Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Tahapan Persiapan untuk Mengelola Media Sosial

By
Syarief Hidayatullah
 •
May 26, 2020

Jika digunakan untuk keperluan pribadi, menggunakan media sosial memang tidak perlu pusing memikirkan persiapan atau bahkan strategi penggunaannya. Tapi, jika dipakai untuk keperluan bisnis atau pemasaran, persiapan pengelolaan jadi penting.

Memikirkan teknis penggunaannya secara matang dan melakukan persiapan yang diperlukan, akan membantu pemasar untuk memastikan efektivitas media sosial saat digunakan sebagai pendukung kegiatan marketing. Tak hanya efektivitas kontennya, tapi juga impact-nya terhadap bisnis, serta jasa atau produk yang ditawarkan.

Melirik ke ulasan sebelumnya tentang berbagai jenis media sosial (seperti blog, jejaring sosial, microblogging, dsb.), tiap media sosial tidak hanya punya fungsi khusus, tapi juga karakteristik pengguna dengan perilaku digital yang berbeda.

Maka itu, meski kita bebas memilih channel media sosial yang mau digunakan, penting juga untuk kita menentukan beberapa hal dulu sebelum akhirnya memilih channel yang tepat.

Hal ini perlu disampaikan, karena tak jarang pemasar yang berpikir instan, “Instagram lagi rame ya, kita harus bikin Instagram!” Padahal, mungkin layanan itu kurang pas dengan konten yang dihasilkan dari strategi komunikasi yang dikembangkan, bahkan tidak sesuai dengan kelompok audiens yang disasar.

Jika demikian, pemasar akan mengalami kesulitan mendorong efektivitas pemasaran lewat media sosial yang dilakukan. Maka itu, hindari dan lakukan beberapa tahapan sebelum memulai kegiatan di media sosial.

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Menentukan tujuan

Hal paling dasar adalah menentukan, apa yang ingin dicapai dari penggunaan media sosial? Apakah untuk meningkatkan awareness terhadap merek tertentu? Menarik arus pengunjung ke website atau portal konten? Atau sebagai pusat pelayanan informasi atau customer service?

Tetap tujuan dulu, dan lakukan secara spesifik, dengan tolak ukur yang jelas. Misal, jika ingin meningkatkan awareness terhadap merek tertentu, maka yang mesti diukur adalah jumlah views terhadap konten yang memuat merek tersebut.

Menetapkan sasaran

Pada 1948, pakar komunikasi Harold Lasswell (dalam tulisan berjudul The Structure and Function of Communication in Society) mengingatkan betapa pentingnya menentukan elemen “to whom” dalam rancangan strategi komunikasi.

Dan tentunya juga berlaku dalam tahapan pengelolaan media sosial ini. Kita harus menetapkan profil sasaran audience untuk mencapai tujuan di tahap pertama.

Kalau sudah tahu mau menyasar siapa; lengkapi informasi tentang karakteristik dan perilaku sasaran. Seperti: Layanan media sosial yang aktif digunakan, apa tujuannya, sampai waktu penggunaan.

Merancang konten

Bagian ini penting dilakukan setelah menetapkan sasaran dan sebelum masuk pada tahap memilih layanan yang digunakan.

Rancang konten berdasarkan informasi tentang audiens yang disasar. Tentukan format yang kemungkinan paling menarik untuk mereka. Pastikan gaya pendekatan yang dirasakan cocok dengan mereka.

Sebagai gambaran, kuadran di bawah ini mungkin bisa membantu Anda memetakan dan merancang konten yang tepat berdasarkan tujuan pemasaran (meski tak semua tipe konten cocok dengan platform media sosial tertentu).

Memahami Apa itu Content Marketing

Memilih saluran

Tujuan sudah terang, sasaran sudah pasti, konten pun sudah dirancang; sekarang saatnya untuk memilih tempat memuatnya. Pilih media sosial yang paling cocok dengan tujuan, profil sasaran, dan konten. Apakah Twitter? YouTube? Atau Instagram?.

Karena kalau diamati, nyaris semua layanan media sosial relatif serupa dari sisi teknis atau fitur. Maka, kalau tujuan, profil sasaran, dan kontennya sudah jelas, kita tinggal pilih yang paling pas, cocok untuk memuat konten yang sudah dirancang, dan aktif digunakan oleh sasaran audiens yang disasar.

Menentukan pengukuran performa

Salah satu keunggulan menggunakan media digital atau online untuk kegiatan pemasaran adalah, nyaris semua bisa kita ukur dan catat performanya. Maka hal yang perlu dipastikan setelah tujuan, sasaran, konten, dan channel, adalah ukuran untuk memantau efektivitas kegiatan kita di media sosial.

Ulas kembali: Apa tujuan kita? Siapa sasarannya? Seperti apa perilakunya? Apa konten yang akan ditawarkan? Seperti apa? Di mana? Lalu tetapkan: Apa ukuran efektivitasnya?

Apakah jumlah pengikut? Jumlah berapa kali konten dilihat? Jumlah pengguna yang menyebarkan pesan?

Yang jelas, sesuaikan dengan tujuan. Agar kita bisa mengetahui dengan jelas tentang apa yang kurang dan apa yang sudah berjalan baik; hingga bisa terus mengembangkan kegiatan di media sosial dari waktu ke waktu.

Setelah tahu apa yang mau diukur, cari layanan atau fitur yang memungkinkan kita mendapatkan data tersebut secara periodik; per hari, pekan, sampai per bulan.

Tahapan Persiapan untuk Mengelola Media Sosial

Kalau sudah, kegiatan media sosial bisa mulai kita jalankan. Dan ingat, kalau menjalankan kegiatan di media sosial bukan hanya tentang menyajikan konten, tapi juga membangun relasi dan interaksi dua arah dengan pengguna lain.

Begitulah tahapan mengelola media sosial untuk mendukung kegiatan komunikasi dan pemasaran. Ringkasnya, sebelum mulai, pastikan dulu tujuannya, tetapkan sasaran, rancang konten yang mau disajikan, pilih channel yang tepat, dan tentukan ukuran suksesnya.

Baca Juga: Memahami Jenis-Jenis Media Sosial

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles