Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Anthony Reza: Tips Content Marketing untuk Startup, Tentukan Strategi & Perkuat Narasi

By
GetCraft
 •
May 26, 2020

Di era teknologi yang makin ramah konten, kegiatan content marketing memberi kesempatan untuk brand menghasilkan berbagai konten unik untuk menjangkau dan membangun relasi dengan sasaran pasar yang beragam. Tak hanya brand besar, taktik pemasaran ini juga bisa diterapkan pada perusahaan rintisan atau startup.

Keuntungan dari melakukan kegiatan pemasaran, tak bisa hanya dicapai secara instan; karena perlu ada strategi yang berkesinambungan, dan budget yang dipersiapkan secara matang. Hal itu disampaikan Anthony Reza, Co-Founder & CEO GetCraft Indonesia.

Berikut perbincangan dengan Anthony Reza:

Baca Juga: Memahami Apa Itu Content Marketing

Bicara tentang peluang startup di Indonesia menerapkan content marketing, apa pandangan Anda?

Pada dasarnya, semua brand, kecil atau besar, perlu dan bisa melakukan content marketing. Artinya, konten selalu bisa jadi bagian dari strategi pemasaran mereka. Mulai dari fase discovery, purchase, sampai retention.

Jika merujuk pada definisi content marketing menurut Content Marketing Institute, kegiatan tersebut adalah seni berkomunikasi dengan prospek dan pelanggan tanpa terlalu menjual produk atau jasa yang sebenarnya ditawarkan. Karena content marketing adalah taktik pemasaran yang tidak intrusif, atau mengganggu kenyamanan audiens.

Karena (juga) dalam content marketing, kita tidak hanya menjual produk atau jasa saja, tapi juga mengedukasi konsumen yang disasar dengan informasi yang berguna. The essence of this content strategy is the belief that if we, as businesses, deliver consistent, ongoing valuable information to buyers, they ultimately reward us with their business and loyalty.

Lalu soal peluang, salah satu hal yang paling mudah dilihat adalah dari sudut pandang SEO; karena saat ini, kegiatan searching di internet sudah jadi bagian dari cara kita semua menemukan informasi sehari-hari. Untuk itu brand perlu memerhatikan dan memastikan agar konten mereka mudah ditemukan audiens yang membutuhkan informasi, entah formatnya tulisan ataupun video. Dengan demikian, brand terkait bisa membuka peluang lebih besar untuk menjaring konsumen.

Meski terjaring algoritma mesin pencari agar konten kita mudah ditemukan, karena ramah SEO, bukan berarti kita kontennya cukup dibuat secara generik. Sangat penting untuk kita juga menyuguhkan informasi yang kredibel dan dapat dipercaya, serta punya nilai guna untuk audiens.

Jadi, buat brand, peluangnya adalah membuat konten yang inspiratif; dan mengedukasi audiens agar mereka bisa menjalani hidupnya lebih baik lagi. Dengan demikian, peluang untuk merasakan keuntungan content marketing jadi lebih besar.

Selain kualitas konten, hal-hal apa lagi yang penting diperhatikan agar para startup bisa mencapai hasil content marketing yang diharapkan?

Strategi yang konsisten itu penting. Memang, content marketing itu kan butuh waktu, bahkan bisa lebih lama dari Facebook Ad Campaign. Tapi yang terpenting adalah melakukannya secara konsisten dan seiring waktu, terus memantau dan mengembangkan strategi dan penerapannya, agar strategi yang dijalankan makin optimal.

Contohnya, dalam kurun waktu 3-6 bulan, sebuah portal konten baru mulai menunjukkan hasilnya. Tapi, jika tidak, maka di tengah periode itu mungkin bisa dikombinasikan dengan campaign artikel bersponsor atau influencer marketing, misalnya.

Ok, lalu bentuk content marketing seperti apa yang cocok untuk startup?

Sebetulnya, bicara tentang strategi content marketing, tidak ada rumus mutlak yang berlaku untuk semuanya; karena sangat bergantung pada tujuan bisnis yang ingin dicapai, tantangan, sampai budget.

Meski begitu, pada akhirnya, kalau bicara tentang marketing, setidaknya ada 3 objective utama:

  • Building Awareness: Contohnya, menginspirasi audiens lewat campaign bersama influencer, artikel bersponsor di online publisher, kampanye video kreatif, digital activation, dsb.
  • Brand Building: Contohnya, mengedukasi audiens lewat konten tulisan berkelanjutan, atau konten video; seperti blog atau portal konten, atau portal video.
  • Product Consideration: Contohnya, konten review produk, guide atau best practice, dll. Konten semacam ini bisa dimuat pada situs perusahaan atau blog.
Bisa di-share, contoh content marketing yang mungkin bisa diadopsi startup?

Salah satu contoh content marketing favorit saya adalah Redbull. Mereka melakukannya lewat kategori extreme sports dan entertainment. Dan dengan itu, Redbull berhasil menjadikan konten mereka sebagai media dan brand secara bersamaan.

Beberapa konten Redbull yang menarik diamati: Redbull TV, konten media sosial di Facebook, YouTube, dan Instagram, Redbull Content Pool, Redbull Shop, Redbull Radio, sampai Redbull Film.

Lalu, contoh lain yang menurut saya menarik adalah American Express, yang fokus pada konten dari kategori topik small business, lewat situs bernama Open Forum; yang menyajikan beragam konten terkait cara memulai dan menjalankan bisnis rintisan skala kecil sampai menengah. Mereka mendeskripsikan situs itu seperti ini: “Insights, Inspiration and Connections to Help You Get Business Done”.

Melalui situs itu pula, mereka menyediakan konten khusus (exclusive gated content) yang mereka gunakan untuk alat mengumpulkan data dari audiens.

Kalau dari startup di Indonesia, saya kagum dengan apa yang dilakukan Brodo melalui kanal media sosialnya (Facebook dan Instagram); yang menurut saya kuat kontennya, dan berguna buat konsumennya. Selain itu juga, mereka punya blog yang terkelola dengan baik, dan menunjukkan personality, serta karakter brand Brodo.

Ok, lalu bagaimana dengan kegiatan content marketing di GetCraft sendiri? Dan objektif content marketing di GetCraft sendiri sudah sampai tahap apa?

Bicara tentang marketing di GetCraft, kami fokus pada inisiatif yang hasilnya bisa kami tindaklanjuti. Pada middle part of marketing funnel (dan sedikit upper) ada inisiatif Academy dan Crafters.

Lalu pada middle funnel dan end, ada event seperti Jakarta Content Marketing Meetup (JCMM), atau laporan industri berbentu white paper. Selain itu juga, ada inisiatif seperti awareness campaign di media sosial, dan aktivitas public relations.

Baca Juga: 5 Alasan Perusahaan Perlu Memiliki Portal Konten

Seberapa efektif content marketing sebagai bentuk pemasaran di GetCraft?

Sangat efektif, terutama untuk membantu kami menyatakan bahwa GetCraft adalah expert pada bidang yang kami geluti. Maka itu kami mengemas tema konten kami secara spesifik, seperti Content Marketing Meetup, yang sudah berjalan tak hanya di Indonesia, tapi juga di Filipina dan Malaysia. Dan dari situ, kami mendapatkan leads berkualitas untuk ditindaklanjuti ke tahap sales.

GetCraft sendiri, secara spesifik adalah online marketplace. Nah, untuk startup yang bergerak di sektor serupa, kira-kira tujuan apa yang tepat disasar dari kegiatan content marketing ?

Awareness campaign is definitely a must! Contohnya, big creative campaign. Hal ini juga dapat membangun kredibilitas brand, serta kepercayaan dari penggunanya.

Lalu, tentukan konten yang bertujuan khusus ke tantangan atau hal yang diharapkan penggunanya. Misal, secara umum marketplace memiliki dua jenis pengguna, dari sisi supply dan demand; dan keduanya punya kebutuhan dan pain points berbeda.

  • Seller membutuhkan bantuan dan resources yang bisa membantu mereka memanfaatkan marketplace terkait secara maksimal dan independen, hingga mendukung mereka mengembangkan bisnisnya melalui platform tersebut. Untuk hal ini, konten informatif yang praktis dan mencerahkan mereka terkait hal-hal bisnis seperti sales growth, customer retention, acquisition, dsb., tentu sangat relevan.
  • Buyer biasanya butuh inspirasi dan petunjuk untuk membeli. Maka itu konten yang inspiratif, ulasan, tips, terkait hal-hal yang bisa membantu mereka mengeluarkan biaya secara efisien dan memuaskan, jadi relevan untuk mereka.
Ok, sekarang langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk mulai melakukan content marketing?

Pertama, definisikan tujuan bisnis Anda.

Lalu, definisikan strategi untuk mencapai tujuan itu, berdasarkan apa yang sedang terjadi di industri Anda, lanskap komunikasi, media, dan pemasaran, dan perilaku sasaran konsumen Anda.

Dan buat perencanaan konten yang sesuai dengan strategi dan budget yang tersedia. Lakukan produksi konten, dan terus pantau dan pelajari hasilnya, lalu kembangan seiring berjalannya waktu, agar makin optimal.

Bagaimana dengan format konten untuk content marketing, apa yang Anda lihat punya potensi besar tahun ini, sampai 1-2 tahun ke depan?

Video dan podcast. Meski demikian, artikel masih memiliki potensi utama untuk memenangkan SEO, lalu industry report atau white paper masih sangat potensial untuk usaha B2B, karena ampuh untuk mengedukasi audiens dan membangun kredibilitas, sembari menjaring database.

Baca Juga: Langkah Riset untuk Content Marketing yang Efektif

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles