Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Bagaimana SEO akan Berubah Di Tahun 2020?

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 19, 2020

Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel: How SEO Will Change in 2020?

“Teknologi berkembang begitu cepat”,

Istilah yang seringkali diucapkan ini dapat menjadi tanda bahwa teknologi yang sudah ada saat ini akan terus berubah dan akan kehilangan potensinya.

Bagi bisnis, perkembangan teknologi ini perlu untuk diantisipasi. Karena biar bagaimanapun, kegiatan marketing yang dijalankan brand banyak yang mengandalkan teknologi. Seperti ketika menyajikan konten melalui media sosial dan juga optimalisasi peringkat dalam mesin pencarian -biasa diistilahkan Search Engine Optimization (SEO).

SEO memang merupakan bagian penting bagi perkembangan brand. Alasan utamanya karena masyarakat menjadi lebih mudah untuk menemukan situs brand terkait, sehingga mereka lebih mengenal dan lebih berkeinginan untuk memilih barang atau jasa yang ditawarkan.

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Namun, yang menjadi kendala dari SEO adalah algoritma Google yang terus berubah, lantas membuat brand perlu adaptif dalam mengikuti perubahan-perubahan yang dilakukan oleh Google. Berikut adalah beberapa perkembangan SEO yang penting dipersiapkan oleh para marketers di tahun 2020.

Voice search

Pada awal tahun 2018, para ahli sudah memperingatkan marketers bahwa nantinya pencarian dalam mesin pencari akan berubah yang awalnya berbasis teks menjadi berbasis suara. Hal ini dikarenakan semakin tingginya pengguna smartphone dan juga lahirnya beberapa asisten virtual seperti Alexa, Siri, dan Google Home.

Awal tahun 2018, para ahli sudah memperingatkan marketers bahwa nantinya pencarian dalam mesin pencari akan berubah. Dari yang awalnya berbasis teks menjadi berbasis suara. Hal ini dikarenakan semakin tingginya pengguna smartphone dan juga lahirnya beberapa asisten virtual seperti Alexa, Siri, dan Google Home.

Pada tahun 2020, diperkirakan 50% pencarian akan dilakukan secara verbal. Hal ini membuat brand perlu mempertimbangkan untuk membuat keyword dengan bahasa lisan dan bukan bahasa tulisan. Selain itu, yang juga tak kalah penting adalah membuat keywords berdasarkan auto correct yang kerap disarankan oleh Google. Karena terkadang, ketika pelafalan kita tidak jelas, Google akan otomatis mencarinya berdasarkan auto correctterdekat.

Oleh karena itu, para pakar SEO menyarankan agar membuat keyword dengan frasa sebagaimana biasanya seseorang menggunakan kalimat tanya, seperti “di mana [...]” dibandingkan “alamat [...]”

Hyperlocal result

Pencarian lokal terus meningkat dari hari ke hari. Faktanya, 46% pencarian dalam Google saat ini bersifat lokal. Artinya, supaya bisnis yang dijalankan bisa menarik perhatian secara online, maka penting bagi brand untuk meningkatkan popularitas atau reputasi baik secara offline ataupun online.

Dengan kata lain, kita perlu untuk mengajak para pelanggan memberikan review yang positif di ranah online, lantaran beberapa laporan menyebutkan kalau Google sedang mengembangkan algoritma mereka untuk mendukung bisnis-bisnis dengan ranking atau review yang baik.

Daftar-daftar milik brand, seperti nama bisnis, alamat, foto atau gambar, video, bahkan jam operasional perlu didaftarkan secara akurat di seluruh platform dan situs. Dari situ, kita dapat membangun popularitas dari mention dalam media sosial dan engagement yang dilakukan audiens terhadap brand. Hal ini akan membantu bisnis untuk berada di tingkat atas mesin pencarian ketika mencari sesuatu yang berhubungan dengan brand kita.

Google feature snippet

Kalau kita pernah Googling suatu pertanyaan, mungkin kita akan sadar bahwa dalam hasil pencarian tersebut terdapat sebuah kotak yang menjawab pertanyaan kita, baik itu dalam bentuk tulisan ataupun gambar. Fitur ini dinamakan Google Feature Snippet.

Di satu sisi, mungkin Google Feature Snippet ini membuat pengguna tidak memasuki laman situs karena sudah mendapatkan jawaban dari kotak yang disediakan. Tetapi di sisi lain, ketika membutuhkan informasi yang lebih dalam, maka kesempatan situs terkait untuk diklik oleh pengguna menjadi lebih besar karena rasa penasaran setelah membaca poin-poin yang diperlihatkan Google.

Lalu bagaimana caranya agar situs brand bisa masuk ke dalam Google Feature Snippet? Sama seperti membangun keyword untuk pencarian verbal, kita perlu membuat keyword yang lebih dekat dengan pencarian berbasis pertanyaan. Juga, untuk lebih mengoptimalkan SEO, buat headline yang sesuai dengan pertanyaan yang biasa ditanyakan orang-orang.

Terakhir, jika kita membuat artikel berbentuk listicle, FAQ, atau untuk menjawab pertanyaan, pastikan pula kalau kita mengelaborasikan secara singkat. Usahakan kita hanya memasukkan 40-60 kata per paragraf. Hal ini akan membantu agar masuk ke dalam Google Feature Snippet.

Konten yang menarik

Walaupun memiliki SEO yang baik, namun mesin pencarian seperti Google lebih senang dan mencari konten yang unik, engaging, dan berkualitas tinggi.

Misalkan, mungkin brand kita akan memunculkan konten-konten yang tidak umum didapat di internet. Atau mungkin kita bisa juga menayangkan video yang sedang naik daun beberapa tahun belakangan ini. Berdasarkan studi Cisco, traffic pada konten video diproyeksikan akan meningkat sampai 82% pada tahun 2021.

Selain itu, generasi muda saat ini cenderung lebih gemar mengkonsumsi konten berbentuk meme, GIF, infografik, dibanding harus membaca artikel-artikel panjang. Dengan bermodal varian konten seperti ini, akan membantu situs untuk mendapatkan peringkat tinggi pada mesin pencarian.

User Experience

Kecepatan loading saat ini menjadi faktor penting bagi Google untuk menilai suatu situs. Selain itu, kita juga perlu membuat situs yang dikelola mudah untuk dijelajah dan tidak menyulitkan  para pengguna.

Hal lain yang penting diperhatikan adalah bahwa situs sebaiknya mobile-friendly, baik dalam desain maupun kontennya. Buat juga desain yang responsif, konten yang disajikan juga sebaiknya mudah untuk dibaca. Untuk uji coba apakah situs mobile-friendly atau tidak, kita dapat menggunakan Google’s Mobile Friendly Test.

Baca Juga: Free Template: SEO Checklist!

Jika brand ingin mendapat perhatian secara online, maka penting untuk memperhatikan detail kecil yang mungkin terlewat sebelumnya. Karena dengan perubahan teknologi yang begitu cepat, ditambah perilaku masyarakat yang terus berubah ketika melakukan pencarian, cara bermain SEO pun ikut berubah.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles