Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Perilaku Konsumtif Generasi Z dan Pengaruhnya Terhadap Brand Retail

By
Ricky D. Apriadi
 •
May 19, 2020

Bagi bisnis retail, menyasar generasi Z tentu bukanlah perkara yang mudah. Karena biar bagaimanapun mereka memiliki karakter unik tersendiri yang perlu diperhatikan sehingga brand retail bisa dapat lebih efektif menarik perhatian mereka terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Lalu seperti apa karakter Generasi Z ini? Khususnya perilaku konsumsi mereka terhadap brand retail?

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Mengenal karakteristik generasi Z

Berdasarkan pemaparan Nielsen Consumer & Media View (2016), Generasi Z diidentifikasi pada masyarakat dengan rentang umur antara 10–19 tahun. Dan mereka memiliki pengaruh dalam menghabiskan anggaran rumah tangga khususnya pada pembelanjaan untuk liburan seperti, tiket pesawat, hotel, dan sebagainya, serta dalam pembelian barang-barang elektronik.

Namun, pembahasan pada tulisan ini bukan serta-merta mengenai perilaku generasi Z, tetapi lebih pada perilaku konsumtif dari generasi tersebut yang akan mempengaruhi brand retail.

Pola perilaku konsumtif Generasi Z terhadap brand retail

Menurut teori retail, semakin dekat toko dengan konsumen, maka barang yang dijual akan semakin mahal. Paling tidak teori tersebut tercemin di negara Jepang, yang memanfaatkan daerah strategis untuk membangun sebuah convenience store yang dekat dengan perumahan. Sehingga, barang yang dijual di toko tersebut akan lebih mahal dibanding supermarket yang jaraknya relatif lebih jauh.

Menariknya, para konsumen sebenarnya lebih tertarik untuk membeli produk yang jauh lebih murah dan memilih toko yang terlihat minimalis (kecil) untuk menghindari over spending. Tetapi, Snapcart pernah membuat Survei Belanja Offline & Online 2018 yang mengungkapkan, minimarket dan supermarket masih menjadi pilihan utama dari generasi Z dalam membeli kebutuhan mereka.

Nah, jika brand ingin mempengaruhi generasi Z, maka cara yang terbaik yakni, memahami apa yang menjadi perilaku mereka. Dengan demikian yang akan didapatkan tidak sekadar informasi, namun juga pemanfaatan terhadap informasi tersebut.

Lebih dari itu, dalam forum diskusi MarkPlus Centre for Tourism and Hospitality, mengkaji survei penelitian yang menemukan kecenderungan Gen Z untuk give back to the others. Maka ketika berbelanja, mereka cenderung memilih brand yang membawa kontribusi lebih bagi sekitar (baik itu lingkungan, masyarakat, dan lain-lain). Forum yang sama juga mengungkapkan bahwa Gen Z juga memiliki kecenderungan untuk saving dan spending dengan instan. Jika kedua hal di atas diadaptasikan oleh brand retail, hasil ini dapat menstimulasi reaksi dari industri retail untuk dapat menyasar generasi Z.

Untuk bisa menjangkau Gen Z ini, sebaiknya, brand retail mulai masuk ranah touchscreen untuk mencapainya. Terlebih menurut penelitian yang dilakukan oleh McCrindle (2018), Gen Z dapat melakukan berbagai hal sekaligus (multitasking). Gen Z paling tidak dapat mengoperasikan lima screen sekaligus di smartphone atau laptop mereka dalam satu saat saja. Karena itu mendekati mereka melalui dunia digital merupakan pendekatan terbaik yang bisa dilakukan oleh brand.

Baca Juga: Konten-Konten yang Menarik Generasi Milenial dan Gen Z 

Pada kesimpulannya, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen, khususnya Generasi Z. Diantaranya, berapa banyak akses yang mereka miliki dalam hal teknologi, tren yang terjadi, dan bagaimana mereka mengonsumsi media. Tentu saja, setiap generasi memiliki kebiasaan dan preferensi berbelanja yang berbeda dilihat dari kategori produk, frekuensi, dan persepsi mereka terhadap tempat-tempat yang menjual produk kebutuhan sehari-hari.

Brand ritel diharapkan dapat melakukan pendekatan yang relevan untuk setiap generasi agar memperoleh hasil yang efektif. Brand ritel perlu mengasah appealing yang tepat, sebagai penyesuaian segmentasi kepada Gen Z. Untuk saat ini, teknologi menjadi acuan utama dalam pengembangan ritel dalam memenuhi kebutuhan Gen Z.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles