Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Marketers dalam Video Marketing

By
Kalya Risangdaru
 •
May 26, 2020

Kesuksesan video marketing sudah bukan sebuah kejutan lagi untuk para marketers, apalagi ditunjang juga dengan banyak riset yang menunjukkan bahwa video marketing adalah salah satu bentuk taktik/strategi content marketing yang paling efektif.

Maka itu, para marketers belakangan ini berlomba-lomba untuk membuat campaign video marketing yang menunjang performa brand mereka. Namun, terkadang, video marketing bisa menjadi sebuah hal yang rumit jika tidak dibarengi dengan hal-hal penting di dalamnya.

Digital Marketing Institute mengatakan bahwa tujuan menjadi “viral” tidak seharusnya menjadi objektif dari penggarapan sebuah video marketing apapun. Karena, di balik sebuah content marketing yang baik, selalu ada objektif yang lebih penting daripada menjadi viral saja. Maka itu, praktik-praktik terbaik untuk mendukung video marketing itu sendiri dapat dilakukan dengan lima cara yang ampuh.

Baca juga: Memahami Apa Itu Content Marketing

Pentingnya 10 Detik Pertama

Pendek dan padat adalah pilihan video marketing yang harus dipertimbangkan oleh para marketers. Nyatanya, satu dari lima penonton akan berhenti menonton sebuah video pada 10 detik pertama (atau bahkan kurang dari 10 detik). Maka itu, memberikan poin penting dalam detik-detik pertama, atau yang biasa disebut sebagai “hook” ini dapat meningkatkan performa video marketing Anda.

Memberikan cuplikan menarik, atau pertanyaan yang menggugah menjadi penting untuk 10 detik pertama Anda. Jangan lupa, untuk sebuah objektif content marketing, Anda butuh mencantumkan “value” yang membuat siapapun yang melihat ingin terus menontonnya. Pikirkan saja, apakah video ini dapat menginspirasi atau menghibur penonton?

Konten yang Bercerita

Di era teknologi ini, ada baiknya video marketing Anda lebih difokuskan lebih kepada cerita daripada sales. Istilah yang sering beredar adalah untuk berjualan secara “soft-selling” dengan para audiens. Peraturan ini tidak hanya berlaku untuk video marketing saja, namun untuk pemasaran secara luas. Anda harus memastikan bahwa ada value yang tampak untuk audiens lewat cerita tersebut.

Menggugah audiens dengan cara emosional seperti ini juga dapat Anda kemas dengan kebutuhan serta keinginan pasar Anda yang sudah diriset sebelumnya. Tidak perlu takut untuk kehilangan jumlah sales, karena Anda dapat selalu mencantumkan Call To Action yang kuat dalam video tersebut.

Klik disini untuk bekerjasama dengan Videografer terbaik di Asia Tenggara

Jadwal Publikasi

Menurut Forbes, video marketing juga dapat dimaksimalkan dengan penjadwalan publikasi konten yang tepat. Jika Anda memutuskan untuk bercerita seperti poin sebelumnya, mungkin video pendek tidak bisa merangkum keseluruhan cerita yang sudah dirangkai. Selebihnya, Anda dapat menjadikan video itu berseri/berkelanjutan untuk menambah unsur penasaran dari para audiens.

Saat Anda sudah merangkai konten video marketing itu dengan baik, buatlah sebuah jadwal efisien untuk penyebarannya. Setelah melakukan riset, tentukan waktu yang dirasa tepat untuk menayangkan tiap-tiap videonya. Contohnya, jika Anda memiliki objektif untuk sebuah product launching atau event, cara ini juga dirasa ampuh karena penyebaran kontennya yang merata dan selaras dengan tanggal yang sudah ditentukan.

Optimalisasi Tag

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk memastikan bahwa video marketing itu mencapai target pasar Anda. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah untuk memaksimalkan SEO konten di dalam situs Anda sendiri (sebelum Anda memasarkannya lewat situs-situs lain).

Jika bicara tentang SEO video marketing, deskripsi video adalah hal yang paling penting. Hal ini dikarenakan Google Search akan lebih mudah mengerti cakupan dari video marketing Anda. Jadi, pastikan video Anda diberikan “tag” dari keyword yang relevan, dibarengi dengan deskripsi video yang jelas serta judul yang menarik. “Perhatikan peraturan ini dalam pikiran Anda: jika video marketing Anda adalah sebuah boks yang punya banyak kegunaan, maka Google akan membantu untuk menilainya jika Anda mengisinya dengan baik (tag, deskripsi dan judul),” jelas Zara Burke dalam artikel Digital Institute Marketing tersebut.

Channel Yang Tepat

Untuk poin ini, Anda juga perlu melakukan sebuah riset media sosial yang cukup mendalam. Saat ini, setiap media sosial dapat menarik target pasar yang berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan tiap masing-masing individu.

Sangat penting untuk mengetahui tentang bentuk konten seperti apa yang cocok untuk didistribusikan di media sosial yang mana. Contohnya, video marketing dirasa lebih cocok jika didistribusikan lewat Facebook atau YouTube. Atau konten video infografik lebih cocok dipasarkan lewat Twitter dan Instagram. Semuanya tergantung dengan target pasar dan bentuk konten Anda. Jawabannya tidak melulu sama.

Maka itu, dalam setiap pembuatan strategi content marketing, ada baiknya Anda mencari tahu serta mengerti tiap-tiap elemen yang dibutuhkan di dalamnya. Atau, Anda dapat berkonsultasi dengan agensi atau marketplace yang dapat membuat kegiatan video marketing Anda berjalan dengan maksimal.

Baca Juga: Video Advertising Paling Favorit di Bulan Ramadan 2018

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles