Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Stop Spamming! Ini Dia Cara Membuat Native Advertising yang Seru

By
GetCraft
 •
May 26, 2020

Bisa dibilang sekarang ini native advertising menjadi salah satu andalan buat para pemasar untuk mempromosikan produk atau jasa mereka. Karena bentuknya yang halus dan natural, native advertisingbisa jadi ajang promosi supaya orang mau menggunakan jasa atau barang brand tersebut.

Tapi bukan berarti, terus konten yang dibuat dari awal sampai akhir isinya pure promosi, ini bisa bikin calon pembeli kabur atau malas membacanya. Bayangkan, kalau ada orang tiba-tiba datang ke rumah kita, terus dia enggak berhenti-berhenti jualan, kadang kita yang cuma dengar saja jadi ikut capek, kan? Nah, konten native advertising perlu dibangun dari cerita-cerita yang menarik (walaupun ujungnya juga diberi promosi, tapi secara halus) supaya bisa membuat orang mau memilih untuk menggunakan produk atau jasa yang sedang kita tawarkan tersebut.

Lantas bagaimana caranya supaya bisa membuat konten native advertising yang menarik? Bikin native advertising memang susah-susah gampang, tetapi ada juga beberapa cara supaya konten yang kita buat itu jadi enggak membosankan.

Baca Juga: Apa itu Native Advertising?

Memikat sejak awal

Konten native advertising memang perlu memikat sejak awal, bahkan mulai dari judulnya. Karena seseorang hanya butuh waktu 7 detik untuk menentukan apakah dia akan suka dan melanjutkan melihat konten tersebut atau malah meninggalkan karena memang sejak awal sudah tidak menarik bagi mereka.

Judul dapat menjadi daya pikat utama agar seseorang berminat untuk masuk dan membaca isi konten yang ada di dalamnya. Kadang kalau judulnya saja sudah tidak menarik, konten kita bisa dianggap angin lalu oleh audiens.

Jika sedari awal seorang pembaca sudah merasa judul artikel tidak menarik, jangankan untuk meng-klik artikel, bisa jadi ia langsung melewati dan mencari artikel lain yang judulnya lebih menarik buatnya.

Baca Juga: Cara Membuat Judul Untuk Kegiatan Content Marketing

Ceritakan pengalaman secara naratif

Masih ingat enggak saat masih anak-anak, apa yang paling ditunggu saat lagi main ke rumah kakek sama nenek? Selain makanan buatan nenek, biasanya kita menunggu-nunggu untuk dengar cerita pengalaman kakek kita waktu muda. Entah itu waktu ikut berjuang melawan penjajah atau mungkin cerita tentang kenakalan bapak/ibu kita sewaktu kecil. Tentu kita merasa terhibur dengan cerita-cerita itu, karena pada dasarnya setiap orang itu suka mendengar cerita pengalaman orang lain.

 

Kita juga bisa membuat native advertising dengan narasi mengenai pengalaman kita terhadap suatu hal yang relevan dengan orang lain. Dengan begitu, siapa saja yang melihat native advertising yang kita buat bisa mendapatkan nilai baru dari apa yang kita ceritakan tersebut. Misalnya saja dengan membuat sebuah konten life hacks yang bisa membuat hidup mereka lebih mudah, atau membuat konten seputar true story yang menggugah emosi. Sebuah konten yang dekat dengan kehidupan orang pada umumnya akan lebih mudah diingat.

Banyak yang bilang pengalaman itu adalah guru yang terbaik. Baik itu pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain. Dengan memberikan solusi dari suatu masalah, maka bisa membuat orang lain juga menjadi tertarik untuk menggunakan produk atau jasa yang sedang kita promosikan lewat native advertising. Karena mungkin saja, pengalaman kita bisa bermakna bagi orang lain.

Klik di sini untuk bekerjasama dengan publisher terbaik di Asia Tenggara

Selipkan humor

Apa konten yang Anda cari saat lagi merasa bosan atau butuh hiburan? Humor is the cure! Enggak bisa dipungkiri, konten humor selalu menyenangkan dan gampang diingat, juga shareable.

Humor di dalam native advertising juga bisa menjadi senjata untuk meruntuhkan tembok yang menghalangi kita dan konsumen potensial. Adanya unsur humor dalam tulisan bisa membuat tulisan terasa lebih "berbumbu" dan berpeluang meyakinkan audiens bahwa konten tersebut bukanlah advertising yang mengganggu.

Konten bernada humor juga bisa membangkitkan ikatan emosional pembacanya. Konten seperti ini bisa dimulai dari bahasan akan apa yang tidak disukai target audiens lalu selipkan parodi seolah-olah kita (sebagai brand) mempunyai kendala yang sama, lalu berikan solusi dari permasalahan tersebut. Dengan begitu, akan terbentuk ikatan emosional antara brand dan target audiens, lalu timbul rasa percaya dengan brand kita.

Tambahkan GIF atau gambar

Di era digital ini, salah satu bentuk yang paling menghibur dan banyak dicari adalah visual. Melalui gambar atau GIF yang disajikan di dalam konten, bisa membuat native advertising menjadi lebih berwarna dan menarik.

Baca Juga: Cara Membuat Native Advertising yang Menarik Bagi Generasi Milenial

Memang banyak cara untuk membuat sebuah native advertising yang menarik. Tetapi menarik saja belumlah cukup, karena konten juga perlu relevan dengan audiens agar native advertising dapat berjalan efektif dan mencapai target bisnis yang sudah ditentukan.

Apa itu Native Advertising

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles