Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Putri Silalahi : Membangun Karier dengan Strategi Komunikasi

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 25, 2020

Seperti apa strategi komunikasi yang diterapkan untuk bisa mengembangkan brand Anda? Ketika ditanya seperti itu, mungkin jawaban kita akan mengacu pada pola komunikasi yang rumit atau strategi yang kadang sulit untuk dimengerti.

Tetapi tidak demikian dengan jawaban Putri Silalahi, Instagram Communication Manager Asia Pacific, saat ditanya di sela-sela kesibukannya. Baginya, yang terpenting di dalam membangun strategi komunikasi yang efektif adalah dengan menyampaikan komunikasi itu secara jelas.

Bukan hanya soal strategi komunikasi saja, MarketingCraft juga sempat berbincang mengenai perjalanan karier Putri Silalahi yang mungkin dapat menginspirasi para young enterpreneurs.

Bagaimana awal mula terjun di dunia digital ini?

Itu enggak direncanain sih. Jadi, dari jurnalis majalah selama beberapa tahun, saya pindah kerja ke Coca-Cola, setelah itu ditelepon sama Google. Jadi kejadiannya shift seperti itu saja. Waktu interview sama Google, saya melihat pertanyaannya itu menarik banget, “Isu apa yang mau kamu solved”.

Lalu dari situ jadi tersadar kalau kerja untuk perusahaan teknologi itu lebih dari sekadar kerja, karena memang kita disuruh untuk menyelesaikan masalah. Waktu itu jawaban saya adalah, “Saya ingin semua orang di Indonesia punya akses yang sama terhadap informasi.” Karena Indonesia itu archipelago, jadi informasi yang orang dapat di Jakarta untuk sampai ke Papua atau ke Sulawesi itu butuh waktu. Ada ketidaksetaraan, dan aku rasa kalau semua orang bisa punya akses ke informasi, pasti bisa maju negaranya.

Apa tantangan menjadi seorang Communication Manager?

Kita itu ada di era transformasi digital, karena kerja di bidang komunikasi, berarti saya berurusan dengan bagaimana orang mendapat informasi. Nah sekarang itu, informasi didapat istilahnya 24/7 dari telapak tangan. Jadi bagaimana caranya memastikan semua target audiens itu mendapatkan informasi yang saya inginkan, karena dengan masuknya platform-platform digital ini, kemudian audiens itu jadi terkotak-kotak. Ada yang di media sosial, di Whatsapp, di mana-mana. Tantanganku itu sih, memastikan target audiens itu ada di mana dan mereka mendapatkan informasi yang memang ingin kita sampaikan.

Sebagai Communication Manager Instagram untuk Asia Pasifik, apakah strategi komunikasi untuk mencapai target audiens yang diterapkan di setiap negara itu sama?

Strateginya overall mungkin hampir sama tapi cara kita menyampaikannya itu yang berbeda, karena itu masuk ke budaya lokal masing-masing. Dan apalagi Instagram itu foto bukan tulisan. Kalau tulisan itu tentu harus bisa Bahasa Inggris, atau berbagai macam bahasa. Tapi kalau foto, it’s worth thousand words.

Jadi, take what is universal, and then you add local flavor.

Baca Juga: Adli Sudjatmiko: Strategi Kolega Coworking Space Membangun Konten untuk Target Market Berbeda

Dengan latar belakang di media cetak, bagaimana bekal itu dapat diterapkan pada pekerjaan yang sekarang?

Orang selalu menanyakan hal ini, then I don’t really know the answer. Kalau menurut aku, my love of storytelling brings me here.

Aku pernah (kerja) di majalah, my job is to write and edit others people writing to make it better, to make it clear. Aku 6 tahun melakukan itu, it gives me a sense of bagaimana kita menyusun kata-kata supaya maksud kita jelas, supaya menarik untuk dibaca orang dan lain-lain.

Saat pindah ke corporate dan karena kerjanya di bidang komunikasi, skill itu aku pakai sampai sekarang. Karena everything in work really comes down to how you tell your story. How you explain what you mean.

Dan yang ketiga, ketepatan waktu untuk deadline kayaknya juga penting (berpengaruh). Now I go to corporate and then I still have very strict with my deadlines.

Sebagai seorang manajer, bagaimana cara Anda memimpin tim?

I believe leading by examples. Apalagi I am leading like the millennials. Enggak bisa cuma nyuruh-nyuruh orang. But they have to see that you are actually setting an example, and they will follow you.

Dan yang kedua adalah balik lagi ke teknik komunikasi. I always start with 'why'. Aku memberikan alasan terlebih dulu. Lalu setelah itu, I give them 'how we’re gonna make it happen'.

Start with why. It’s a very impactful actually, you should try it.

Strategi komunikasi apa yang pernah dibuat dan dirasa paling berhasil di era sekarang?

Menurutku kalau strategi komunikasi itu sangat luas. Tapi I think always start with being very clear with what I wanna say. Untuk brand atau perusahaan, saat kita menyusun sebuah komunikasi entah itu press release atau seperti social media post, itu suka berliku-liku dan pakai banyak istilah. Yang membuat post adalah orang dari dalam perusahaannya dan dia pakai bahasa-bahasa yang hanya dia yang mengerti. Otomatis hasilnya orang (yang baca) enggak ngerti. Karena bahasanya sangat internal. As simple as that.

Saat menyusun strategi komunikasi, I make sure at least lima orang baca, aku akan tanya pengertiannya apa. Jika mereka semua mempunyai pemahaman yang sama itu berarti (komunikasinya) cukup jelas. Sesimpel itu sih, enggak ada kayak magic atau the big strategy, the secret or whatever in communication. No, you just have to be clear. Jadi 3C’s that I use is clear, concise, and consistent. Jelas, tidak bertele-tele, dan konsisten.

Kalau untuk campaign yang paling berhasil?

I wouldn’t call it berhasil, tapi aku selalu bilang sama orang “YouTube is my baby”. Karena waktu aku bergabung itu orang-orang enggak tahu kalau bisa menghasilkan uang dari YouTube. Waktu itu, aku mau nyari YouTuber untuk ketemu sama media itu nyarinya masih susah banget. Tiga tahun kemudian YouTube sudah kayak WOW, sudah seperti sekarang. Waktu aku join (YouTube), orang yang subscriber-nya satu juta itu belum ada. Sekarang sudah 20-an orang kalau enggak salah.

Pendekatan saya dengan YouTube adalah perlu untuk berikan konten sangat konsisten dan pesan yang disampaikan itu seputar kenapa kamu bisa mendapat kesuksesan ketika bergabung dengan YouTube. Lalu aku melakukan itu secara konsisten and then I reach out to the right people. And the YouTube is what it is now.

putri silalahi 2

Kalau di Instagram sendiri, campaign apa yang pernah dibuat?

Belum sih, karena masih bulan keempat. Aku menghabiskan 3 bulan ini untuk mendengar, a lot of listening. Aku percaya enggak bisa bikin strategi komunikasi yang baik tanpa mendengarkan terlebih dahulu. Ini kenapa kemarin aku bikin event sama para orangtua, karena beberapa orangtua bilang khawatir kalau anak-anaknya ada di Instagram, sehingga mereka ingin memahami Instagram lebih baik lagi dan bagaimana menjaga anak-anaknya tetap aman di Instagram.

Lalu kemarin di Yogyakarta, aku ketemu sama UKM untuk memahami bagaimana mereka menggunakan Instagram dan (memberi masukan) bagaimana agar bisa membuat mereka menggunakan Instagram lebih baik lagi. Jadi, a lot of have been listening.

Boleh share, tips untuk bisa sukses di usia muda, seperti Anda?

I think that works very well to me lalu kenapa aku bertahan di komunikasi adalah you have to find a drop of passion in what you do. Aku percaya enggak semua orang bisa mengerjakan passion-nya dan mendapat penghasilan.

Namun, namanya kerja itu udah pasti ada hal-hal yang tidak menyenangkan tapi jika kita punya cinta di dalam pekerjaan itu, maka itu akan memudahkan kita ketika mengerjakannya. I think that would be my advice.

Working life balance itu juga sangat penting. Banyak orang yang berpikir, “oh my God, Putri pegang asia pasifik, enggak ada istirahatnya atau kayaknya capek banget.” No, I’m a believer in recharging, jadi kayak disconnect dulu untuk beberapa hari supaya aku bisa balik kerja lagi dengan kepala yang lebih jernih. Dan itu sangat penting.

Apa rencana Putri ke depan di dalam karier?

Sejujurnya aku enggak pernah bikin rencana apapun. Waktu di Google (sempat berpikir) “untuk berikutnya memang harus pegang beberapa negara”. Karena udah lama kerja (megang) Indonesia (saja) gitu kan. Dan sekarang aku megang beberapa negara.

Tapi pas kemarin ketemu sama UKM di Yogyakarta dan pebisnis di bidang fashion, terus melihat dan mendengar cerita mereka, kayaknya buka bisnis menarik juga. I might try that, I might not try that. Kita lihat saja nanti.

Baca Juga: Farzandy Fidinansyah: Menggerakan Bisnis dengan Melihat Peluang di Tengah Tren

Untuk bisa mendapatkan jenjang karir seperti apa yang diinginkan tentu membutuhkan perjalanan yang panjang. Walau begitu, ketika bertemu dengan Putri Silalahi, salah satu kunci agar dapat menginspirasi adalah dengan bersifat ramah kepada siapa saja.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles