak berubah di masa pandemi ini atau di masa new normal nantinya. Dan budaya #DiRumahAja ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam perubahan pola kebiasaan tersebut.


Sumber:

yuswohady.com

Nielsen

Snapcart

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles