Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Berbagai Hal Penting Seputar Content Marketing di Tahun 2019

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 19, 2020

Sepanjang 2019, banyak brand-brand besar di Indonesia yang mengedepankan strategi content marketing guna mencapai objektif bisnis. Ada dua tipe content marketing yang biasa digunakan oleh para brand yakni, content marketing yang dikelola oleh brand sendiri seperti portal konten atau blog bisnis. Dan tipe konten lainnya adalah, content marketingberbayar/bersponsor dengan berkolaborasi bersama publisher atau influencer.

Hingga kini, GetCraft telah menjalankan lebih dari  300 kampanye content marketing sepanjang tahun 2019 ini. Dan dari kampanye-kampanye tersebut, ada pula beberapa pembelajaran yang bisa didapatkan oleh marketers.

Dan untuk membagikan pembelajaran penting tersebut, GetCraft bekerja sama dengan Loket.com, menyelenggarakan Jakarta Marketers Meetup (JMM) dengan tema, “YEAR-IN-REVIEW 2019: Key Learnings On Content Marketing In Indonesia”, dengan pembicara Anthony Reza, Co-Founder & CEO Indonesia GetCraft.

Memahami Apa itu Content Marketing 

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Beberapa pembelajaran tentang content marketing yang dibagikan oleh Reza dalam event tersebut antara lain:

Pada portal konten yang dikelola brand

Objektif utama dari portal konten yang dikelola pada umumnya bertujuan untuk mendorong traffic pada situs brand

Banyak brand yang masih mempertimbangkan bahwa membangun portal konten hanya akan memberikan manfaat untuk mendorong traffic pada situs brand saja. Padahal, lebih dari itu, pada kenyataannya, ada banyak tujuan yang bisa dicapai brand ketika menjalankan project portal konten. Misalnya, dapat membantu membangun brand equity dan menarik perhatian dari audiens/pelanggan yang relevan.

Selain itu, brand juga perlu mengidentifikasi tantangan marketing yang mereka hadapi agar bisa mendapatkan arahan yang jelas sehingga inisiatif content marketing yang mereka jalankan dapat membantu perkembangan brand.

Lalu, jadikan arahan tersebut menjadi objektif yang jelas dan terukur, sehingga brand dapat mengukurnya agar dapat mengetahui efisiensi dari portal konten yang dijalankan.

Tip: tentukan objektif dari portal konten yang kita kelola untuk mengukur performanya.

Memahami Apa itu Content Marketing 

Dalam acara JMM tersebut, Reza juga sempat mengungkapkan ada 3 kesalahan yang kerap dilakukan brand sehingga views dari portal konten yang mereka kelola tidak meningkat:

  • Tidak invest pada paid media
  • Tidak konsisten menyajikan konten
  • Tidak optimasi konten

Pada publisher sponsored content

Objektif utama dalam menjalankan project sponsored content bersama publisher adalah untuk membangun kredibilitas brand pada topik-topik tertentu

Ketika brand bekerja sama dengan publisher untuk membuat konten, utamanya mereka ingin pesan brand dapat terasosiasi pada suatu topik atau cerita tertentu. Namun sebenarnya, brand bisa bekerja sama dengan lebih dalam dengan para publisher untuk mendorong aksi dari para audiens setelah membaca konten yang dibuat seperti; mengajak mereka untuk mau share konten tersebut agar dapat lebih menjangkau audiens yang lebih luas, atau meningkatkan klik pada situs atau laman produk milik brand.

Dengan memahami secara jelas dari tipe dan karakteristik publisher yang ingin diajak kerja sama, tentunya dapat membantu brand untuk bisa membuat konten yang tepat/sesuai dengan audiens mereka dan juga membantu brand mencapai objektif-objektif bisnis mereka.

Memahami Apa itu Content Marketing 

Pada influencer sponsored content

77% brand menggunakan influencer marketing untuk meningkatkan awareness

Influencer dapat membantu brand untuk menciptakan ide konten, produksi dan distribusi secara keseluruhan. Selain itu, jika brand bekerja sama dengan banyak influencer sekaligus, brand akan mendapat berbagai cerita dalam satu waktu.

Influencer marketing bisa membantu brand untuk mendapatkan tingkat reach yang lebih besar dengan dana yang lebih efektif, di mana mendapat CPV 6-8 kali lebih kecil dibanding programmatic native ads unit, termasuk produksi secara keseluruhan dan membuatnya menjadi bentuk paid marketing paling efektif.

Selain itu, sebenarnya para pelanggan melihat influencer marketing memiliki dampak besar dalam mendorong product conversion. GetCraft telah melakukan survei pada lebih dari 5.000 pelanggan dan menanyakan channel mana yang berpengaruh bagi mereka dalam setiap tahap pembelian. Dan biasanya mereka lebih mengandalkan konten dari influencer untuk melakukan pembelian.

Baca Juga: Hindari Kesalahan Content Marketing ini Di Tahun 2020

Dan di atas merupakan beberapa hal penting yang dapat dipelajari brand dari berbagai kampanye content markting yang pernah dijalankan brand pada tahun 2019. Namun salah satu kunci agar kampanye dapat berjalan efektif adalah dengan bekerja sama dengan para kreator ternama yang sudah terbiasa dan profesional di bidangnya sehingga konten yang dihasilkan pun dapat sesuai kebutuhan dan juga dapat tepat sasaran menarik perhatian audiens yang ditargetkan.

Ingin bekerja sama dengan para kreator di Indonesia? Langsung klik link berikut!

Memahami Apa itu Content Marketing 

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles