Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Hal yang Penting Diperhatikan dalam Membuat Video Landing Page

By
iMarketology
 •
May 26, 2020

Tujuan utama dalam membuat landing page atau halaman arahan adalah untuk melakukan konversi pengunjung situs arahan menjadi pelanggan. Dengan pengertian yang lebih luas, halaman arahan tersebut dibuat untuk meyakinkan para pengunjung melakukan sesuatu atau membuat keputusan sesuai pesan yang disampaikan pada landing page.

Oleh karena itu, halaman arahan harus dibuat secara menarik, menumbuhkan keyakinan, persuasif, dan membangun kepercayaan para pengunjung. Salah satu caranya adalah dengan menambahkan video berdurasi pendek pada halaman arahan.

Berdasarkan hasil riset, adanya kata “video” pada judul email dapat meningkatkan tingkat dibukanya email sampai 19%, tingkat tautan pada email di klik sampai 65%, dan mengurangi jumlah anggota newsletter atau mailing list yang berhenti berlangganan sampai 26%.

Di sisi lain, 65% orang mengakui bahwa mereka menonton lebih dari 75% dari total durasi video-video yang mereka tonton. Di situasi dimana menarik perhatian audiens menjadi cukup menantang di dalam jagad milyaran konten digital di Internet, fakta ini membuat banyak praktisi pemasaran menggunakan video dalam kampanye pemasaran digitalnya.

Lalu, bagaimana sebaiknya membuat video untuk landing page?

Baca Juga: Bagaimana Cara Meningkatkan Konversi Landing Page dengan Taktik Visual?

Utamakan pesan utama landing page

First thing first, sebelum memikirkan hal-hal teknis dan non-teknis yang berhubungan dengan proses produksi video, pesan utama apa yang ingin disampaikan melalui video merupakan hal pertama yang harus dipikirkan oleh brand. Contoh pesan-pesan utama misalnya ingin membuat para pengunjung landing page melakukan call-to-action ini:

● Beli produk ini sekarang

● Klik “Berlangganan” sekarang

● Registrasi sekarang

Pesan utama sebaiknya dibuat sesingkat mungkin, sejelas mungkin, dengan bahasa yang mudah dipahami oleh para pengunjung halaman arahan, dan sangat memotivasi mereka untuk melakukan call-to-action.

Tentukan anggaran finansial sebelum memulai produksi video

Video adalah sebuah karya seni dan dalam memproduksinya tidak ada batas maksimal biaya produksi. Video landing page bisa diproduksi dengan hampir tanpa biaya uang, misalnya diproduksi menggunakan kamera smartphone milik sendiri dan yang menjadi aktor atau artis dalam video adalah diri sendiri.

Namun di sisi ekstrem lainnya, video bisa juga diproduksi menggunakan berbagai peralatan videografi yang canggih dan lengkap, diproduksi oleh sebuah tim yang ahli dan berpengalaman, dan yang menjadi aktor atau artis dalam video adalah seorang aktor atau artis terkenal. Jelas sekali bahwa biaya produksi sebuah video bisa dimulai dari tanpa biaya uang sama sekali sampai milyaran rupiah.

Sangat bijak bagi pemilik brand untuk menentukan anggaran finansial maksimalnya dulu sebelum memulai produksi video. Jenis dan kualitas video yang akan diproduksi ditentukan dan disesuaikan anggaran finansial tersebut.

Baca Juga: Memahami Apa Itu Video Marketing

Durasi video

Durasi video sebaiknya tidak terlalu pendek sehingga pesan utama bisa tersampaikan dengan jelas, lengkap, dan meyakinkan. Namun juga durasinya jangan terlalu panjang sehingga membuat penonton menjadi bosan dan tidak menonton video sampai selesai.

Idealnya durasi video dibuat antara 2 sampai 3 menit. Data menunjukkan bahwa hanya 4% dari halaman-halaman situs yang dilihat oleh para pengguna internet mendapatkan perhatian dari para pengunjung lebih dari 10 menit. Total durasi rata-rata sebuah video ditonton oleh para pengguna internet yaitu sekitar 2,7 menit.

Ciptakan “magnet” perhatian audiens pada video

Agar video dan landing page berhasil menarik perhatian target audiens sebanyak mungkin, membuat penonton mau menyaksikannya sampai selesai, dan bahkan membuat para pengunjung secara sukarela membuat halaman arahan beserta videonya menjadi viral, maka harus diciptakan sebuah “magnet” pada video tersebut.

92% penonton video dari smartphone suka membagikan video kepada orang lain secara sukarela.

“Magnet” tersebut misalnya bisa berupa:

● Kata-kata yang lucu yang ditampilkan dalam bentuk teks pada video atau diucapkan secara lisan oleh aktor atau artis dalam video.

● Suatu atraksi atau adegan yang unik, atau lucu, atau menarik, dan lain sebagainya yang dilakukan aktor atau aktrtis dalam video.

● Wajah tampan atau cantik dari aktor atau aktrtis dalam video.

● Aktor atau aktrtis terkenal nasional atau internasional dalam video.

● Menggunakan lagu atau jingle yang unik atau membuat banyak orang menirukannya, dan lain sebagainya.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles