Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Brodo: Perjalanan Brand Lokal Menuju Arena Asian Games 2018

By
GetCraft
 •
May 26, 2020

Riuh dan gemuruh, mungkin dua kata itu yang menggambarkan suasana beberapa hari belakangan ini. Teriakan “IN DO NE SIA” lantang bergema di setiap sudut kota. Jakarta dan Palembang seakan menjadi saksi euforia dukungan masyarakat Indonesia untuk para atlet agar bisa meraih medali emas pada ajang Asian Games 2018.

Emas, perak dan perunggu saat ini telah diraih oleh atlet-atlet kebanggaan kita. Namun di balik prestasi membanggakan para atlet ini, ada juga brand lokal yang turut mensukseskan dan membawa nama baik brand lokal Indonesia di kancah Internasional. Dan yang berhasil mengikat kerja sama secara resmi dengan ajang Asian Games ini adalah sebuah brand sepatu lokal; Brodo.

Tetapi sebelum bercerita lebih jauh bagaimana Brodo bisa terpilih menjadi official partner Asian Games, ikuti sepak terjang brand satu ini hingga bisa mencapai privilege tersebut.

Berawal dari kesulitan mencari sepatu

Alasan pertama Yukka Harlanda, CEO dan pendiri Brodo merintis bisnis, bermula ketika dirinya merasa kesulitan mencari sebuah sepatu formal untuk ukuran kakinya, kalaupun menemukan sepatu yang sesuai dengan ukurannya, harganya cenderung mahal dan kualitasnya tidak sesuai harapan. Setelah itu, partner Yukka mengusulkan untuk memesan sendiri sepatu dengan ukuran khusus di Cibaduyut, Bandung, Jawa Barat yang merupakan sentra sepatu terbesar di Asia Tenggara.

Awalnya Yukka berniat untuk membuat sepatu itu untuk dirinya sendiri dan ternyata hasilnya memuaskan. Dari situ Yukka dan partnernya berpikiran untuk memproduksi sepatu tersebut dalam jumlah banyak lalu mereka jual pada acara pameran yang diselenggarakan kampusnya.

Di pameran tersebut, sepatu yang dijual oleh Yukka tersebut ternyata mendapatkan sambutan hangat dan penjualannya cukup bagus. "Awalnya, ke-trigger-nya begitu. Sampai akhirnya momen di tahun 2012, setelah lulus mencoba menjalani bisnis sepatu ini. Kalau hasilnya bagus, kita lanjutin dan kalau enggak bagus kita kembali ke dunia nyata saja, kerja,” ungkap Yukka ketika mengingat awal membangun Brodo yang sebenarnya tidak direncanakan.

Namun, menyadari pentingnya persiapan matang ketika memutuskan untuk terjun di dunia bisnis, mereka mulai memikirkan strategi pemasaran yang tepat agar produk yang ditawarkan bisa laku di pasaran.

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing?

Strategi pemasaran dan konsep yang ditawarkan

Strategi pemasaran yang dilakukan oleh Brodo mayoritas adalah dengan memanfaatkan berbagai platform di dunia digital seperti Instagram dan Facebook. Dan strategi marketing ini terbukti ampuh karena mereka berhasil meningkatkan 5 kali lipat jumlah penjualan produk mereka saat itu.

Bicara soal ini, kualitas konten menjadi salah satu faktor utama yang cukup berperan. Satu hal yang ditekankan oleh Yukka ketika membuat konten di dalam media sosial itu adalah perlunya membuat konten yang bersifat soft selling. “Karena media sosial itu objektifnya untuk sosial. Kalau terlalu jualan itu enggak bagus. Not working,” ujar Yukka.

Tak hanya memanfaatkan kanal pada media sosial saja, untuk meningkatkan awareness dari masyarakat luas, Brodo juga melakukan kegiatan content marketing di dalam website mereka sehingga semakin banyak orang yang mengenal brand Brodo, hingga pada akhirnya menuntun mereka ke pembelian. Dan untuk menarik minat para calon customer, konten yang disajikan oleh Brodo di dalam blog berupa, tips, testimoni, news & trends, hingga topik seputar travel.

Dari konten-konten yang disajikan itu, ternyata tidak hanya menarik minat baca masyarakat luas, banyak marketers yang juga menganggap content marketing yang dilakukan oleh Brodo ini memang patut diacungi jempol. Dan salah satunya adalah Anthony Reza, CEO GetCraft Indonesia. “Untuk perusahaan startup, saya sangat kagum dengan kegiatan marketing yang dilakukan oleh Brodo di mana channel media sosial mereka memiliki konten dan customer support yang sangat kuat. Begitu pula dengan blog mereka, dan melalui itu semua mereka dapat menunjukkan personality dan karakter dari Brodo itu sendiri,” ungkap Reza mengenai keberhasilan Brodo dalam mengomunikasikan konsep milik mereka lewat kegiatan content marketing.

Memahami Apa itu Content Marketing?

Official Merchandise Asian Games 2018 oleh Brodo (Sumber: Instagram @bro.do)

Tetapi apa sebenarnya yang menjadi konsep dari Brodo sendiri?

“Konsepnya ada dua, functional benefit dan emotional benefit. Kalau functional benefit itu, pasti kita ingin value dari produknya itu oke. Maksudnya, kualitasnya harus bagus dan harganya masuk akal. Dan made in local, itu yang kita majuin terus.

Kalau emotional benefit, kita menyasar pada calon customer yang kita rasa akan sangat tertarik pada produk kita. Gentlemen-gentlemen yang kontemporer modern, punya aspirasi positif dan tinggi. Dan kayaknya di Indonesia belum ada nih terutama brand lokal yang represent value seperti ini,” ungkap Yukka.

Konsep yang ditawarkan oleh Brodo ini ternyata disambut baik oleh masyarakat. Tidak hanya itu, segala daya dan upaya yang dilakukan oleh Brodo pada produknya juga mendapat apresiasi dari dunia internasional, hingga akhirnya Brodo mendapat kesempatan untuk tampil sebagai official merchandise pada ajang bergengsi seperti Asian Games 2018.

Memegang lisensi official merchandise Asian Games 2018

Mungkin banyak yang bertanya-tanya bagaimana caranya Brodo sampai bisa mendapatkan tawaran untuk bisa mendapatkan lisensi resmi merchandise Asian Games 2018. “Sebenarnya ditelepon aja sih, diajak kerja sama. Tapi itu mungkin karena effort kita yang sudah jalan dari dulu, sehingga mereka (pihak Asian Games) percaya sama kita,” begitu ungkap Yukka.

Walau begitu sebenarnya proses pemilihan dari pihak INASGOC (Komite Pelaksana Asian Games 2018) itu sendiri tidaklah instan. Karena menurut Mochtar Saman, Direktur Merchandise Asian Games, butuh beberapa syarat seperti, kualitas, orisinalitas, jaringan distribusi, hingga harus memiliki daya serap dan pemberdayaan UMKM serta memiliki kredibilitas agar dapat terpilih untuk menjadi pemegang lisensi resmi tersebut.

Memahami Apa itu Content Marketing?

Suasaa Konfrensi Pers di Ajang Asian Games 2018 (Sumber Gambar: Instagram @bro.do)

Baca Juga: Strategi Influencer Marketing yang Diterapkan Perusahaan Startup

Melihat perkembangan bisnis Brodo membuat kita tahu bahwa produk lokal Indonesia kini mempunyai daya saing yang tinggi, juga kualitas yang tidak kalah bagus dari berbagai brand di luar negeri. Dan Brodo sendiri sudah membuktikan bahwa brand lokal pun sudah siap tampil di pasar mancanegara.

(Sumber Gambar Fitur: Instagram @yukkaharlanda)

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles