Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Bagaimana Cara Menjalankan Strategi Marketing Lewat TikTok?

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 19, 2020

Hari ini sepertinya hampir semua orang sudah mengenal TikTok, tak ada habisnya aplikasi ini dibicarakan oleh masyarakat dalam beberapa waktu belakangan. Keinginan banyak orang agar tetap update dengan tren terkini membuat TikTok cepat naik daun.

TikTok memang platform yang masih terbilang muda. Namun banyak juga yang mempertanyakan. apakah TikTok dapat efektif mendukung upaya marketing yang dijalankan brand?

Apa pun medianya, ketika dapat menyajikan konten yang tepat tentunya dapat efektif untuk mengundang perhatian dan efektif untuk mencapai tujuan pemasaran. Begitu pula dengan TikTok. Apalagi menurut Social Report, pengguna TikTok saat ini mencapai lebih dari 500 juta, dan hal ini berarti pengguna TikTok lebih besar dibandingkan Twitter dan Pinterest. Melihat banyaknya pengguna TikTok, maka brand dapat memaksimalkan potensi mereka untuk mencuri perhatian audiens.

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Namun satu hal yang penting diperhatikan ketika menjalankan kampanye melalui media sosial seperti TikTok ini adalah mengetahui secara pasti demografi dari para penggunanya. TikTok sendiri paling banyak digunakan oleh masyarakat dengan rentang usia antara 16 sampai 24 tahun. Karena itu, jika brand cenderung ingin menargetkan audiens yang masih muda, maka menggunakan media sosial ini akan membantu mencapai berbagai objektif.

Nah, konten seperti apa saja yang cocok untuk disajikan brand melalui medium TikTok ini? Berikut di antaranya:

Konten yang tepat untuk memasarkan brand melalui TikTok

Ada 3 tipe konten yang tepat bagi brand untuk bisa memancing perhatian audiens melalui media sosial TikTok, yaitu:

Memahami Apa itu Content Marketing

Hashtag challenge

Tantangan atau challenge merupakan fitur yang paling banyak diikuti oleh para pengguna TikTok. Maka, untuk menarik perhatian audiens, brand dapat membuat sebuah hashtag yang mudah dicari dan diingat oleh masyarakat.

Salah satu contoh Hashtag yang berhasil adalah #tumbleweedchallenge yang dibuat oleh presenter Jimmy Fallon. Lebih dari 8.000 pengguna TikTok mengikutinya dan lebih dari 10,4 juta engagement berhasil dicapai oleh hashtag ini.

Ketika brand membuat sebuah challenge dan mengandung hashtag di dalamnya, brand dapat berkolaborasi dengan para influencer untuk memulainya agar hashtag tersebut dapat lebih terlihat oleh masyarakat, sehingga banyak pengguna yang tertarik untuk mengikutinya dan membuat nama brand menjadi lebih cepat dikenal oleh masyarakat luas.

User generated content

Seperti yang diungkapkan di atas, banyak pengguna TikTok memiliki rentang usia antara 16 sampai 24 tahun atau yang termasuk dalam generasi Z. Target audiens ini senang dengan pengalaman-pengalaman yang membuat mereka perlu terjun langsung di dalamnya. Karena itu, ketika brand membuat user-generated content maka akan dapat membantu mereka dalam beberapa aspek perkembangan bisnis.

Dan kalau brand dapat mendorong para pelanggannya untuk tertarik share video di akun pribadi mereka atau membuat audiens dapat berinteraksi dengan suatu produk, maka potensi mereka untuk mau membeli dan menggunakannya menjadi lebih tinggi.

Influencer marketing

Platform media sosial berbasis video terbukti ampuh untuk mencapai objektif suatu brand ketika bekerja sama dengan influencer. Begitu pula dengan TikTok. Jika produk yang ditawarkan cocok dengan audiens dari para influencer, maka kampanye influencer marketing dengan TikTok memiliki potensi untuk mencapai kesuksesan. Namun satu syarat yang perlu diingat bahwa, biarkan influencer yang membuat konten tersebut, karena mereka pula yang paling mengenal para audiensnya. Dengan begitu konten yang disajikan jadi bersifat autentik dan lebih dipercaya oleh audiens.

Baca Juga: Tips dan Template Kalender Konten Media Sosial

Satu hal yang penting dari menyajikan konten melalui TikTok ini adalah, video tersebut tidak perlu disajikan dengan kualitas yang terbaik, karena yang dicari oleh pengguna TikTok adalah nilai orisinal dan juga menyenangkan.

Menjalankan kampanye marketing melalui platform TikTok pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi brand, asalkan disajikan pada audiens yang tepat dan dengan konten yang tepat pula.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles