Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Bagaimana Sebaiknya Berkolaborasi dengan Parent Influencer?

By
iMarketology
 •
May 19, 2020

Di era digital, para orangtua modern memilih menggunakan internet untuk mencari informasi tentang produk kebutuhan bayi dan keluarga serta tips dan nasihat yang berhubungan dengan menjadi orang tua, sebagai pilihan pertama sebelum mencarinya dari sumber informasi lainnya.

74% ibu-ibu milenial lebih mempercayai informasi dari blog-blog khusus untuk orangtua dan komunitas online daripada iklan brand ketika membutuhkan informasi tentang berbagai kebutuhan mereka.

Baca Juga: Memahami Influencer Marketing

Atas dasar itu, banyak brand produk keluarga dan bayi melakukan kolaborasi dengan para influencers dalam kampanye pemasaran mereka. Karena, influencers sendiri adalah pakar di industri produk kebutuhan keluarga dan bayi yang dipercaya oleh banyak orangtua.

Lalu hal-hal apa yang perlu diketahui oleh brand dalam melakukan kolaborasi dengan para influencers orang tua?

Bagaimana menentukan platform media sosial yang digunakan

Selama puluhan tahun, para orangtua sudah terbiasa untuk bertanya dan meminta nasihat dari orangtua lain tentang produk yang harus dibeli. Namun, saat ini para influencers orangtua menggantikan aktivitas itu. Salah satu tugas para influencer ini adalah membagikan informasi kepada para pengikutnya di media sosial tentang bagaimana mereka menyenangi produk-produk dari para pemilik brand yang berkolaborasi dengan mereka.

Platform media sosial yang sering digunakan oleh para influencers ibu adalah YouTube, Instagram, Pinterest, dan blog. Setiap jenis platform media sosial memiliki fungsi yang berbeda untuk tujuan kampanye pemasaran yang berbeda pula.

Instagram cocok untuk memperkenalkan produk atau brand pada tahap awal (pengenalan) secara singkat. YouTube dan blog akan lebih tepat untuk menjelaskan produk secara lebih detil, menceritakan pengalaman si Influencers bersama brand atau produk, bahkan untuk meyakinkan audiens untuk membuat keputusan membeli produk yang sedang ditawarkan.

Penting bagi brand untuk menyesuaikan produk yang sedang dipasarkan dan tujuan kampanye pemasaran dengan platform media sosial yang akan digunakan.

Apabila menggunakan beberapa platform media sosial yang berbeda secara bersamaan, atau beberapa influencers dengan media sosial yang berbeda, dianjurkan untuk menampilkan link pada akun media sosial yang satu ke yang lain.

Baca Juga: Cara Memilih Influencer yang Tepat

Pentingnya membina hubungan jangka panjang dengan para influencers

Setelah dua atau tiga kali berkolaborasi dengan para influencers, brand bisa melakukan evaluasi hasilnya dan memutuskan untuk membina hubungan jangka panjang dengan influencers yang dapat memberikan hasil sesuai harapan.

Membina hubungan jangka panjang dengan para influencers yang dipilih, akan mempermudah pekerjaan marketers dan influencers pada kampanye-kampanye pemasaran berikutnya, karena brand dan influencers sudah saling mengenal dengan baik.

Bukan hanya itu, para pengikut Influencers orangtua suka melihat perkembangan keluarga dari si influencer terkait. Mereka seolah-olah sudah seperti satu keluarga dan memiliki hubungan emosional yang kuat.

Karena itu, hubungan jangka panjang yang terjalin antara brand, Influencers orangtua, dan para pengikutnya akan mempermudah kampanye-kampanye pemasaran berikutnya. Influencers tersebut juga lebih mudah melibatkan produk-produk brand dalam kehidupan keluarga mereka sehari-hari, sehingga menghasilkan konten-konten yang otentik, dan mendapat tingkat keterlibatan yang tinggi dengan para pengikutnya, serta pada akhirnya keberhasilan pencapaian tujuan kampanye pemasaran yang tinggi bagi pemilik brand.

Pentingnya para influencers bercerita tentang brand

Followers dari influencer akan memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi pada konten yang dibuat ketika influencer bercerita tentang brands atau produk yang dipasarkan.

Para Influencers bisa bercerita dari berbagai angle tentang pengalamannya bersama brand atau produk yang sedang dipasarkan, seperti dari sudut pandang bagaimana mudahnya pengalaman membeli produk tersebut secara online, harga produk yang terjangkau, manfaat-manfaat yang dinikmatinya dari produk tersebut, mengapa influencer terkait lebih memilih brand atau produk tersebut, dan lain sebagainya.

Influencers juga perlu melengkapi ceritanya dengan foto atau video yang relevan dengan ceritanya untuk membangkitkan emosi para pengikutnya untuk terlibat aktif di kontennya.

Manusia cenderung mencari orang-orang yang sama dengan mereka, baik dari segi pengalaman, masalah yang sedang dihadapi, tahapan kehidupan, gaya hidup, dan lain sebagainya. Itulah yang membuat para Influencers memiliki kekuatan besar bagi para brand dan para pengikutnya di media sosial.

Memanfaatkan IGC Pada Semua Kanal Pemasaran

IGC adalah Influencer Generated Content atau Konten yang diproduksi oleh si influencer secara independen, bukan oleh pemilik brand.

Telah terbukti bahwa IGC memiliki tingkat keterlibatan audiens 8 kali lebih tinggi daripada konten yang diproduksi oleh para pemilik brand sendiri.

Mengapa demikian? Influencers orangtua pada umumnya sudah memiliki hubungan emosional yang kuat dengan para pengikutnya di media sosial. Foto atau video berkualitas tinggi yang dibuat oleh si influencers yang melengkapi cerita otentik yang dibuat akan dengan mudah membangkitkan emosi para followers mereka terhadap brand atau produk yang sedang dipasarkan.

Brands sebaiknya memanfaatkan konten IGC yang sama dariinfluencer pada semua kanal pemasaran yang dimilikinya, seperti media sosial, email, website, iklan, dan lain sebagainya.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles